Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Pelaku Jadi Tersangka, Bakar Rayap Pakai Ban Dalam Lahan 10 Hektare di Tembesi Batam Ludes
    13 jam lalu
    SCC Resmikan Terminal Baru HarbourFront Berbasis Teknologi Terintegrasi
    14 jam lalu
    BMKG: Hujan Guyur Batam 3-5 Hari ke Depan, Waspada Cuaca Cepat Berubah
    15 jam lalu
    Jaringan Curanmor Batam Dibongkar, 40 Motor Sitaan Dipajang di Mapolresta Barelang
    16 jam lalu
    Awal Musim Hujan Bergeser, BMKG Imbau Kesiapsiagaan Lintas Sektor
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Timnas Basket 3×3 Indonesia Kawinkan Gelar Juara SEABA U17 2026 di Batam
    2 hari lalu
    Batam 10K 2026 Diikuti 2.500 Pelari
    2 hari lalu
    Assiamkang; Jejak Komunitas Teochew di Belantara Batam
    4 hari lalu
    143 Siswa SMAN 5 Tanjungpinang Ikut Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan
    4 hari lalu
    Grup Musik No Na Buka Era Album Island Girl Lewat Lagu Star
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    2 hari lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    6 hari lalu
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    2 minggu lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    2 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Catatan Netizen

Mengenal Cogan | Sebuah Regalia Legitimasi Sultan

Editor Redaksi 6 tahun lalu 1.7k disimak

Cogan jadi salah satu alat kebesaran atau Regalia yang pernah dimiliki oleh Kerajaan Johor, Riau, Lingga, dan Pahang. Namun tahukah, alat kebesaran ini dianggap sangat penting dalam upacara penabalan seorang sultan. Bahkan, sebuah Cogan mampu melambangkan legitimasi suatu periode kesultanan. Tulisan ini dibuat oleh Reni Hikmalia, seorang warga Netizen di Batam. Kami sajikan untuk pembaca GoWest Indonesia dalam Rubrik Catatan Netizen.

————————

MENYANDANG peran sebagai alat kebesaran Kerajaan Johor, Riau, Lingga, dan Pahang, cogan memang punya posisi tersendiri bagi bangsa Melayu. Perannya cukup strategis, karena menjadi simbol kebesaran sekaligus kepemimpinan seorang sultan di masa itu.

Tak heran jika kemudian Cogan dibuatkan replikanya, yang berdiri megah di depan Museum Batam Raja Ali Haji di sudut Dataran Engku Putri, Batam Canter.

Replika itu menjulang dengan tinggi bangunan tiga meter dan lebar 1,5 meter.

Sebenarnya, cogan yang asli terbuat dari perpaduan emas dan perak yang bertahtakan permata mirah. Bagian utamanya berupa lempengan emas yang menyerupai daun sirih, yang berhiaskan enskripsi berbahasa Melayu, tulisannya menggunakan huruf Arab Melayu.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Muhammad Zen, cogan berfungsi jadi alat kebesaran raja, dan simbol legitimasi seorang sultan.

Engku Puteri Raja Hamidah sebagai pemegang regalia Kerajaan Johor, Riau, Lingga, dan Pahang, kedudukannya cukup penting dalam kerajaan besar tersebut.

“Beliau Putri Raja Haji Fisabilillah, Yang Dipertuan Muda Riau ke-4. Engku Puteri adalah permaisuri Sultan Mahmud Riayat Syah III, Sultan Johor, Riau, Lingga, dan Pahang. Kedudukan Engku Puteri Raja Hamidah amat penting dalam kerajaan itu. Karena kepadanyalah, diamanahkan oleh Sultan Mahmud Riayat Syah alat-alat kebesaran regalia Kerajaan Johor, Riau, Lingga, dan Pahang,” katanya, Minggu (31/1).

Berfungsi sebagai simnol legitimasi dalam Kerajaan Johor, Riau, Lingga, dan Pahang, dalam setiap penabalan atau pelantikan atau pengangkatan seorang sultan, juga harus memenuhi syarat yakni disertai dengan alat-alat kebesaran. Saah satunya Cogan.

“Istilahnya, merebut regalia berarti merebut kerajaan, pemerintahan, atau kekuasaan. Dan mengembalikan regalia berarti mengembalikan kerajaan dan pemerintahan yang berdaulat kepada pengganti Sultan yang dipilih,” terangnya.

Secara garis besar, isi keseluruhan teks dalam cogan ini dapat dibagi menjadi tiga bagian. Pertama, bagian pembuka yang berbunyikan seruan dan pujian kepada Allah. Kedua, berisikan silsilah atau asal usul raja-raja Melayu dan kebesaran dan keagungan daulatnya di dalam tanah Melayu. Bagian, ketiga penutup yang berisikan doa dan puji-pujian kepada Allah, Tuhan Seru Sekalian Alam.

“Juga Menjelaskan tentang silsilah Raja-Raja Melayu yang berasal dari Bukit Siguntang, Sumatera Selatan dan berpunca dari Sultan Iskandar Zulkarnain,” ucapnya.

Diceritakan, pentingnya kedudukan cogan antara lain terlihat dalam peristiwa perebutan tahta antara Tengku Husin yang dibela Inggris dan seterunya, Tengku Abdul Rahman yang didukung Belanda pada tahun 1819 sampai 1822. Kedudukan legimitasi seorang sultan yang telah mendorong pihak penjajah Belanda merebutnya dari tangan Engku Putri Raja Hamidah pada bulan Oktober 1822.

Sejak tahun 1913, cogan dan sejumlah benda lainnya yang pernah menjadi regalia Kerajaan Johor, Riau, Lingga, dan Pahang, telah menjadi koleksi Museum Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen di Batavia dan menjadi bagian dari koleksi Museum Nasional di Jakarta.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardwinata mengatakan, Melayu memiliki cerita sejarah yang menarik untuk dipelajari. Salah satunya tentang cogan, yang merupakan alat kebesaran Kerajaan Johor, Riau, Lingga, dan Pahang. Ardi mengajak para generasi muda mengenal peninggalan budaya.

”Mungkin jarang mendengarnya, namun tak ada salahnya kita kembali mengingatkan tentang sejarah Cogan kepada generasi miilenial Kota Batam,” katanya.

Di Kota Batam, terdapat replika cogan, tepatnya di halaman luar Museum Batam Raja Ali Haji. masyarakat dapat melihatnya dan mengabadikan lewat kamera smartphone. Pihaknya akan senantiasa menjunjung tinggi kebudayaan Melayu dengan mengenalkan, merawat warisan budaya di tanah bumi Melayu.

Tak hanya itu kini informasi tentang cogan bisa didapatkan di Museum Batam Raja Ali Haji yang berlokasi di Dataran Engku Putri, Batam Centre. Pengunjung dapat melihat replika cogan pada khazanah Kerajaan Riau Lingga.

“Bagi adik-adik yang ingin mengetahui tentang Budaya Melayu bisa mengunjungi Kantor Disbudpar Kota Batam atau bisa berkunjung ke Museum Batam Raja Ali Haji,” terangnya. (*)

Penulis : Reni Hikmalia / Netizen di Batam

Kaitan Budaya Melayu, Cogan, Dinas Budpar Batam, Kerajaan Riau Lingga, top
Redaksi 1 Februari 2021 1 Februari 2021
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya DPRD Batam Temukan Indikasi Pembuangan Limbah Minyak Kapal ke Pantai
Artikel Selanjutnya BP Batam Bangun IPAL | Bentuk Upaya Pemerintah Amankan Lingkungan

APA YANG BARU?

Pelaku Jadi Tersangka, Bakar Rayap Pakai Ban Dalam Lahan 10 Hektare di Tembesi Batam Ludes
Artikel 13 jam lalu 183 disimak
SCC Resmikan Terminal Baru HarbourFront Berbasis Teknologi Terintegrasi
Artikel 14 jam lalu 181 disimak
BMKG: Hujan Guyur Batam 3-5 Hari ke Depan, Waspada Cuaca Cepat Berubah
Artikel 15 jam lalu 284 disimak
Jaringan Curanmor Batam Dibongkar, 40 Motor Sitaan Dipajang di Mapolresta Barelang
Artikel 16 jam lalu 251 disimak
Awal Musim Hujan Bergeser, BMKG Imbau Kesiapsiagaan Lintas Sektor
Artikel 1 hari lalu 283 disimak

POPULER PEKAN INI

Hujan Sebentar; Batam Banjir, Mobil Warga Hanyut
Artikel 1 hari lalu 517 disimak
Meriah! Pesta Rakyat HUT ke-13 RW 20 Cipta Permata Dihadiri Camat dan Lurah
Artikel 5 hari lalu 502 disimak
Pemko Batam Bentuk Tim Investigasi dan Tanggung BPJS 1.025 Buruh PT Ghim Li
Artikel 6 hari lalu 386 disimak
BP Batam Dorong Industri Data Center Bangun SWRO Sendiri
Artikel 6 hari lalu 351 disimak
Assiamkang; Jejak Komunitas Teochew di Belantara Batam
Histori 4 hari lalu 341 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?