Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Pemko Batam Berikan Santunan Kepada 1.200 Anak Yatim
    5 jam lalu
    BP Batam Aktifkan Kembali Liaison Officer di Singapura
    5 jam lalu
    Bangun PLTS, Pulau Belat Karimun Siap Jadi Pusat Energi Terbarukan
    9 jam lalu
    Berikan Kelapa Utuh di Menu MBG, SPPG Seri Kuala Lobam Bintan Dapat Teguran
    10 jam lalu
    Pembatasan Minimarket di Batam; Pro dan Kontra di Kalangan Pengusaha
    21 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Pembelajaran Sekolah Rakyat di Tanjungpinang Saat Ramadan
    5 hari lalu
    Sambut Lebaran 2026, Bandara Hang Nadim Batam Berikan Potongan Tarif 50%
    6 hari lalu
    Kabupaten Karimun Siap Jadi Tuan Rumah Popda Kepri 2026
    1 minggu lalu
    Progres Persiapan Pembangunan Sekolah Rakyat di Bintan Terus Berjalan
    1 minggu lalu
    Pengaturan Jam Operasi Tempat Hiburan Malam Selama Ramadan di Batam
    2 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    2 hari lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    4 minggu lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    1 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    2 bulan lalu
    Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Batam 2025
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    2 minggu lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 minggu lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    1 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    2 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    7 bulan lalu
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Penelitian USAID Prioritas : Siswa Bisa Baca Tapi Tak Mengerti Makna

Editor Admin 9 tahun lalu 2.4k disimak
Ilustrasi

PENELITIAN yang dilakukan terhadap 15.941 siswa sekolah Indonesia mengindikasikan mereka bisa membaca, tapi tidak mengerti makna yang dibaca.

Kondisi ini mengingatkan guru dan orang tua agar tidak langsung senang melihat siswa atau anaknya sudah bisa membaca. Harus diperiksa juga apakah anak-anak itu juga memahami maka bacaan yang dibaca.

Penilaian terhadap kondisi tersebut dilakukan oleh tim USAID Prioritas. Mereka menyebut banyak siswa yang lancar membaca, namun kurang memahami bacaannya.

Penilaian tim USAID Prioritas itu dilakukan kepada 15.941 anak kelas III SD.

Seluruhnya tersebar di tujuh provinsi yang menjadi pendampingan program USAID Prioritas selama kurun 2012-1015.

Ketujuh provinsi itu adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Aceh, dan Sumatera Utara. Kemudian Sulawesi Selatan dan Banten.

Ilustrasi anak sedang membaca
Ilustrasi anak sedang membaca

Hasil dari penilaian kemampuan membaca USAID Prioritas itu menyebutkan, hampir seluruh anak yang dinilai sudah lancar membaca. Namun banyak juga yang kurang memahami makna teks yang dibaca.

’’Pemahaman membaca siswa yang di-sample rata-rata masih di bawah 80 persen,’’ kata  Koordinator Provinsi USAID Prioritas Jamaruddin dilansir JPNN kemarin.

Menurutnya hasil penilaian itu harus menjadi perhatian para guru, dinas pendidikan, dan pemerintah. Sebab kemampuan memahami bacaan akan mempengaruhi penyerapan materi selama pembelajaran.

Selama proses belajar, siswa akan kesulitan memahami dengan baik instruksi dalam bacaan. Dampak berikutnya prestasi siswa cenderung menurun.

Anak-anak yang mampu membaca tapi kurang dapat memahami isi bacaan, harus segera ditangani. Sebab mereka bisa menghadapi masalah ketika terus naik kelas. Di kelas selanjutnya instruksi-instruksi dari materi bacaan semakin banyak dan kompleks.

’’Jangan sampai mereka tertinggal belajar dari teman-temannya,’’ jelasnya.

Ilustrasi
Ilustrasi

Wakil Direktur Program USAID Prioritas Feiny Sentosa mengatakan guru perlu melakukan inovasi belajar membaca sejak kelas awal. Dengan begitu,  saat anak-anak masuk kelas III sudah lancar membaca sekaligus memahami dengan baik isi bacaan.

’’Peningkatan kemampuan membaca bisa dengan cara EGRA (early grade reading assessment, red),’’ kata dia.

Feiny menjelaskan dengan EGRA, guru bisa meningkatkan kemampuan membaca siswa. Sebab di dalam EGRA terdapat sejumlah tugas yang cukup penting.

Yakni tugas untuk mengenal nama huruf, membaca kata-kata yang bermakna, dan membaca kata-kata yang tidak bermakna.

Selain itu siswa juga diajak membaca teks dengan lancar, menjawab pertanyaan teks untuk pemahaman, dan kemampuan menyimak.

Cara sederhana dalam menerapkan model pembelajaran EGRA itu adalah, dengan menjalankan kegiatan prediksi sebelum membaca dan merangkum bacaan setelahnya.

’’Prediksi bisa dilakukan banyak cara. Seperti menunjukkan gambar ilustrasi bacaan yang akan dibaca,’’ tuturnya.

Dia mendukung program 15 menit membaca yang digalakkan oleh pemerintah. Feiny berharap para guru tidak melepas kegiatan membaca sebelum kelas dimulai ini.

Guru tetap harus mendampingi supaya siswa benar-benar bisa membaca dan memahami isi bacaan. ***

Kaitan bacaan, makna, membaca, penelitian, siswa
Admin 17 Oktober 2016 17 Oktober 2016
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya “Menaruh Harapan Pada Laut Karimata”
Artikel Selanjutnya Tragedi Tenggelamnya Tampomas II

APA YANG BARU?

Pemko Batam Berikan Santunan Kepada 1.200 Anak Yatim
Artikel 5 jam lalu 71 disimak
BP Batam Aktifkan Kembali Liaison Officer di Singapura
Artikel 5 jam lalu 76 disimak
Bangun PLTS, Pulau Belat Karimun Siap Jadi Pusat Energi Terbarukan
Artikel 9 jam lalu 76 disimak
Berikan Kelapa Utuh di Menu MBG, SPPG Seri Kuala Lobam Bintan Dapat Teguran
Artikel 10 jam lalu 108 disimak
Pembatasan Minimarket di Batam; Pro dan Kontra di Kalangan Pengusaha
Artikel 21 jam lalu 149 disimak

POPULER PEKAN INI

Pemko Batam Gelar Safari Ramadhan di Masjid Al-Ishlaah, Berikan Bantuan Rp40 Jt
Artikel 2 hari lalu 336 disimak
Komisi III DPR RI Soroti Tuntutan Hukuman Mati ABK Kapal Pembawa Sabu
Artikel 4 hari lalu 319 disimak
BP Batam Tawarkan Stabilitas Regulasi kepada Investor Eropa dan Jepang
Artikel 4 hari lalu 311 disimak
Pembelajaran Sekolah Rakyat di Tanjungpinang Saat Ramadan
Pendidikan 5 hari lalu 293 disimak
MBG Ramadan di Batam ; 1 Biskuit-Setengah Jagung, SPPG Ditegur
Artikel 5 hari lalu 280 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?