Hubungi kami di

Tanjung Pinang

Pemko Tanjungpinang Siapkan Program Pro Rakyat Guna Tingkatkan Perekonomian

Terbit

|

Wali Kota Tanjungpinang, Rahma, menunjukkan produk olahan UMKM. F. Prokopim Tanjungpinang

PEMERINTAH Kota (Pemko) Tanjungpinang dibawah kepemimpinan Wali Kota Rahma dan Wakil Wali Kota Endang Abdullah menyiapkan program pro rakyat guna meningkatkan perekonomian masyarakat.

Dalam dua tahun terakhir harus dihadapkan tantangan krisis kesehatan yakni pandemi Covid-19, sehingga berdampak terhadap kehidupan sosial masyarakat dan perekonomian di Kota Tanjungpinang.

Meski demikian, setapak demi setapak perekonomian di Kota Tanjungpinang melangkah ke arah yang lebih baik. Hal ini dapat dilihat dari realisasi Nilai Investasi Asing di Kota Tanjungpinang dari 2019-2020 mengalami peningkatan yang signifikan 2.930 US$, namun terjadi penurunan di 2020 akibat pandemi Covid-19.

Namun, seiring membaiknya kondisi pandemi Covid-19 di 2021, nilai investasi asing kembali mengalami kenaikan sebesar 6.233 US$.

Demikian pula, Nilai Investasi Berskala Nasional mengalami peningkatan yang signifikan selama periode 2020-2021 dari Rp 289,347 miliar menjadi Rp 816,526 miliar.

Dari sisi pertumbuhan ekonomi, pasca pandemi di 2021 ini, laju pertumbuhan ekonomi Kota Tanjungpinang mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari tahun sebelumnya -3,55 menjadi 0,59% atau naik 4,04%.

Di bidang perdagangan, kebijakan perlindungan dan pengamanan perdagangan telah dilakukan melalui kegiatan pasar murah, pengoperasian metrologi legal, pemantauan harga stok bahan kebutuhan pokok, serta peningkatan sarana perdagangan.

Tak hanya itu, untuk mendorong perbaikan aktivitas ekonomi, Pemko Tanjungpinang mendukung pengembangan usaha pelaku UMKM dan IKM melalui penyediaan tempat jualan setiap akhir pekan Sabtu-Minggu yang disebut Bazar Juadah Nusantara, di pelataran Gedung Gonggong, Taman Laman Boenda, Tepi Laut.

BACA JUGA :  8.359 Nakes di Kepri Sudah Vaksin Booster Kedua

Selain itu, melakukan kerja sama dengan enam swalayan di Kota Tanjugpinang yakni Pinang Lestari, Pinang Kencana, Pasar Raya 21, Zoom, Kurnia, dan Hypermart dalam penyediaan sarana  penjualan produk UMKM/IKM beserta ambassador nya.

Di setiap swalayan tersebut, sudah disediakan rak khusus atau etalase produk-produk dari 40 IKM yang telah dikurasi dengan dua orang tenaga pemasaran atau SPG.

Demikian juga, para petani dan peternak lokal disediakan fasilitas kegiatan pemasaran hasil pertanian dan peternakan di Gerai Pangan, Jalan Hang Lekir Tanjungpinang.

Kemudian, memfasilitasi penerbitan sertifikasi halal dari BPOM dan P-IRT produk IKM/UMKM. Program fasilitasi sertifikasi halal ini telah terealisasi untuk 351 UMKM.

Mendukung produk-produk daerah agar memiliki daya saing, daya jual, serta daya dorong, Wali Kota Tanjungpinang menerbitkan surat keputusan nomor 140 tahun 2018 tentang penetapan produk unggulan daerah.

Produk unggulan yang ditetapkan yakni dendeng sotong, otak-otak, kerupuk gonggong, kerajinan kerang-kerangan, tanjak, songket, kue tradisional, hingga makanan ringan.

IKM dan UMKM merupakan pilar terpenting dalam perekonomian di kota Tanjungpinang. Tentu, pemko terus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui usaha mikro kecil dan menengah. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah unit usaha di Kota Tanjungpinang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

BACA JUGA :  Tingkatkan Partisipasi Masyarakat, Pemprov Kepri Bentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana

Tercatat pada tahun 2019-2022 mencapai 997 IKM dengan berbagai jenis usaha meliputi 670 IKM pangan, 165 IKM sandang, 68 IKM kerajinan, dan 94 IKM jenis usaha lainnya.

Selama pemerintahan Rahma-Endang, terus berupaya membantu dan mendukung UMKM dan IKM semakin berkembang melalui kolaborsi dengan berbagai pihak. Hal ini dilakukan, karena sejuh ini sektor IKM/IKM telah membuktikan peran pentingnya dalam memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian kota Tanjungpinang.

Sejalan dengan itu, dari 2019-2022, jumlah tenaga kerja yang mendapatkan pelatihan berbasis kompetisi mencapai 359 orang.

Terhadap jaring pengaman sosial, Rahma meluncurkan program kartu pelanggan gas LPG 3 kg bersubsidi “Puan Molek” dengan sasaran 21.774 orang di 309 pangkalan, terdiri dari 16.021 rumah tangga sasaran (RTS), 5.614 usah mikro, dan 148 RTS yang memiliki usaha mikro. Kartu tersebut telah direalisasikan kepada 7.327 RTS.

Segala program yang dijalankan masa pemerintahan Rahma-Endang ini menunjukkan konsistensi pemko untuk mendorong serta meningkatkan perekonomian masyarakat melalui berbagai program yang pro rakyat kecil.

(*)

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid