Hubungi kami di

Catatan Netizen

PARTAI KOOPERASI

ilham kurnia

Terbit

|

Ilustrasi, warna bendera Indonesia. Ist.

Oleh : Farid Gaban

———–

SAYA golput sejak 2009, tapi tidak anti-politik. Politik, buat saya, adalah sarana untuk membangun kebijakan yang melayani publik (public policy): dari soal “teknis” seperti penyediaan air bersih, pengolahan sampah, transportasi, hingga soal “abstrak” seperti tatanan ekonomi, sosial dan sebagainya.

Beberapa waktu lalu, saya dikontak teman-teman muda pegiat koperasi yang berhasrat mendirikan partai baru: Partai Koperasi. Saya suka koperasi genuine sebagai sebuah gerakan (bukan “koperasi rentenir” yang ada banyak sekarang). Tapi, saya punya syarat untuk mendukungnya.

PERTAMA, Partai Kooperasi harus bergerak di luar sistem, setidaknya sekarang: tidak perlu mendaftar ikut pemilihan, tidak perlu pengakuan pemerintah. Partai Koperasi adalah partai dari, oleh, untuk anggota secara sukarela, meski memperjuangkan cita-cita yang lebih besar dari sekadar kepentingan kelompok.

Suatu ketika, Partai Kooperasi memang bisa masuk ke sistem elektoral, tapi setelah sistem kepartaian dan pemilu dirombak secara fundamental, bukan sistem statusquo seperti sekarang. Tapi, bahkan jika masuk, itu bukan tujuan utamanya.

KEDUA, sesuai namanya, Partai Kooperasi harus menjadi gerakan (movement) serta sarana pendidikan politik, ekonomi dan sosial sekaligus, seperti dipromosikan oleh Bung Hatta. Koperasi bukan cuma entitas ekonomi, dia cermin tata politik demokratis di level terkecil, serta tempat anggota dan masyarakat luas belajar bersama (institusi sosial).

BACA JUGA :  Melihat Wuhan Sebelum Bencana Tiba

KETIGA, Partai Kooperasi harus mendorong dan memperluas pembentukan koperasi yang genuine, bukan koperasi yang salah arah seperti sekarang. Harus berani memperjuangkan demokrasi ekonomi dan meng-advokasi kebijakan publik yang selaras dengannya.

Jika teman-teman tertarik, silakan bergabung dengan partai ini, ikut berpartisipasi aktif dan belajar bersama anggota lain, termasuk kritis mengawasi arah geraknya. Jika melenceng dari tujuan besarnya, tinggalkan saja, atau turunkan para pengurusnya!


Meneruskan pesan dari Suroto Ph:

AYO GABUNG PARTAI KOOPERASI!
Sebuah grup untuk menginisiasi dan mendeklarasikan Partai Koperasi di Indonesia; sebuah partai yang diusahakan untuk membangun kekuatan politik para pegiat koperasi di seluruh Indonesia. Partai kader non elektoral yang menganjurkan politik solidaritas, inklusifitas, dan perdamaian dalam mewujudkan demokrasi ekonomi kita.
Buka tautan ini untuk bergabung ke grup WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/HC7pTWNlyFnF0V8Aawppyr
Registrasi keanggotaan partai koperasi http://bit.ly/registrasipartaikoperasi
PARKOOP tidak didaftarkan sebagai partai formal, ..penting manfaat buat rakyat dan jadi kekuatan riil rakyat berdaulat. Semua anggotanya menyumbang partai baik itu dalam bentuk pemikiran, iuran, dan atau selemah lemagnya ikut promosikan kooperasi di sosial media…
Semua anggota parpol formal, ormas, lsm, komunitas dll terbuka untuk jadi anggota kami. Asal mau iuran dan buat pembelaan buat demokrasi ekonomi riil.

(*)

Seperti ditulis Jurnalis Senior Farid Gaban 
di akun jejaringnya.
Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook