Hubungi kami di

Khas

Pembobolan Dana Pemilik Rekening Bank

Mike Wibisono

Terbit

|

BEBERAPA waktu terakhir  sejumlah nasabah bank di beberapa kota di Indonesia mengeluhkan hal yang sama. Uang dalam rekening mereka berkurang tanpa diketahui siapa penariknya. Ada yang mengetahui penarikan tak wajar itu melalui notifikasi SMS Banking yang  terhubung ke ponsel mereka.

Di Pontianak, sejumlah nasabah BNI mengaku rekeningnya dibobol rekeningnya. Para korban mendatangi Kantor Cabang Pembantu BNI di Jalan Sungai Raya Dalam, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya untuk mengadukan permasalahan tersebut, Senin (5/12).

Dilansir dari laman jpnn.com, sebanyak empat nasabah BNI yang mengalami nasib serupa.

Satu diantaranya adalah Jumadi, dosen FISIP Universitas Tanjungpura Pontianak. Ia mengalami kerugian sebesar kurang lebih Rp8 juta.

Menurut Jumadi, hal itu disadarinya setelah ada SMS Banking yang masuk ke telepon genggamnya pada Minggu (4/12) sekitar pukul 20.00.

Pada SMS Banking tersebut menyatakan terjadi penarikan secara tunai sebesar kurang lebih Rp 4 juta.

Kemudian, selang beberapa menit kemudian, terjadi penarikan tunai sebesar kurang lebih Rp 3 juta, dengan total kurang lebih Rp 8 juta.

“Padahal saya tidak merasa menarik uang saya, kok ada pemberitahuan melalui SMS Banking,” katanya.

Awalnya, pria itu menduga kasus ini hanya menimpa pribadinya sendiri. Ternyata ada beberapa nasabah yang mengalami hal serupa. Ia kemudian berpikir kasus yang dialaminya bersama nasabah lain merupakan kejahatan siber (cyber crime). Pelaku menggunakan modus skimming (pencurian data nasabah).

Menurutnya, peristiwa semacam itu tidak hanya menimpa pada nasabah bank di Pontianak. Bahkan salah satunya merupakan warga Banjarmasin yang kebetulan bekerja di Kalimantan Barat.

“Kami berharap, bank lebih meningkatkan sistem keamanannya. Jangan sampai nasabah tidak lagi percaya terhadap sistem perbankan,” harapnya.

Nasib serupa juga dialami Kasiono. Divisi Umum, Keuangan, dan Logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Barat itu menderita kerugian sebesar Rp 12 juta, hingga saldo di rekeningnya ludes.

Korban di Karimun

Peristiwa yang sama juga dialami nasabah Bank Mandiri dan BNI di Kabupaten Karimun. Mereka melaporkan berkurangnya saldo rekening yang dimiliki.

Padahal, mereka tidak melakukan transaksi apapun. Mereka tahu saldo berkurang, karena pemberitahuan sms banking.

Dilansir dari batamtvnews.com, Ferdy salah satu korban mengatakan, bahwa ia kaget saat ponselnya dihubungi costumer service Bank Mandiri di Jakarta yang menginformasikan bahwa ada transaksi berulang atas rekening miliknya dari negara Malaysia.

“Saya pun heran kok tiba-tiba ada telepon masuk mengaku dari Bank Mandiri dan memberitahukan ada aktifitas dari rekening saya berkali-kali, lokasinya pun di Malaysia. Makanya saya bingung sehingga saya datangi kantor cabang Bank Mandiri terdekat di Karimun dan menanyakan kenapa ini bisa kebobolan. Tapi jawabannya bisa saja sistem,” kata Ferdy, Senin (5/12) siang kemarin.

BACA JUGA :  Sindrom "Post Partum Psychosis" Dalam Kasus Ibu Memutilasi Anak Sendiri

Beruntung kata Ferdy, bahwa saldo didalam rekeningnya hanya tersisa Rp150 ribu. Dan terjadi pemotongan saldo saat pelaku yang tidak diketahui mengecek saldo di Malaysia.

Kejadian itu ternyata tidak hanya dialami oleh Ferdy, seorang nasabah lainnya pun mendatangi Kantor cabang Bank Mandiri di Jalan Teuku Umar.

“Rupanya orang disebelah saya yang duduk di teller lain juga melaporkan ada yang menguras saldonya. Padahal baru saja gajian isinya Rp4 juta. Ternyata sudah terkuras habis belum sempat diambil. Laporannya juga sama, diberitahu bahwa ada transaksi yang dilakukan di negara tetangga Malaysia dan saat mengecek ke mesin ATM ternyata saldo kosong dari sebelumnya ada Rp4 juta. Makanya dia datang untuk melaporkan ke pihak Bank Mandiri,” terang warga Teluk Air Kecamatan Karimun ini lagi.

Di hari yang sama, kejadian tersebut juga dialami oleh nasabah BNI. Dikabarkan beberapa nasabah datang melapor ke kantor BNI di Jalan Trikora. Informasi tersebut disampaikan oleh Rosdiana, seorang warga Kolong Kecamatan Karimun.

Menurutnya, saat pagi hari dan baru mengaktifkan ponslenya, ada pesan singkat yang masuk dan menginformasikan bahwa ada transaksi. Ia mengira bahwa ada saldo yang masuk, namun setelah dibaca ternyata ada transaksi yang dilakukan padahal ponselnya sedang tidak aktif saat malam hari.

“Setelah saya cek ke ATM ternyata saldo saya hampir habis. Bingung juga kok bisa seperti itu,” cerita Rosdiana seraya enggan menyebutkan jumlah uang yang terkuras pada rekeningnya.

Foto : © facebook

Foto : © facebook

Informasi pembobolan nasabah bank di Karimun, menyebar luas kemarin sore. Beberapa pengguna media sosial facebook memposting informasi jebolnya saldo pada rekening mereka.

Bahkan ada yang mengaku kehilangan uang pada rekening BNI nya senilai Rp60 juta.

Tanggapan Pihak Bank

Sehubungan dengan peristiwa di kota Pontianak, Kepala Cabang Pembantu BNI Sungai Raya melalui satuan keamanannya menyampaikan, pihaknya enggan komentar.

Menurutnya, pihak BNI akan mempelajari terlebih dahulu apakah memang terjadi kesalahan pada sistem atau terjadi kejahatan perbankan.

Di Karimun,  Kepala Bank BNI Cabang Tanjungbalai Karimun, Joko Teguh Sembodo seperti dilansir tribunnews membenarkan kejadian pembobolan rekening nasabah BNI Karimun.

Joko mengatakan pihaknya sudah mendeteksi, penarikan uang nasabah secara ilegal tersebut dilakukan di luar negeri yakni Kuala Lumpur, Malaysia.

“Benar, sebanyak 70 rekening, kerugian sekitar Rp 400 juta,” ujar Joko Teguh Sembodo, Selasa (6/12). ***

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook