Hubungi kami di

Khas

“Pertemuan Kembali Dua Mantan Seteru”

iqbal fadillah

Terbit

|

PRESIDEN Joko Widodo alias Jokowi bertemu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediaman Prabowo, Hambalang, Bogor, Senin (31/10/2016).

Presiden Jokowi ditemani Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan. Tidak ada pimpinan partai politik (parpol) dari koalisi pendukung pemerintah yang ikut dalam rombongan.

Jokowi dan Prabowo sebelumnya beberapa kali bertemu. Keduanya sempat bertemu sebelum pelantikan presiden dan wakil presiden.

Saat itu, Jokowi menemui Prabowo di kediaman keluarga Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2014).

Prabowo kemudian menemui Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/1/2015).

Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di Detikcom mengatakan bahwa pertemuan ini adalah bentuk silaturahmi Jokowi dan Prabowo. Mereka akan membicarakan isu-isu nasional terkini, termasuk soal Pilkada.

Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo

Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo

“Soal pilkada bukan cuma pelaksanaan. Tapi juga UU Pilkada dan UU Pemilu. itu semua dibicarakan,” kata Dasco.

Meredam Situasi Panas?

DPR  mendukung pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Pertemuan dua tokoh penting itu diharapkan mampu meredakan situasi bangsa yang semakin memanas belakangan ini.

Ketua DPR Ade Komarudin yakin Prabowo Subianto mampu meredakan kemarahan umat Islam dalam kasus dugaan penistaan Alquran yang melibatkan gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama.

“Dengan dua orang ini ketemu apalagi dengan dibumbui jumpa pers bersama sangat konstruktif,” ujar Ade di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (31/10/2016).

Aksi demonstrasi 4 November mendatang diikuti ribuat umat Islam. Mereka terdiri dari berbagai ormas Islam.

Wakil Sekretaris Jenderal PPP, Achmad Baidowi juga mengapresiasi pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

BACA JUGA :  Dampak Air Rebusan Pembalut Wanita untuk Mabuk

“Pertemuan dua tokoh sentral Pilpres 2014 tersebut merupakan tradisi bagus dan menjadikan pendidikan politik bagi rakyat Indonesia,” katanya di Jakarta, Senin (31/10) dilansir Republika.

Baidowi mengatakan, pertemuan itu menegaskan bahwa setiap perselisihan politik harus dianggap selesai ketika perhelatan pesta demokrasi usai. Menurutnya, saatnya para putra-putri terbaik bangsa memikirkan dan membicarakan masa depan bangsa dengan menghilangkan sekat-sekat perbedaan pandangan politik satu sama lain.

“Kami yakin pertemuan dua tokoh tersebut bukan sekadar agenda seremonial tapi akan melahirkan komitmen bersama untuk kemajuan bangsa,” ujarnya di laman itu.

Hasil dan Keakraban

Prabowo Subianto dikenal sebagai penyuka kuda. Di kediaman mantan Danjend Kopassus tersebut, Jokowi dan Prabowo juga sempat itu menjajal naik kuda. Keduanya terlihat akrab.

Foto : © merdeka.com

Foto : © merdeka.com

“Beliau baik sama saya. Kadang-kadang Gerindra keras tapi ujungnya kita punya kepentingan untuk NKRI,” kata Prabowo Senin (31/10).

Menurut Prabowo, Jokowi meminta pandangan darinya soal beberapa persoalan bangsa.

Salah satunya persoalan keamanan.

“Karena beliau adalah Panglima tertinggi, saya wajib menyampaikan pandangan-pandangan saya. Saya menyampaikan komentar saya,” kata mantan Panglima Kostrad ini.

Prabowo menyebut kehormatan besar dikunjungi Jokowi. Dia menegaskan siap membantu kapan pun diminta.

“Saya siap membantu kapan pun dibutuhkan pemerintah untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.

Sementara Jokowi menyampaikan pernyataan yang senada. Menurutnya Prabowo adalah partner untuk sama-sama membangun negara.

“Rivalitas itu pernah ada, tapi kita kemudian bersama-sama membangun bangsa, bahu membahu. Nanti bisa saja 2019 mungkin ada rivalitas, tapi setelah itu kembali bahu-membahu,” kata Jokowi. ***

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook