Hubungi kami di

Ide

“Menghormati Tim Kerja”

Mike Wibisono

Terbit

|

KITA semua pasti pernah mendengar istilah menghormati orang lain (respect for people) apabila kita bekerja sama dengan orang lain dalam sebuat tim kerja.

Sebenarnya apakah pengertian menghormati orang lain ini? Kita tidak harus mencampuradukkan dan membedakan arti dari menghormati orang lain (respect for people) dengan bersikap sopan kepada orang lain (being polite) karena memang tidak ada definisi pasti dari arti kata menghormati (respect) ini. Masing-masing orang akan mempunyai definisi yang berbeda-beda.

Namun, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk memulai melatih diri kita untuk menghormati orang lain dalam sebuah tim kerja yaitu dengan cara antara lain sebagai berikut:

“Mendengarkan”.

Dengarkan apa yang orang lain katakan. Orang lain akan sangat merasa dihargai apabila kita mendengarkan apa yang mereka ungkapkan. Disamping itu bisa jadi kita menemukan banyak hal yang sangat berarti dibalik apa yang mereka katakan.

“Menghargai”.

Jangan pelit untuk sering mengatakan “terima kasih” kepada orang lain. Selalu hargai usaha, jerih payah dan kontribusi hasil kerja mereka sekecil apapun. Tidak ada hal lain yang bisa memicu moral seseorang kecuali penghargaan dari teman sekerja ataupun manager mereka

“Akuntabilitas”.

Selalu bisa menerima pendapat dan masukan dari orang lain dalam memutuskan sesuatu. Hal ini sangat penting terutama apabila keputusan ini menyangkut nasib mereka. Menurut saya ini yang sangat sering diabaikan oleh beberapa orang yang berpikir mereka tahu apa yang lebih baik bagi orang lain hehe
Menghormati orang lain dalam sebuah tim kerja bisa juga berarti memperlakukan mereka dengan sepantasnya dan pada tempatnya sebagai seorang profesional. Pengakuan ini tentu saja sifatnya timbal balik.

Menghormati anggota tim juga secara tidak langsung melatih mereka untuk terus bersikap kompeten dalam bidang keahliannya sesuai dengan semangat kerja/filosofi yang dibangun dalam tim kerja tersebut.

Semua orang adalah ahli dan mempunyai spesialisasi di bidangnya masing-masing. Semua orang juga merupakan pemula yang masih dalam tahap belajar. Menanamkan pengertian pada diri sendiri dan memperlakukan diri sendiri sebagai seorang profesional yang mempunyai keahlian sama seperti halnya memperlakukan dan melihat orang lain sebagai seorang ahli, akan membantu kita untuk bisa selalu menghormati mereka.

Murah senyum dan selalu menyebarkan “virus” kebaikan adalah awal yang baik untuk mengawal dan menjaga diri kita agar selalu berjalan pada jalur yang tepat. Seperti sebuah kata bijak,”apa yang kita tabur itulah yang akan kita tuai”

Perlakukan orang lain sama seperti kita ingin diperlakukan oleh mereka. Mungkin kalimat ini sering kita dengar. Dalam sebuah tim kerja yang anggotanya berlatar belakang budaya dan lingkungan yang berbeda-beda, ada baiknya menggunakan kalimat sebagai berikut ;

“perlakukan mereka seperti apa yang mereka ingin diperlakukan”.

Jika semua anggota tim memahami kalimat ini, niscaya sikap saling menghormati yang akan tercipta.

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang menginginkan untuk tidak dihormati oleh orang lain. Sikap menghormati terhadap anggota lain dalam sebuah tim merupakan awal dari sebuah sikap untuk bisa membentuk sebuah tim kerja yang kuat.

Apabila kita menganggap diri kita adalah aset yang berharga dalam sebuah tim kerja, maka bersikap dan bertindaklah seprofesional mungkin sesuai dengan klaim bahwa kita memang aset yang berharga dalam tim tersebut.

Sikap atau tindakan menghargai dan menghormati orang lain bukanlah dikarenakan karena mereka salah atau mereka benar. Tapi karena mereka adalah manusia, sama seperti kita.

(*)

 

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook