Hubungi kami di

Dunia

Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia di Usia 96 Tahun

Terbit

|

Ratu Inggris, Elizabeth II. F. Dok. AFP

RATU Inggris, Elizabeth II meninggal dunia di usia 96 tahun pada Kamis (8/9/2022), setelah kondisi kesehatannya semakin memburuk dalam beberapa waktu terakhir.

“Sang Ratu meninggal dengan tenang di Balmoral sore ini,” demikian pernyataan Istana Buckingham.

Pemimpin kerajaan Inggris terlama ini diketahui meninggal dunia di Kastil Balmoral di Skotlandia. Kepergian Ratu Elizabeth II ini pun menjadi sorotan banyak masyarakat di seluruh dunia.

Selama memimpin Inggris, ia menjadi ratu terlama di kerajaan dalam sejarah dunia.

Elizabeth juga menjadi penguasa kerajaan terlama kedua dalam sejarah. Ia hanya kalah dari Louis XIV, Raja Prancis yang jadi raja di usia empat tahun, dan berkuasa 72 tahun.

Elizabeth sempat dalam pemantauan intensif usai kondisi kesehatan memburuk sebelum meninggal.

Ia bahkan membatalkan sejumlah pertemuan penting. Mulai dari pertemuan dengan Dewan Penasihat yang digelar secara virtual.

Elizabeth juga membatalkan hadir di acara Platinum Jubilee Service of Thanksgiving di Katedral St Paul dan Chelsea Flower Show.

Kemudian pada Kamis (8/9) pagi, Tim Dokter Kerajaan memeriksa kesehatan Elizabeth II. Dari hasil pemeriksaan, mereka menyarankan agar Ratu lebih banyak istirahat.

Dalam pemeriksaan sebelumnya, Elizabeth sempat ‘ngeyel’ menerima saran medis untuk beristirahat selama beberapa hari ke depan, ia tetap melakukan kunjungan ke Irlandia Utara.

Mengenal Elizabeth II

Ratu Elizabeth II lahir dengan nama Elizabeth Alexandra Mary pada 21 April 1926. Elizabeth dibaptis pada 29 Mei 1926, di kapel pribadi di Istana Buckingham.

Ia menjadi Ratu Inggris selama hampir 70 tahun, dan angka ini membuat Elizabeth menjadi Ratu terlama.

Setelah pamannya, Edward VIII, turun tahta pada 1936, ayah Elizabeth, George VI, mewarisi takhta.

Dua tahun usai Perang Dunia Kedua, Elizabeth menikah dengan Letnan Angkatan Laut Philip Mountbatten, seorang pangeran Yunani.

Elizabeth mengagumi Philip saat berkunjung ke sebuah perguruan tinggi angkatan laut. Ketika itu, Sang Ratu masih berusia 13 tahun.

Dari pernikahan ini, mereka memiliki empat anak, yakni Charles, Anne, Andrew, dan Edward.

Elizabeth lalu menikah dengan Philip pada 1947. Pernikahan mereka langgeng dan solid hingga Philip meninggal pada April 2021 lalu.

BACA JUGA :  Mantan Menteri Penerangan, Harmoko, Meninggal Dunia

Kemudian pada 6 Februari 1952, Elizabeth harus menggantikan ayahnya menjadi Ratu Inggris. Ia mendapat mahkotanya pada 2 Juni 1953.

Lalu pada 1961, Elizabeth melakukan tur ke anak benua India. Ia juga menjadi pemimpin monarki Inggris pertama yang pergi ke Amerika Selatan (1968) dan negara-negara Teluk Persia (1979).

Pada 1977, Elizabeth memimpin perjamuan London yang dihadiri para pemimpin 36 anggota Persemakmuran Inggris.

Elizabeth juga melakukan perjalanan ke seluruh Inggris dan Irlandia Utara. Selain itu, ia melakukan tur ke wilayah Pasifik Selatan, Australia, Kanada, dan Karibia.

Kepemimpinan Elizabeth selama 70 tahun bukanlah tanpa masalah. Tahun 1992 menjadi momen yang penuh petaka. Ia bahkan menggambarkan sebagai “annus horribilis,” atau tahun penuh malapetaka atau kesialan.

Pernyataan itu muncul karena tiga dari anak-anaknya bercerai dan kebakaran menerjang di Kastil Windsor.

Tak hanya itu, kematian Lady Diana pada 1997 juga merusak citra kerajaan Inggris di mata publik.

Mengutip situs resmi Keluarga Kerajaan Inggris, Elizabeth kerap melakukan berbagai kegiatan, seperti kunjungan ke badan amal dan sekolah, menjadi tuan rumah bagi Kepala Negara yang berkunjung, dan memimpin masyarakat dalam acara peringatan dan perayaan.

Elizabeth dikabarkan menjadikan kerelawanan dan layanan publik sebagai aspek penting dalam pekerjaannya.

Akibat ini, Elizabeth berhubungan lebih dari 600 badan amal, asosiasi militer, badan profesional, dan organisasi layanan publik.

Pada Mei 2011, Elizabeth melakukan perjalanan ke Irlandia. Ia menjadi pemimpin monarki pertama yang menempatkan kakinya di negara itu sejak 1911.

Elizabeth dikenal sebagai ratu yang menyukai kesederhanaan dalam kehidupan istana.

Ia juga dikatakan gemar menunggangi kuda, bahkan sering menghadiri balapan dan mengunjungi peternakan kuda di Kentucky, Amerika Serikat, bersumber dari Britannica.

Kepemilikannya dalam harta keuangan dan properti menjadikan Elizabeth sebagai salah satu wanita terkaya di dunia.

Ia mewariskan kekayaan fantastis yang bakal diwariskan kepada Pangeran Charles. Seberapa banyak warisannya?

Ratu Elizabeth II punya kekayaan mencapai U$ 500 juta. Jumlah ini setara dengan Rp 7,2 triliun jika dikalkukasikan dengan kurs Rp 14.900/dolar AS.

BACA JUGA :  Dinkes Batam Test Swab Orang Tua Balita Positif Covid-19 Yang Meninggal

Dilansir dari Fortune, Jumat (9/9/2022), disebutkan Pangeran Charles adalah pewaris utama kekayaan Ratu Elizabeth II. Pangeran Charles pun kini resmi naik tahta menjadi raja.

Lalu, dari mana harta kekayaan Ratu Elizabeth II ini? Harta kekayaan ini berasal dari aset pribadi Ratu selama 70 tahun memimpin kerajaan.

Ratu Elizabeth II meraup pendapatan dari dana para pembayar pajak yang disebut Sovereign Grant, yang dibayarkan secara tahunan ke keluarga kerajaan. Asal muasalnya adalah dari kesepakatan yang dibuat oleh Raja George III yang menyerahkan pendapatan dari Parlemen untuk menerima pembayaran tahunan tetap untuk dirinya sendiri dan generasi mendatang dari keluarga kerajaan.

Awalnya ini dikenal sebagai Daftar Sipil, tapi kemudian diganti menjadi Sovereign Grant pada tahun 2012.

Jumlah hibah ini ditetapkan menjadi lebih dari 86 juta pound pada tahun 2021 dan 2022. Dana ini dialokasikan untuk perjalanan resmi, pemeliharaan properti, dan biaya operasi atau pemeliharaan rumah tangga Ratu-Istana Buckingham.

Tapi kekayaan sang Ratu tak hanya dari situ. Ada sumber pendapatan lain yang diperoleh, yaitu dari bisnis kerajaan.

Sementara itu, dikutip dari New York Post, sebagian uang yang ia dapat adalah warisan. Dia mendapat US$ 85 juta ketika ibunya meninggal dan US$ 12 juta lagi dari suaminya Philip.

Selain itu, sebagian besar pendapatannya berasal dari kerajaan, dimana ratu mendapatkan 15% dari keuntungan tanah, yang dulunya milik kerajaan dan bernilai hampir US$ 10 miliar. Kini, seluruh pendapatan itu juga akan diwariskan kepada Charles.

Takhta Kerajaan Diserahkan pada Charles

Dengan meninggalnya Ratu Elizabeth II, takhta diserahkan kepada pewarisnya yaitu Charles, mantan Pangeran Wales tanpa upacara. Walau begitu, nantinya akan ada beberapa tahapan tradisi yang harus dilalui untuk dinobatkan sebagai raja.

Raja Charles III akan segera berpidato di depan masyarakatnya pada Jumat (9/9). Pidato itu akan menjadi pidato pertamanya setelah kematian ibunya, Ratu Elizabeth II.

(*)

Sumber: CNN Indonesia.com | detik.com

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid