Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Terkait Judul “Tambang Rexvin”, PT. Rexvin Group Beri Klarifikasi: Kami Bukan Perusahaan Tambang
    10 jam lalu
    Uji Ketahanan Infrastruktur di Balik Lonjakan Investasi Rp500 Triliun Pusat Data Batam
    16 jam lalu
    Polda Kepri Bongkar Penyelundupan Suku Cadang Pesawat dari Singapura
    23 jam lalu
    Sempat Diamuk Massa, Dua Orang Pelaku Curanmor di Tanjung Uma Diamankan Polisi
    1 hari lalu
    Siswi SMK di Bintan Ditemukan Meninggal Tergantung di Kamarnya
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Asian Games 2026, Ganda Putra Bulutangkis Sumbangkan Emas Ketiga Untuk Indonesia
    1 hari lalu
    Siswa di Tanjungpinang Diliburkan, Belajar Online
    2 hari lalu
    Disdik Kota Batam Kembali Lakukan Kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR)
    2 hari lalu
    FIFA ASEAN Cup 2026, 10 Pemain Garuda Tahan Imbang Harimau Malaya
    2 hari lalu
    Hujan Belum Cukup Sapu Kabut Asap Karhutla di Batam
    2 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
    9 jam lalu
    Pelawan Merah: Pohon Eksotis yang Menjaga Hutan Kepulauan Riau
    2 hari lalu
    Nazief Soesiladharma (Walikota Batam Ketiga)
    2 hari lalu
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    1 minggu lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    4 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Jejak Kak Seto

Editor Admin 4 tahun lalu 755 disimak

KETUA Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi, yang dikenal sebagai Kak Seto, dihujat karena peduli kepada anak-anak Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo. Maklum Ferdy Sambo dan istrinya sedang menjadi “musuh bersama” masyarakat karena terlibat dalam pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat.

Kak Seto khawatir dengan anak-anak Putri dan Ferdy Sambo. Dia mendengar anak mereka yang remaja menjadi sasaran perundungan (bullying). Sementara anak yang paling kecil masih membutuhkan air susu ibu. Putri pun tidak ditahan dengan alasan kemanusiaan. Sehingga m

Masyarakat membandingkan perlakuan terhadap Putri dengan ibu-ibu dari masyarakat biasa yang dipenjara bersama anak-anaknya. Publik juga menilai kepedulian Kak Seto hanya kepada anak-anak Putri dan Ferdy Sambo.

Kak Seto bukan “anak kemarin sore” dalam membela anak-anak Indonesia. Kehadiran orang-orang yang peduli kepada anak-anak seperti Kak Seto selalu dibutuhkan mengingat hak-hak anak kerap dilanggar bahkan oleh orang tuanya sendiri.

Menurut Konvensi Hak-Hak Anak Internasional, anak memiliki hak-hak antara lain: Hak kelangsungan hidup yaitu hak untuk melestarikan dan mempertahankan hidup dan hak memperoleh standar kesehatan tertinggi dan perawatan yang sebaik-baiknya. Hak perlindungan yaitu perlindungan dari diskriminasi, eksploitasi, kekerasan, dan keterlantaran. Hak tumbuh kembang yaitu hak memperoleh pendidikan dan hak mencapai standar hidup yang layak bagi perkembangan fisik, mental, spiritual, moral, dan sosial. Hak berpartisipasi yaitu hak untuk menyatakan pendapat dalam segala hal yang mempengaruhi anak.

Kak Seto tentu berpegang pada hasil konvensi internasional tersebut. Selain itu, dia juga berpedoman pada UU No. 23 Tahun 2022 Tentang Perlindungan Anak, di mana dia berperan dalam penyusunannya. Dalam majalah Parlementaria Nomor 40 Tahun 2002, Kak Seto menyebut Komisi Nasional Perlindungan Anak banyak dilibatkan melalui satu tim khusus dalam memberikan masukan-masukan untuk bisa disusunnya pasal-pasal dalam Rancangan Undang-Undang Perlindungan Anak tahun 1992.

Kak Seto juga peduli dengan pekerja anak. Menurutnya, meski harus membantu orang tua, seorang anak haruslah punya waktu untuk belajar dan bermain. Masih banyak orang tua yang tidak paham pentingnya bermain bagi anak-anak. Bermain dianggap sebagai sesuatu yang percuma, padahal dalam bermain anak-anak juga belajar dengan cara yang menyenangkan.

Kak Seto lahir di Klaten pada 28 Agustus 1951. Setelah lulus SMA St. Louis Surabaya, dia mencoba masuk Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Karena gagal, dia memutuskan pergi ke Jakarta.

Selama di Jakarta, seperti diakuinya dalam Apa dan Siapa Sejumlah Orang Indonesia 1985–1986, Kak Seto pernah menjadi tukang cuci dan tukang bersih-bersih pada sebuah keluarga yang rumahnya besar. Di rumah itu, dia merawat anak pemilik rumah. Pernah pula dia menjadi kuli bangunan. Sejak muda dia juga sudah menulis di majalah anak Si Kuncung.

Suatu hari, Kak Seto melamar untuk magang kepada Pak Kasur yang mengasuh anak-anak di TVRI. Dia tertarik setelah melihat keseruan Pak Kasur bermain dengan anak-anak. Pengetahuan Kak Seto tentang dunia anak-anak bertambah setelah belajar dari Pak Kasur dan kuliah psikologi di Universitas Indonesia.

Dalam beberapa tahun kemudian, Kak Seto bisa membuat kegiatan mengasuh anak-anak seperti Pak Kasur pada era 1970-an. Ketika itu usianya sekitar 20-an tahun. Sejak muda itu pula dia sudah dikenal sebagai pegiat anak.

Kak Seto muda pernah ikut bermain dalam film tentang anak-anak berjudul Tangan-tangan Mungil (1981). Popularitasnya semakin menanjak di dunia anak-anak. Tidak heran jika sekitar 1983, dia menjadi Ketua Pelaksanaan Pembangunan Istana Anak-anak di Taman Mini Indonesia Indah. Tahun berikutnya, dia mendirikan Yayasan Nakula Sadewa yang menampung anak-anak kembar. Kak Seto sendiri lahir sebagai anak kembar. Saudara kembarnya seorang dokter, Kresna Mulyadi.

Kak Seto yang mengaku bengal ketika kecil, pada era 1990-an kerap tampil di televisi bersama karakter boneka bernama Komo. Acara ini memperkaya hiburan untuk anak-anak. Saat ini Kak Seto tengah dikecam karena peduli kepada anak-anak Putri dan Ferdy Sambo. Itu menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya selama 52 tahun untuk anak-anak Indonesia.

(*)

Sumber: historia.id

Kaitan Anak-anak, Kak Seto, KKPAI
Admin 9 September 2022 9 September 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Vanilla Hotel Tambah Lokasi Hiburannya, Atmos Club
Artikel Selanjutnya Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia di Usia 96 Tahun

APA YANG BARU?

Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
Rupa 9 jam lalu 296 disimak
Terkait Judul “Tambang Rexvin”, PT. Rexvin Group Beri Klarifikasi: Kami Bukan Perusahaan Tambang
Artikel 10 jam lalu 341 disimak
Uji Ketahanan Infrastruktur di Balik Lonjakan Investasi Rp500 Triliun Pusat Data Batam
In Depth 16 jam lalu 294 disimak
Polda Kepri Bongkar Penyelundupan Suku Cadang Pesawat dari Singapura
Artikel 23 jam lalu 279 disimak
Sempat Diamuk Massa, Dua Orang Pelaku Curanmor di Tanjung Uma Diamankan Polisi
Artikel 1 hari lalu 296 disimak

POPULER PEKAN INI

Iming-Iming “SIM C Tanpa Antre” Berujung Jerat Pidana
Artikel 5 hari lalu 642 disimak
Ancaman Krisis Air, Energi, dan Minimnya Serapan Kerja di Proyek Data Centre Batam
In Depth 6 hari lalu 639 disimak
Perluasan Kolam Retensi Untuk Tekan Titik Banjir di Batam
Lingkungan 5 hari lalu 564 disimak
Mediasi Daerah Dinilai Buntu, Buruh PT Ghim Li Mengadu ke Mabes Polri
Artikel 6 hari lalu 554 disimak
Penyelundupan 11,31 Kg Emas ke Singapura Gagal
Artikel 2 hari lalu 529 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?