Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Polairud Polda Kepri Amankan 3 Pelaku Penyelundupan Puluhan Ekor Ayam Hidup
    2 jam lalu
    Ada Pekerjaan Pembersihan Pipa Distribusi, Berikut Beberapa Wilayah Terdampak
    5 jam lalu
    Kapal Kargo Tabrak KM Putra Buluh di Perairan Bintan, 4 Nelayan Masih Hilang
    21 jam lalu
    Rumah Terbakar di Tanjungpinang, Diduga Akibat Obat Terapi yang Dibakar
    21 jam lalu
    Harga Emas Antam dan UBS di Batam Tembus Rp2,8 Juta/ Gram
    21 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    17
    Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 2)
    20 jam lalu
    52.835 Siswa Baru SD-SMP di Batam Dapat Seragam Dari Pemko Batam
    2 hari lalu
    Waduk Nongsa Menyusut 2,5 Meter, BP Batam Siapkan Langkah Darurat
    2 hari lalu
    Krisis Tenaga Pendidik di Batam
    2 hari lalu
    14
    Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 1)
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    3 minggu lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    4 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    1 bulan lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    1 bulan lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Nama Papua dari Masa ke Masa

Editor Admin 10 tahun lalu 5.1k disimak

PAPUA merupakan pulau terbesar kedua di dunia setelah Greenland yang dimiliki Denmark. Pulau ini juga menjadi yang terbesar di Indonesia.

Bila digabung dengan Papua New Guinea, besarnya hampir lima kali luas pulau Jawa.

Dibalik luasnya tanah Papua, sudah tahukah Anda bahwa provinsi itu sempat berganti nama berkali-kali? Ya, pergantian itu dimulai sejak Indonesia, khususnya tanah Papua, masih dijajah Belanda.

Dikutip laman Pogauokto.blogspot.co.id, Minggu 13 November 2016 berikut perubahan namanya:

200-700 Masehi
Penamaan Papua dipengaruhi oleh banyaknya orang yang datang ke pulau itu. Mulai dari peneliti, para pedagang dari China, seorang pengarang Tiongkok, hingga kedatangan para pencari rempah. Papua punya banyak penyebutan, sesuai siapa yang tengah bersinggah.

Nama itu mulai dari Labadios, Tungki, Janggi, Dwi Panta (Ujung Samudera), Samudranta (Ujung Lautan).

Akhir 1300-1646
Kerajaan Majapahit menggunakan dua nama untuk menyebut pulau Papua yaitu Wanin dan Sram. Kemudian Pelaut asal Spanyol Inigo Ortiz de Retes memberi nama Nueva Guinee, dalam bahasa Inggris disebut New Guinea.

Saat menyusuri pantai utara pulau Papua dia melihat ciri-ciri penduduk yang berkulit hitam, berambut keriting sama seperti di belahan bumi Afrika bernama Guinea.

Maka diberi nama pulau Papua sebagai Nueva Guinee atau Pulau Guinea Baru dan dipertahankan sampai dua abad.

Lalu Belanda kembali mengubah nama Papua dari Nieuw Guinea menjadi Nederlands Nieuw Guinea. Perubahan nama tersebut lebih bersifat politis karena Belanda tak ingin kehilangan pulau Papua dari Indonesia pada zaman itu.

Kemudian Kerajaan Tidore yang memberi nama untuk pulau dan penduduknya sebagai Papa-Ua yang sudah berubah penyebutannya menjadi Papua. Dalam bahasa Tidore artinya tidak bergabung atau tidak bersatu.

Era Soeharto dan Gusdur

Respons penduduk terhadap nama Papua cukup baik. Alasannya karena nama tersebut benar mencerminkan identitas diri mereka sebagai manusia (berkulit) hitam, keriting, dan sangat berbeda dengan penduduk Melayu juga kerajaan Tidore.

Di zaman penjajahan Belanda atau Residen JP Van Eechoud meminta agar dewannya mengkaji sejarah dan budaya tentang Papua. Hingga akhirnya Frans Kaisiepo mengambil sebuah nama mitos Manseren Koreri–legenda termashyur masayarakat Biak, yaitu Irian.

Dalam bahasa Biak Numfor, ‘iri’ artinya tanah dan ‘an’ adalah panas.

Dengan demikian Irian artinya tanah panas. Pengertian itu sama seperti di Serui, ‘iri’ artinya tanah ‘an’ bangsa. Jadi Irian artinya Tanah Bangsa, sementara dalam bahasa Merauke, ‘iri’ artinya ditempatkan atau diangkat tinggi dan ‘an’ adalah bangsa. Jadi Irian adalah bangsa yang diangkat tinggi.

Lalu pada 1961, lembaga yang didirikan Belanda, Komite Nasional Papua (Nieuw Guinea Raad) mengibarkan bendera nasional baru yang dinamakan Bintang Kejora. Mereka menetapkan nama Pulau Papua sebagai Papua Barat.

Pada 1969, PBB mengizinkan Papua memiliki dua nama selain Papua Barat, yaitu West New Guinea atau Irian Barat. Nama Irian Barat resmi disandang sejak 1 Mei 1963.

Pada 1 Maret 1973, Irian Barat diganti oleh Presiden Soeharto menjadi nama Irian Jaya. Memasuki era reformasi, sebagian masyarakat menuntut penggantian nama Irian Jaya menjadi Papua. Presiden Abdurrahman Wahid (Gusdur) memenuhi permintaan sebagian masyarakat tersebut.

Dalam acara kunjungan resmi kenegaraan Presiden, sekaligus menyambut pergantian tahun baru 1999 ke 2000, pagi hari tanggal 1 Januari 2000, beliau memaklumkaan bahwa nama Irian Jaya saat itu dirubah namanya menjadi Papua. ***

Kaitan irian barat, irian jaya, nama, papua, suharto, sukarno gusdur
Admin 13 November 2016 13 November 2016
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya “Valerian and the City of a Thousand Planets” , Mengangkat Kisah dari Komik
Artikel Selanjutnya Kronologis Ledakan Gereja Oikumene Samarinda dan Data Korban

APA YANG BARU?

Polairud Polda Kepri Amankan 3 Pelaku Penyelundupan Puluhan Ekor Ayam Hidup
Artikel 2 jam lalu 66 disimak
Ada Pekerjaan Pembersihan Pipa Distribusi, Berikut Beberapa Wilayah Terdampak
Artikel 5 jam lalu 272 disimak
Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 2)
Histori 20 jam lalu 183 disimak
Kapal Kargo Tabrak KM Putra Buluh di Perairan Bintan, 4 Nelayan Masih Hilang
Artikel 21 jam lalu 192 disimak
Rumah Terbakar di Tanjungpinang, Diduga Akibat Obat Terapi yang Dibakar
Artikel 21 jam lalu 188 disimak

POPULER PEKAN INI

“Berkarya untuk Negeri”: Mobil Hias RW 20 Cipta Permata Ikut Ramaikan Pawai Pembangunan Kota Batam
Artikel 2 hari lalu 497 disimak
BP Batam Dukung Pemerintah Pusat: Penataan Lahan & Laut Harus Ada Kepastian Hukum
Artikel 7 hari lalu 414 disimak
Diduga Terjadi Pengavelingan Laut di Teluk Tering, BP Batam Verifikasi Alokasi Lahan 28 Perusahaan
Artikel 3 hari lalu 327 disimak
Ada Pekerjaan Pembersihan Pipa Distribusi, Berikut Beberapa Wilayah Terdampak
Artikel 5 jam lalu 272 disimak
Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 1)
Histori 3 hari lalu 260 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?