Hubungi kami di

Uang

Pertemuan Tahunan BI 2021 | Ekonomi Kepri Diprediksi Tumbuh 4,3% di Tahun 2022

Terbit

|

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Musni Hardi, saat acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) tahun 2021 di Radison Hotel, Rabu (24/11). Foto: @zhr/Gowest.id

OPTIMISME baru dihembuskan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021 di Hotel Radison Batam, Rabu (24/11).

Kegiatan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) tahun 2021, digelar secara nasional oleh Bank Indonesia pusat.

Hadir dalam pertemuan yang diikuti oleh seluruh kantor perwakilan Bank Indonesia di 34 Provinsi dan juga kota/ kabupaten ini, Presiden RI Joko Widodo, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan, Pimpinan OJK, Pimpimpian Bank Pemerintah dan Swasta dan para stakeholder lainya.

Presiden RI Joko Widodo, turut hadir dan memberikan sambutan saat acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) tahun 2021. Foto: @zhr/Gowest.id

Rasa optimis tersebut terlihat dari pemaparan Kepala BI Perwakilan Kepri, Musni Hardi yang menyatakan bahwa perekonomian Kepri akan tumbuh di kisaran 3,5 – 4,3 (yoy), pada tahun 2022.

“Sejalan dengan tren pemulihan ekonomi di seluruh negara dan ekonomi domestik juga. Kemudian dukungan dari vaksinasi untuk membentuk herd immunity, maka perekonomian Kepri pun turut merasakan dampaknya, dan terus membaik,” kata Musni.

Menurutnya, tahun ini perekonomian Kepri sempat naik pesat sebesar 6,90 persen (yoy) di triwulan kedua. Namun, di triwulan ketiga turun menjadi 2,97 persen, terimbas dari penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Juli dan Agustus.

BACA JUGA :  Wujud SIM Pintar yang Meluncur 22 September 2019

Namun pelan-pelan, seluruh indikator ekonomi dari dunia usaha terus menemukan kembali performa terbaiknya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Musni Hardi memaparkan prediksi kondisi perekonomian Kepri ditahun 2022 saat acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) tahun 2021. Foto: @zhr/Gowest.id

“Selisih ekspor dan impor masih tumbuh menguat, yang bersumber dari industri pengolahan,” ucapnya.

Imbas dari peningkatan kapasitas industri pengolahan, mampu membuat perusahaan-perusahaan industri merekrut pekerja baru, sehingga menurunkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang sempat berada di angka 10 persen pada Februari menjadi 9 persen pada Agustus lalu.

“Dengan turunnya TPT, maka tingkat kemiskinan ikut menurun. Selain itu, naiknnya kebutuhan pangan selama pandemi, meningkatkan nilai tukar petani,” jelasnya.

Untuk keseluruhan 2021, Musni memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 2,55 – 3,35 persen (yoy).

Ia kemudian memaparkan sejumlah strategi yang diperlukan untuk mendorong ekonomi Kepri, di tahun depan.

“Pertama, tuntaskan vaksinasi dan tegakkan protokol kesehatan dalam seluruh aktivitas masyarakat,” papar Musni.

Kemudian, mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui korporatisasi, digitalisasi yang dapat mendekatkan pelaku usaha dan sumber pembayaran.

Selanjutnya, optimalkan posisi strategis Kepri, dengan meningkatkan keterkaitan antara sektor usaha, ditambah dengan mendorong industri pengolahan berbasis sumber daya alam.

“Serta meningkatkan kerja sama industri dengan sekolah untuk mendidik SDM industri yang andal,” tuturnya.

BACA JUGA :  Dua Kontraktor Proyek Puskesmas dan Qur’an Center Terancam Sanksi Denda

Kemudian, mendorong pariwisata lewat pengembangan Kepri sebagai tourist hub.

“Dorong juga belanja pemerintah daerah, dengan menggencarkan pembangunan proyek strategis, yang mampu perbaiki daya saing investasi,” ucapnya.

Dan terakhir, perkuat ekosistem digital dan transaksi non tunai, contohnya lewat penerapan QRIS. Hingga saat ini, jumlah merchant QRIS di Kepri sudah mencapai 114.549, naik 128,4 persen (yoy) dari tahun lalu.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Musni Hardi, memaparkan terkait perningkatan transaksi non tunai dengan menggunakan QRIS saat acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) tahun 2021. Foto: @zhr/Gowest.id

“Sebagian besar merupakan pelaku UMKM. Kenaikan merchant QRIS juga disertai kenaikan transaksi uang elektronik sebesar 93 persen di triwulan ketiga,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dalam sambutanya yang disampaikan secara virtual mengatakan, berbagai strategi disiapkan untuk percepatan pertumbuhan ekonomi.

“Kebijakan lockdown memang membuat aktivitas ekonomi menurun, karena terbatasnya ruang penduduk sehingga ikut menurunkan daya beli. Kami tidak tinggal diam melihat itu,” ucapnya.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad hadir dan memberikan sambutan dalam acara secara daring (virtual) dari Jakarta. Foto: @zhr/Gowest.id

Ansar mengungkapkan bahwa pihaknya mempersiapkan jaring pengaman sosial, yang diperlukan untuk menjaga kestabilan ekonomi.

Selain itu, ia berupaya agar percepatan pembangunan infrastruktur strategis segera diakselerasi.

“Karena diharapkan dapat menyerap tenaga kerja yang terdampak PHK, sehingga bisa kurangi penganguran,” katanya.

*(rky/GoWestId)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook