Hubungi kami di

Ini Batam

Proses Evakuasi WNI Dari Wuhan, Turun dari Pesawat, Langsung Disemprot Disinfektan

Terbit

|

PESAWAT Batik Air dengan nomor penerbangan ID-6818 yang membawa 245 warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Cina telah mendarat di Bandara Hang Nadim Batam pagi ini.

Saat ini masih berlangsung proses pemindahan WNI dari Batik Air ke tiga pesawat milik TNI, yang akan membawa mereka ke Natuna. Proses pemindahan dan pemeriksaan ini akan memakan waktu sekitar dua jam.

Seluruh penumpang dari Cina akan diperiksa suhu tubuhnya dan pemeriksaan kesehatan lainnya di dalam pesawat sebelum turun di Batam.

Apabila dalam pemeriksaan itu ditemukan ada yang sakit dan menunjukkan gejala terkena virus corona, maka akan langsung diisolasi.

“Tindakan isolasi pemisahan,” kata Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Batam, Achmad Farchanny.

Berdasarkan pemantauan di Hang Nadim, terlihat puluhan petugas dengan pakaian lengkap mirip astronot telah menunggu ratusan WNI tersebut di tangga bawah pesawat.

BACA JUGA :  Komisi I DPRD Kepri Lakukan Kunjungan ke Mako Ditpolairud Polda Kepri

Begitu mereka menginjak tanah, tubuh mereka langsung disemprot dengan cairan disinfektan lalu mereka dibawa ke pesawat milik TNI yang akan menerbangkan mereka ke Natuna.

WNI ini akan menjalani masa karantina di Natuna selama 14 hingga 28 hari.

Jika Ada Terindikasi, WNI Langsung Diisolasi

HINGGA pukul 10.00 WIB, proses pemindahan warga negara Indonesia dari Wuhan, dari pesawat Batik Air yang membawa mereka dari Cina, ke pesawat milik TNI masih berlangsung di Bandara Hang Nadim Batam.

Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah-langkah untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi. Pemeriksaan ketat dilakukan kepada ratusan WNI tersebut mulai dari atas pesawat sebelum menginjakkan kaki ke tanah di Bandara Hang Nadim.

Apabila dalam pemeriksaan itu ditemukan ada yang sakit dan menunjukkan gejala terkena virus corona, maka akan langsung diisolasi.

BACA JUGA :  Angpao Sebulan Penuh

“Tindakan isolasi pemisahan,” kata Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Batam, Achmad Farchanny.

Kepala Bidang Karantina dan Surveline Epidemiologi Kota Batam dr Romer Simanungkalit mengatakan, KKP Batam sudah siap menyambut WNI tersebut.

Pemeriksaa di atas pesawat dan setelah turun pesawat, kata Romer, sifatnya hanya untuk memastikan apakah selama dalam perjalanan ada WNI yang drop.

Jika ditemukan ada WNI yang kondisi fisiknya menurun atau panas di atas 38 derajat, maka akan dipisahkan dan langsung dibawa ke rumah sakit rujukan, yakni RSUD Embung Fatimah atau RSBP Batam.

“Ya, doakan saja selama dalam perjalanan saudara-saudara kita itu tetap happy dan bersemangat,” jelasnya.

Setelah itu, lanjut Romer, baru mereka satu per satu dipindahkan ke pesawat TNI AU dan kemudian diterbangkan secara bergantian.

*(zhr/tim/GoWestId)

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid