Hubungi kami di

Kota Kita

Pemutakhirkan Data Kependudukan, Pemprov Kepri Hapus NIK Warga yang Meninggal

Terbit

|

Kepala DPMD Dukcapil Provinsi Kepri, Misni. F. Dok. kepripedia.com

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (DPMD Dukcapil) intensif melakukan pemutakhiran data kependudukan menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Kepala DPMD Dukcapil Provinsi Kepri, Misni, mengatakan pemutakhiran data kependudukan meliputi penghapusan nomor induk kependudukan (NIK) atas nama warga yang meninggal dunia dan perubahan data kependudukan e-KTP sesuai kondisi pemilik kartu identitas tersebut.

“Data potensi pemilih pada Pemilu 2024 akan diserahkan Kemendagri ke KPU RI pada 10 Desember 2022,” kata Misni  di Tanjungpinang, Minggu (20/11/2022).

Menurut Misni, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kabupaten dan kota menyediakan buku pokok pemakaman untuk mendata warga yang meninggal dunia. Buku itu dipegang petugas pemakaman.

BACA JUGA :  Tertinggi di Kepri, Capaian Vaksinasi Booster di Batam Sudah 62,11 Persen

Berdasarkan data tersebut, katanya, maka Dinas Kependudukan kabupaten dan kota akan menghapus NIK orang yang sudah meninggal dunia.

Terkait perubahan data kependudukan di KTP, kata dia, pemerintah pusat membuat sistem terintegrasi untuk memudahkan pendataan tanpa melalui RT dan RW. Misalnya warga pindah tempat tinggal ke kabupaten dan kota atau provinsi lain tidak harus melaporkan ke RT dan RW, melainkan cukup melaporkan ke Dinas Kependudukan di daerah barunya.

Petugas Dinas Kependudukan akan meng-‘input’ data terbaru tersebut melalui e-office, kemudian berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan asal warga tersebut.

“Kalau dahulu harus melapor RT atau RW sehingga birokrasinya panjang. Sekarang cukup melapor ke Dinas Kependudukan di daerah baru tempat tinggal warga tersebut,” ucapnya.

BACA JUGA :  Cabai dan Minyak Goreng Jadi Komoditas Utama Penyumbang Inflasi Kepri Januari 2020

Misni mengatakan sistem publikasi data kependudukan sekarang terpusat melalui sistem. Pemerintah daerah hanya dapat mempublikasikan data setiap semester yang telah divalidasi, meski laporan harian dan bulan rutin diberikan kepada pusat.

Publikasi data kependudukan, katanya, bertujuan agar data yang disampaikan pemerintah pusat dan daerah kepada publik sama.

“Contohnya, data kependudukan yang dapat kami sampaikan hari ini adalah data Semeter I 2022 karena data Semester II 2022 baru dapat dipublikasi pada Januari 2023,” ujarnya.

Jumlah warga Kepri pada Semester I 2022 mencapai 2.101.215 orang, sebanyak 1.470.195 orang di antaranya wajib memiliki KTP.

“Sampai sekarang jumlah warga yang sudah melakukan perekaman sebanyak 1.460.078 orang,” tuturnya.

(*)

Sumber: Antara

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid