Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Lajur Prioritas Trans Batam Diterapkan Bertahap, Mulai Batam Center
    9 jam lalu
    Cegah Aset Kabur, Buruh PT Ghim Li Batam Bersiaga 24 Jam di Depan Pabrik
    9 jam lalu
    Hujan Ringan Diprakirakan Basahi Batam Siang Hingga Sore
    9 jam lalu
    Lion Air Jakarta-Pekanbaru Dialihkan ke Batam
    9 jam lalu
    Kendala Data Hambat Penelusuran Lima Warga Batam di Penampungan Kamboja
    9 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Kebakaran Lahan Berulang di Desa Sebong Pereh; Diduga Sengaja Dibakar
    2 hari lalu
    Ekspedisi Dokumentasi Prasasti Pasir Panjang 1955
    6 hari lalu
    “Absensi Digital Langsung ke WhatsApp Orang Tua’
    6 hari lalu
    Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya
    1 minggu lalu
    Dari Letnan Asworth ke Brandes; Inkripsi Prasasti Budha di Karimun
    2 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    5 hari lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    1 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    1 minggu lalu
    Tanjung Lamun, Batam
    1 minggu lalu
    Gunung Kijang, Bintan
    1 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Catatan Netizen

Mengenal Cogan | Sebuah Regalia Legitimasi Sultan

Editor Redaksi 6 tahun lalu 1.7k disimak

Cogan jadi salah satu alat kebesaran atau Regalia yang pernah dimiliki oleh Kerajaan Johor, Riau, Lingga, dan Pahang. Namun tahukah, alat kebesaran ini dianggap sangat penting dalam upacara penabalan seorang sultan. Bahkan, sebuah Cogan mampu melambangkan legitimasi suatu periode kesultanan. Tulisan ini dibuat oleh Reni Hikmalia, seorang warga Netizen di Batam. Kami sajikan untuk pembaca GoWest Indonesia dalam Rubrik Catatan Netizen.

————————

MENYANDANG peran sebagai alat kebesaran Kerajaan Johor, Riau, Lingga, dan Pahang, cogan memang punya posisi tersendiri bagi bangsa Melayu. Perannya cukup strategis, karena menjadi simbol kebesaran sekaligus kepemimpinan seorang sultan di masa itu.

Tak heran jika kemudian Cogan dibuatkan replikanya, yang berdiri megah di depan Museum Batam Raja Ali Haji di sudut Dataran Engku Putri, Batam Canter.

Replika itu menjulang dengan tinggi bangunan tiga meter dan lebar 1,5 meter.

Sebenarnya, cogan yang asli terbuat dari perpaduan emas dan perak yang bertahtakan permata mirah. Bagian utamanya berupa lempengan emas yang menyerupai daun sirih, yang berhiaskan enskripsi berbahasa Melayu, tulisannya menggunakan huruf Arab Melayu.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Muhammad Zen, cogan berfungsi jadi alat kebesaran raja, dan simbol legitimasi seorang sultan.

Engku Puteri Raja Hamidah sebagai pemegang regalia Kerajaan Johor, Riau, Lingga, dan Pahang, kedudukannya cukup penting dalam kerajaan besar tersebut.

“Beliau Putri Raja Haji Fisabilillah, Yang Dipertuan Muda Riau ke-4. Engku Puteri adalah permaisuri Sultan Mahmud Riayat Syah III, Sultan Johor, Riau, Lingga, dan Pahang. Kedudukan Engku Puteri Raja Hamidah amat penting dalam kerajaan itu. Karena kepadanyalah, diamanahkan oleh Sultan Mahmud Riayat Syah alat-alat kebesaran regalia Kerajaan Johor, Riau, Lingga, dan Pahang,” katanya, Minggu (31/1).

Berfungsi sebagai simnol legitimasi dalam Kerajaan Johor, Riau, Lingga, dan Pahang, dalam setiap penabalan atau pelantikan atau pengangkatan seorang sultan, juga harus memenuhi syarat yakni disertai dengan alat-alat kebesaran. Saah satunya Cogan.

“Istilahnya, merebut regalia berarti merebut kerajaan, pemerintahan, atau kekuasaan. Dan mengembalikan regalia berarti mengembalikan kerajaan dan pemerintahan yang berdaulat kepada pengganti Sultan yang dipilih,” terangnya.

Secara garis besar, isi keseluruhan teks dalam cogan ini dapat dibagi menjadi tiga bagian. Pertama, bagian pembuka yang berbunyikan seruan dan pujian kepada Allah. Kedua, berisikan silsilah atau asal usul raja-raja Melayu dan kebesaran dan keagungan daulatnya di dalam tanah Melayu. Bagian, ketiga penutup yang berisikan doa dan puji-pujian kepada Allah, Tuhan Seru Sekalian Alam.

“Juga Menjelaskan tentang silsilah Raja-Raja Melayu yang berasal dari Bukit Siguntang, Sumatera Selatan dan berpunca dari Sultan Iskandar Zulkarnain,” ucapnya.

Diceritakan, pentingnya kedudukan cogan antara lain terlihat dalam peristiwa perebutan tahta antara Tengku Husin yang dibela Inggris dan seterunya, Tengku Abdul Rahman yang didukung Belanda pada tahun 1819 sampai 1822. Kedudukan legimitasi seorang sultan yang telah mendorong pihak penjajah Belanda merebutnya dari tangan Engku Putri Raja Hamidah pada bulan Oktober 1822.

Sejak tahun 1913, cogan dan sejumlah benda lainnya yang pernah menjadi regalia Kerajaan Johor, Riau, Lingga, dan Pahang, telah menjadi koleksi Museum Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen di Batavia dan menjadi bagian dari koleksi Museum Nasional di Jakarta.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardwinata mengatakan, Melayu memiliki cerita sejarah yang menarik untuk dipelajari. Salah satunya tentang cogan, yang merupakan alat kebesaran Kerajaan Johor, Riau, Lingga, dan Pahang. Ardi mengajak para generasi muda mengenal peninggalan budaya.

”Mungkin jarang mendengarnya, namun tak ada salahnya kita kembali mengingatkan tentang sejarah Cogan kepada generasi miilenial Kota Batam,” katanya.

Di Kota Batam, terdapat replika cogan, tepatnya di halaman luar Museum Batam Raja Ali Haji. masyarakat dapat melihatnya dan mengabadikan lewat kamera smartphone. Pihaknya akan senantiasa menjunjung tinggi kebudayaan Melayu dengan mengenalkan, merawat warisan budaya di tanah bumi Melayu.

Tak hanya itu kini informasi tentang cogan bisa didapatkan di Museum Batam Raja Ali Haji yang berlokasi di Dataran Engku Putri, Batam Centre. Pengunjung dapat melihat replika cogan pada khazanah Kerajaan Riau Lingga.

“Bagi adik-adik yang ingin mengetahui tentang Budaya Melayu bisa mengunjungi Kantor Disbudpar Kota Batam atau bisa berkunjung ke Museum Batam Raja Ali Haji,” terangnya. (*)

Penulis : Reni Hikmalia / Netizen di Batam

Kaitan Budaya Melayu, Cogan, Dinas Budpar Batam, Kerajaan Riau Lingga, top
Redaksi 1 Februari 2021 1 Februari 2021
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya DPRD Batam Temukan Indikasi Pembuangan Limbah Minyak Kapal ke Pantai
Artikel Selanjutnya BP Batam Bangun IPAL | Bentuk Upaya Pemerintah Amankan Lingkungan

APA YANG BARU?

Lajur Prioritas Trans Batam Diterapkan Bertahap, Mulai Batam Center
Artikel 9 jam lalu 105 disimak
Cegah Aset Kabur, Buruh PT Ghim Li Batam Bersiaga 24 Jam di Depan Pabrik
Artikel 9 jam lalu 119 disimak
Hujan Ringan Diprakirakan Basahi Batam Siang Hingga Sore
Artikel 9 jam lalu 110 disimak
Lion Air Jakarta-Pekanbaru Dialihkan ke Batam
Artikel 9 jam lalu 114 disimak
Kendala Data Hambat Penelusuran Lima Warga Batam di Penampungan Kamboja
Artikel 9 jam lalu 99 disimak

POPULER PEKAN INI

Pertama Kali Digelar! Lomba Karaoke RW 20 “Cipta Permata Idol” Sukses Hibur Warga
Artikel 4 hari lalu 852 disimak
19 Penerbangan Batam–Jakarta Batal Akibat Abu Krakatau, Penumpang Beralih ke Rute Transit
Artikel 6 hari lalu 348 disimak
Ekspedisi Dokumentasi Prasasti Pasir Panjang 1955
Histori 6 hari lalu 309 disimak
Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
Tokoh 5 hari lalu 289 disimak
Akses Udara Terganggu, Agenda MICE dan Wisata Batam Ikut Terdampak
Artikel 6 hari lalu 289 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?