BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas III Maritim Natuna telah mengeluarkan peringatan dini tentang kemungkinan terjadinya gelombang tinggi yang akan berlaku dari 5 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 8 Januari 2026 pukul 07.00 WIB.
Kenaikan tinggi gelombang ini disebabkan oleh penguatan Musim Asia, yang memengaruhi kecepatan angin dan keadaan gelombang di perairan Kepulauan Riau, terutama di wilayah Natuna dan Anambas.
Analisis cuaca menunjukkan bahwa pola angin di Kepulauan Riau terbagi menjadi dua kondisi. Di bagian utara, angin cenderung berhembus dari arah Utara hingga Timur Laut dengan kecepatan antara 6 hingga 25 knot.
Sedangkan di selatan, angin berarah dari Barat hingga Utara dengan kecepatan yang lebih rendah, yakni sekitar 4 hingga 15 knot. BMKG juga telah memetakan wilayah terdampak ke dalam dua kategori tinggi gelombang.
Gelombang kategori sedang, dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter, diperkirakan akan muncul di perairan Kepulauan Bintan, Kepulauan Tambelan, perairan selatan Kepulauan Natuna, Kepulauan Lingga, serta perairan Subi–Serasan.
Sementara itu, gelombang kategori tinggi yang memiliki ketinggian antara 2,5 hingga 4,0 meter diprediksi akan terjadi di perairan utara Kepulauan Anambas, perairan timur Kepulauan Natuna, perairan Natuna–Anambas, perairan selatan Kepulauan Anambas, perairan barat Kepulauan Natuna, serta perairan utara Kepulauan Natuna.
BMKG juga memberikan imbauan keselamatan pelayaran. Perahu nelayan dianggap berisiko tinggi saat kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter. Kapal tongkang berisiko saat angin berkecepatan 16 knot dan gelombang setinggi 1,5 meter, sedangkan kapal ferry dianggap berisiko tinggi ketika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.
(dha)


