Hubungi kami di

Dunia

Menurut WHO Varian Baru COVID-19 Sudah Terdeteksi di 70 Negara

ilham kurnia

Terbit

|

Ilustrasi

ORGANISASI Kesehatan Dunia, WHO, meminta berbagai negara untuk terus waspada akan kemunculan varian baru COVID-19. Sebab, dalam penelusuran mereka, varian baru COVID-19 telah menyebar ke puluhan negara, baik itu varian yang berasal dari Inggris maupun Afrika Selatan.

Varian baru COVID-19 dari Inggris, misalnya, sudah terlacak di 50 negara menurut penelusuran WHO.

Sementara itu, untuk varian baru COVID-19 dari Afrika Selatan, yang dikenal sebagai strain 501Y.V2, ditemukan di 20 negara. Angka-angka tersebut, menurut WHO, merupakan hasil penelusuran sejak kemunculan awal mereka di bulan Desember 2020.

“Meski varian baru COVID-19 ini tidak menimbulkan gejala yang lebih parah, mereka mengakibatkan penambahan jumlah kasus yang begitu cepat hingga sistem kesehatan dalam tekanan,” ujar keterangan pers WHO, dikutip dari kantor berita Al Jazeera, Kamis, 14 Januari 2021.

WHO menduga banyak negara menyepelekan kehadiran varian baru COVID-19 tersebut. Sebab, sebelumnya, tidak ada catatan bahwa varian baru itu bisa menyebar hingga lintas geografis.

Perkembangan terbaru, kata WHO, mereka tengah menelusuri laporan penemuan varian baru COVID-19 di Jepang.

Berdasarkan laporan yang mereka dapat, varian baru itu terdeteksi pada empat pendatang asal Brasil. Mereka adalah dua orang dewasa dan dua anak-anak. WHO belum bisa memastikan apakah varian baru COVID-19 itu mirip dengan yang di Afrika, Inggris, atau varian baru lagi.

BACA JUGA :  Kereta Tanpa Masinis Mulai Beroperasi

“Tujuan bersama kami adalah memiliki mekanisme global yang lebih cepat mendeteksi dan mempelajari segala varian (COVID-19) yang dilaporkan dan dampaknya terhadap upaya pencegahan penyebaran penyakit,” ujar Kepala Penelitian dan Pengembangan WHO, Ana Maria Henao Resapo.

“Semakin banyak virus yang menyebar, maka ini menjadi kesempatan untuk berubah. Tingginya transmisi virus menandakan kita harus bersiap akan munculnya varian-varian baru (COVID-19) lainnya,” ujar Ana Maria menegaskan.

Per berita ini ditulis, tercatat ada 92,7 juta kasus dan 1,9 juta korban meninggal akibat COVID-19 di seluruh dunia. Beberapa negara kembali menerapkan lockdown atau status darurat nasional untuk merespon situasi pandemi yang memburuk.

Malaysia, misalnya, menerapkan status darurat nasional hingga Agustus nanti. Contoh lain, Inggris, menerapkan lockdown nasional ketiganya.

(*)

Sumber : ISTMAN MP | AL JAZEERA | TEMPO
Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook