Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Banjir di Bengkong Swadebi Jadi Atensi Pemko Batam dan BP Batam
    13 jam lalu
    Gagalkan Penyelundupan 506 Ribu Batang Rokok Ilegal, Bea Cukai Batam Amankan Dua Speedboat
    15 jam lalu
    Rehabilitasi Asrama Haji Tanjungpinang Rp4 Miliar Ditargetkan Rampung Akhir 2026
    15 jam lalu
    Tanah Bergeser Hingga 8 Meter, Jalan Gajah Mada Rawan Kerusakan Berulang
    17 jam lalu
    Ratusan Eks Karyawan PT Ghimli Kembali Datangi DPRD Batam
    17 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    FIFA ASEAN Cup 2026, Menang Dramatis 9-2 Atas Bangladesh, Indonesia Singkirkan Malaysia
    1 hari lalu
    FIFA ASEAN Cup 2026, Laga Lawan Bangladesh Timnas Garuda Harus Menang Besar
    2 hari lalu
    Asian Games 2026, Panahan Sumbang Koleksi Emas untuk Indonesia
    2 hari lalu
    Asian Games 2026, Indonesai Tambah Emas Kembali dari Panjat Tebing Putri
    2 hari lalu
    Asian Games 2026, Ganda Putra Bulutangkis Sumbangkan Emas Ketiga Untuk Indonesia
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
    2 hari lalu
    Pelawan Merah: Pohon Eksotis yang Menjaga Hutan Kepulauan Riau
    4 hari lalu
    Nazief Soesiladharma (Walikota Batam Ketiga)
    4 hari lalu
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    2 minggu lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    4 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    8 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Pekerjaan Perbankan & Manufaktur Bakal Hilang?

Editor Admin 9 tahun lalu 1.7k disimak

PERUBAHAN zaman memang menggerus banyak hal. Termasuk bidang pekerjaan.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengapresiasi anak-anak milenial yang sangat aktif memproduksi konten-konten positif melalui media sosial maupun dalam kehidupan yang nyata.

Hal itu disampaikannya saat bertemu dengan puluhan anak-anak muda yang selama ini sudah berkiprah dan memanfaatkan media sosial untuk mengekspresikan ide-ide dan gagasannya, di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Beberapa aktivis media sosial hadir dalam acara ini antara lain Eka Gustiwana, Jesica Milla, Ayla Dimitri, Danny Syah Aryaputra, Vanesha Prescilla, Anggika Bolsterli, Melody Nurramdhani Laksani, Vikra Ijas, serta kakak beradik Andovi da Lopez dan Jovial da Lopez, dan beberapa nama lain yang sangat populer sebagai influencer, endorser, maupun aktivis media sosial.

Moeldoko memberikan gambaran bagaimana tantangan ke depan dalam dunia yang berubah sangat cepat.

“Berbagai jenis pekerjaan akan menghilang, mulai dari perbankan sampai dengan manufaktur,”ujarnya.

Teknologi informasi dan komunikasi yang dihadirkan oleh Revolusi Industri 4.0, lanjut Moeldoko, akan mengubah cara manusia berproduksi dan menghasilkan sesuatu. “Generasi seperti kalian-kalian ini, akan merasakan bagaimana teknologi akan menghimpit seluruh kehidupan manusia,” ujar Moeldoko mengingatkan.

Mereka yang Bertahan

Akan tetapi, Kepala Staf Kepresidenan juga memberikan panduan, bagaimana menghadapi perubahan tersebut. “Mereka yang bertahan adalah mereka yang berhasil membangun dirinya. Tidak cukup hanya itu, mereka yang berhasil adalah mereka yang berhasil membangun dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya, dengan melakukan hal-hal yang produktif,” ujar pria asal Kediri tersebut.

Untuk itu, inovasi adalah salah satu jawabannya. “Saya pernah bertemu dengan seorang mahasiswa UGM yang menemukan teknologi micro bubble untuk sistem perikanan. Setelah berdiskusi dan dimatangkan, teknologi tersebut kini sudah bisa masuk ke skala industri, dan dapat mempercepat pertumbuhan ikan-ikan menjadi lebih cepat,” ujarnya.

Dengan teknologi tersebut, produksi ikan budidaya dapat ditingkatkan.

Oleh karena itu, Moeldoko yang didampingi oleh Deputi V Kepala Staf Kepresidenan Jaleswari Pramodhawardani menegaskan tantangan nasionalisme bagi anak-anak muda ke depan bukan lagi mengangkat senjata, melainkan bagaimana ikut menyejahterakan masyarakat luas melalui inovasi dan produksi-produksi hal positif yang dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. Ia melanjutkan penegasannya dengan mengatakan bahwa kuncinya adalah bagaimana mendistribusikan apa yang kita punyai, apa yang kita mampu, untuk mewujudkan keadilan sosial di tengah-tengah masyarakat.

Sementara itu Jaleswari menambahkan, Kantor Staf Presiden akan terus berkolaborasi dengan anak-anak muda untuk menebarkan kebaikan dan hal-hal positif. Ia bercerita bahwa diskusi dan pertemuan semacam ini bukanlah yang pertama kali dilakukan.

“Ini sudah pertemuan ketiga, dan mudah-mudahan dengan kami memfasilitasi pertemuan semacam ini, lebih banyak anak-anak muda yang dapat terlibat dalam gerakan membangun hal-hal produktif,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, ditanyakan perihal kekhawatiran dan keengganan anak-anak muda untuk terlibat dalam bidang politik, Moeldoko menjawab dalam politik, kita seringkali hanya berfokus pada risiko. “Padahal, dalam politik juga terdapat peluang-peluang. Oleh karena itu, yang paling penting adalah tetap berpikiran positif dan berbuat sesuatu, sekecil apapun, untuk membuat keadaan lebih baik,” tutupnya.

Respons Milenial

Ayla Dimitri, salah satu peserta diskusi dan juga tengah meneliti generasi milenial mengajak untuk  berkolaborasi untuk mengomunikasikan dan memberi motivasi kepada anak-anak muda, tentang kesiapan mereka untuk menghadapi kompetisi, kesiapan mental, supaya tidak gampang depresi.

“Karena banyak org tua kurang menyadari akan masalah itu,” katanya.

Sementara itu, Vanesha Prescilla, pemeran Milea dalam film Dilan 1990 yang sedang populer menceritakan bagaimana film yang ikut dibintanginya dapat menjadi pintu masuk untuk mengajak anak-anak muda lebih kritis dan terbuka.

“Sosok Dilan dalam film sekarang menjadi tokoh publik yang diidam-idamkan generasi milenial. Dilan tidak hanya ditampilkan dengan menonjolkan karakter dan sifat yang terkesan negatif dengan kenakalan-kenakalannya.

”Semangat bela negara, kepercayaan diri yang tinggi, yang muncul dalam sosok Dilan, menurut Vanesha dapat ditampilkan dengan cara kekinian yang disukai anak muda,” ujarnya.

Sementara Dany Syah Aryaputra yang kini mengelola web kolaboratif www.kitabisa.com mengutarakan dari komunitas yang pertemuannya difasilitasi oleh Kantor Staf Presiden ini, mereka jadi sering bertemu.

“Lalu muncul ide-ide dan kita sekarang sering berkolaborasi. Surya kolaborasi dengan Archi. Dan seterusnya. Banyak kegiatan yang terjadi. Kita sibuk bikin karya, itu akan sangat positif. Anak muda indonesia kehilangan sosok atau fitur yang layak ditiru. Jika anak-anak muda punya kesibukan, mereka nggak akan macam-macam,” urainya.

Dany menambahkan jika anak-anak muda dari berbagai kelompok dan komunitas sudah saling kenal, ketika tonggak kepemimpinan sudah beralih ke tangan anak-anak muda, generasi milenial sudah seperti kawan seperjuangan.

“Sudah saling kenal. Sudah nggak melihat seperti musuh,” tambahnya.

Sementara itu Siwi, seorang remaja berlatar belakang keluarga Nahdlatul Ulama melihat, tantangan anak-anak muda hari ini justru lebih berat, karena dihadapkan dengan berbagai macam perubahan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar.

“Saya belum bisa membayangkan bagaimana nantinya saya sebagai ibu harus membesarkan dan memberikan pengertian kepada anak-anak saya,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia memilih untuk berkiprah dan berperan lebih aktif dalam berbagai literasi tentang bahaya radikalisme, ekstremisme, dan semacamnya.

Dovi dan Jo da Lopez, kakak beradik yang juga Youtubers mengingatkan, berdasarkan temuan mereka, konten negatif itu menyebar empat kali lebih banyak dibandingkan konten positif. Oleh karena itu, mereka berdua mengingatkan untuk tak lelah-lelah membuat konten positif, persis seperti harapan Moeldoko kepada anak-anak muda tersebut.

Sumber : SUARA

Gowest.id

 

Kaitan hilang, manufaktur, perbankan, revolusi 4.0, top
Admin 7 Februari 2018 7 Februari 2018
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya 182 Juta SIM Card Teregistrasi
Artikel Selanjutnya Taeyang BIGBANG dan Min Hyo Rin Menikah, Hebatnya Mereka Menolak …

APA YANG BARU?

Banjir di Bengkong Swadebi Jadi Atensi Pemko Batam dan BP Batam
Artikel 13 jam lalu 117 disimak
Gagalkan Penyelundupan 506 Ribu Batang Rokok Ilegal, Bea Cukai Batam Amankan Dua Speedboat
Artikel 15 jam lalu 201 disimak
Rehabilitasi Asrama Haji Tanjungpinang Rp4 Miliar Ditargetkan Rampung Akhir 2026
Artikel 15 jam lalu 250 disimak
Tanah Bergeser Hingga 8 Meter, Jalan Gajah Mada Rawan Kerusakan Berulang
Artikel 17 jam lalu 188 disimak
Ratusan Eks Karyawan PT Ghimli Kembali Datangi DPRD Batam
Artikel 17 jam lalu 228 disimak

POPULER PEKAN INI

Terkait Judul “Tambang Rexvin”, PT. Rexvin Group Beri Klarifikasi: Kami Bukan Perusahaan Tambang
Artikel 2 hari lalu 685 disimak
Penyelundupan 11,31 Kg Emas ke Singapura Gagal
Artikel 4 hari lalu 567 disimak
Uji Ketahanan Infrastruktur di Balik Lonjakan Investasi Rp500 Triliun Pusat Data Batam
In Depth 3 hari lalu 507 disimak
Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
Rupa 2 hari lalu 504 disimak
Nasib 1.025 Buruh PT Ghim Li Indonesia Masih Menggantung
Artikel 5 hari lalu 500 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?