Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Hari ini (25/08), Pagi Sampai Siang Hari Kota Batam Diperkirakan Cerah Berawan
    5 jam lalu
    Amsakar Pastikan Revitalisasi Pasar Induk Jodoh Tetap Berjalan
    14 jam lalu
    El Nino Melanda, Air Batam Hilir Terapkan Pengurangan Aliran di Nongsa & Batu Besar
    16 jam lalu
    Ribuan Srikandi ikuti gerak jalan 8 Kilometer di Tanjungpinang
    2 hari lalu
    Suhu Batam dan Karimun Tembus 32°C, Angin Kencang Hambat Pertumbuhan Awan Hujan di Kepri
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Negeri Lingga, 1861 (Bagian 1)
    1 hari lalu
    Jalan Kaki itu Membahagiakan
    2 hari lalu
    Anggaran Pendidikan Rp 820,9 Triliun Belum Sentuh Kesejahteraan Guru
    3 hari lalu
    Siswa SDN 005 Teluk Sebong Diajak Lebih Pede Lewat Kegiatan Literasi
    4 hari lalu
    IPB, UGM, dan University of Melbourne Gelar Program Kuliah Pertanian Lintas Negara
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Gedung Beringin, Batam
    2 hari lalu
    Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
    6 hari lalu
    Inflasi Kota Batam Juli 2026 Stabil di Angka 3,49 Persen
    1 minggu lalu
    Bandar Udara Raja Haji Abdullah, Karimun
    1 minggu lalu
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Nasi dalam Centhini

Editor Admin 4 tahun lalu 809 disimak

DIET mengurangi konsumsi nasi sedang tren belakangan ini. Banyak yang meyakini, mengurangi karbohidrat dari nasi membuat tubuh semakin sehat. Ahli Gizi UGM Rahadyana Muslichah mengatakan bahwa pemenuhan kebutuhan karbohidrat saat diet tidak hanya bisa didapat dari nasi putih saja.

“Variasikan dengan bahan pangan lain seperti singkong, ubi, atau beras merah yang mengandung serat,” kata Rahadyanan, dilansir dari berita ugm.ac.id, 11 Januari 2022.

Pada 2012, Pemerintah Kota Depok bahkan mengeluarkan peraturan, SK wali kota Depok No. 010/27-um, yang menganjurkan warganya tidak mengonsumsi nasi setiap hari Selasa. Melalui program ber-tagline “One Day No Rice”, warga Depok diharapkan mencari alternatif makanan mengandung karbohidrat seperti umbi-umbian. Konon, peraturan itu terinspirasi dari kesuksesan program serupa di Korea Selatan.

Bukan perkara mudah, memang, menghilangkan kebiasaan makan nasi di negeri ini. Nasi sudah lama menjadi makanan utama masyarakat Indonesia. Bahkan, sampai ada anggapan di masyarkat bahwa seseorang yang belum makan nasi maka dianggap belum makan.

Banyak catatan kuno “mengabadikan” tentang nasi dan segala macam yang menyertainya, semisal Prasasti Paradah (943 M) dan Prasasti Panggumulan (902 M). Akan tetapi Serat Centhini yang datang jauh setelah itu menunjukkan keunikan yang dimiliki nasi. Nasi, menurut serat tersebut, tidak hanya didapat dari beras olahan biji padi. Sekul /sega, istilah yang digunakan Centhini untuk nasi, saat itu juga dapat dibuat dari olahan jagung. Jenis-jenisnya dapat berupa gaga (beras merah), beras biasa, ketan, dan jagung.

Selain menginformasikan bahan dasar nasi, Centhini juga menyebutkan cara pengolahan nasi, yang antara lain berupa nasi liwet. Ada dua cara membuat nasi liwet, menurut serat Centhini. Pertama, menggunakan kendhil (periuk kecil) dan cara kedua, menggunakan dandang. Penggunaan kedua jenis alat masak itu berangkat dari jumlah nasi yang diperlukan. Kendhil dipilih bila jumlah nasi yang diperlukan sedikit, sementara dandang digunakan bila keperluannya banyak. Seberapa banyak orang Jawa memasak nasi, biasanya ditentukan dari keperluannya.

Saat itu, nasi masih umum dijadikan jamuan istimewa tuan rumah kepada para tamunya, bukan barang konsumsi harian seperti kini. Hal itu bisa dilihat antara lain dari pupuh 56 Centhini, yang mengisahkan sebuah kunjungan yang dilakukan Raden Jayangresmi (Syeh Amongraga), buyut dari Sunan Giri sepuh.

“Usai perjalanan panjang, Raden Jayangresmi bersama Gatak-Gatuk sampai di Bogor, kemudian makanan yang disajikan adalah nasi liwet dengan lauk berbagai masakan yang dibuat dari bahan dasar ikan tambra,” kata Centhini.

Centhini juga menyebutkan fungsi lain nasi sebagai medium manusia untuk bersedekah. Hal ini digambarkan oleh tokoh utama dalam karya sastra Serat Centhini, Syeh Amongraga dan Niken Tembanglaras.

“Sepeninggalan Syeh Amongraga, setiap hari Jumat, Senin, dan Kamis Kliwon, Niken Tembanglaras selalu memberikan sedekah.”

Sedekah yang dilakukan Tembangraras berbeda-beda. Ada yang diniatkan untuk memuliakan para nabi, atau kemuliaan wali, dan ada pula yang untuk memuliakan leluhur.

Untuk memuliakan para nabi, hidangan yang disedekahkan berupa nasi langgi dengan lauk ayam dan lalapan cabai yang sudah dicuci bersih. Adapun untuk memuliakan wali, terdiri dari beras (belum dimasak), nasi golong, pecel ayam, jangan (sayur) menir, beraneka macam ikan, serta macam-macam lalaban. Kemudian saat memuliakan leluhur, sajiannya berupa nasi langgi, janganpindhang merah putih, nasi tumpeng, nasi golong, nasi liwet, nasi megana, daging burung, ikan laut, ikan air tawar, bermacam-macam sayuran, bermacam-macam buah, dan jajanan pasar.

Tingginya “status” yang dimiliki nasi di masyarakat menjadikannya lebih umum digunakan sebagai suguhan untuk para tamu dalam acara-acara khusus besar maupun kecil. Mulai dari syukuran dan ruwatan anak hingga pernikahan atau upacara tradisional.

“Untuk keperluan acara ruwatan dengan pertunjukan wayang, disajikan nasi tumpeng sembilan jenis yaitu: tumpeng tutul, tumpeng lugas, tumpeng kendhit, tumpeng yang pucuknya diberi cabai merah, tumpeng megana dengan sayuran, tumpeng megana dengan lauk ayam, tumpeng rajeg, tumpeng berpuncak telur, dan tumpeng sembur,” kata Timbul Haryono dalam “Serat Centhini sebagai Sumber Informasi Jenis Makanan Tradisional Masa Lampau”, termuat di Jurnal Humaniora edisi Juni-Agustus 2008.

Umumnya, orang yang akan mengadakan hajatan mengumpulkan beras dalam jumlah banyak. Seringkali beras itu dikumpulkan sedikit demi sedikit dalam rentang waktu yang panjang. Penanganannya pun tidak sembarangan.

“Oleh karena itu beras ditempatkan di suatu ruangan tertentu (gedhong beras) dilengkapi sesaji,” kata Wahjudi Pantja Sunjata dalam buku Kuliner dalam Serat Centhini.

Selain beras, tempat-tempat yang berkaitan dengan makanan juga perlu diberi sesaji, seperti sesaji pawon (dapur), gedhong ulam (alas makan), dan gedhong sekul (tempat nasi). Ini harus dilakukan sebelum memasang janur kuning yang dipasang di kanan-kiri gapura orang yang memiliki hajat (tarub).

Kuliner-kuliner yang disebutkan di SeratCenthini masih sering ditemukan pada masa kini meskipun tidak sepenuhnya hadir saat ritual dan perayaan. Akan tetapi, nasi tetap berada di posisi utama dalam dunia grastonomi Jawa.

(*)

Sumber: historia.id

Kaitan beras, diet, kuliner
Admin 3 Oktober 2022 3 Oktober 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Pasok 600 Ton, Bulog Jamin Stok Beras di Natuna Aman hingga Akhir Tahun
Artikel Selanjutnya Menko PMK: Data Terakhir Korban Tragedi Kanjuruhan 448 Orang | 302 Luka Ringan, 21 Luka Berat, 125 Meninggal

APA YANG BARU?

Hari ini (25/08), Pagi Sampai Siang Hari Kota Batam Diperkirakan Cerah Berawan
Artikel 5 jam lalu 60 disimak
Amsakar Pastikan Revitalisasi Pasar Induk Jodoh Tetap Berjalan
Artikel 14 jam lalu 54 disimak
El Nino Melanda, Air Batam Hilir Terapkan Pengurangan Aliran di Nongsa & Batu Besar
Artikel 16 jam lalu 66 disimak
Negeri Lingga, 1861 (Bagian 1)
Histori 1 hari lalu 208 disimak
Gedung Beringin, Batam
Infrastruktur 2 hari lalu 244 disimak

POPULER PEKAN INI

BMKG Batam:”Hari Ini dan Besok, Cuaca Kepri Cerah Berawan”
Artikel 4 hari lalu 429 disimak
Basri DPO Kasus Narkoba Batam Diduga Kabur ke Malaysia
Artikel 6 hari lalu 410 disimak
Kodrat Batam Siapkan 17 Atlet ke Porprov Kepri, Target Pertahankan Juara Umum
Sports 6 hari lalu 371 disimak
Ekspor Ikan Batam Tembus Rp125 Miliar ke Singapura, Sudah 45% dari Target 2026
Artikel 6 hari lalu 347 disimak
Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
Statistik 6 hari lalu 329 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?