Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Ada Tugas Baru Untuk RT/RW di Batam, Menadata Warga Nunggak Pajak Kendaraan
    21 jam lalu
    Empat Orang Terlibat Curanmor Diamankan Petugas Polsek Nongsa
    1 hari lalu
    Demi Menjaga Iklim Investasi, Amsakar Meminta Aturan Khusus Adminduk di Batam
    1 hari lalu
    MTQH 2026 Kepri, Kota Batam Kembali Raih Juara Umum
    1 hari lalu
    Tutup Sementara, Ratusan Karyawan PT Mega Solar Indonesia di Rumahkan
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Kalahkan Belgia, Matador Spanyol Tantang Prancis di Semifinal
    8 jam lalu
    Tundukan Singa Atlas, Ayam Jantan Eropa Melangkah ke Semifinal Piala Dunia
    1 hari lalu
    8 Tim ke Perempat Final Piala Dunia 2026: Peta Kekuatan, Kejutan, dan Duel Klasik
    3 hari lalu
    Argentina Jaga Asa Pertahankan Gelar, Kalahkan Mesir di 16 Besar
    3 hari lalu
    Skor Akhir 1-4, Setan Merah Belgia Sikat Tuan Rumah Amerika Serikat
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    6 hari lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    1 minggu lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    1 minggu lalu
    Analisis Data: Kuota Bansos di Batam dan Efektivitas Sistem Bansos Online
    1 minggu lalu
    Mei 2026: Inflasi Sektor Informasi dan Komunikasi Karimun di Angka 0,1 Persen
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 minggu lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 minggu lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 minggu lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Rusydiah Klub; Perkumpulan Cendekiawan Melayu Sebelum Boedi Oetomo

Editor Admin 2 tahun lalu 1.8k disimak
Tapak Rusydiah Klub di Jl Indra sakti no1 pulau penyengat tanjungpinang. F. Istimewa

RUSYDIAH Klub adalah sebuah organisasi perkumpulan cendekiawan yang didirikan pada tahun 1892 M di Pulau Penyengat. Gagasan untuk mendirikan Rusydiah Klub diutarakan oleh Sultan Abdul Rahman Muazzam Syah (1883–1911) yang berkuasa di Kesultanan Lingga. Para pendiri Rusydiah Klub merupakan bangsawan Riau yang mengabdi kepada Kesultanan Lingga. Organisasi itu berdiri sebelum era perkumpulan Boedi Oetomo yang digagas beberapa tokoh bangsa di Jogjakarta pada 1908.

Daftar Isi
Pendirian Kegiatan dan Penunjang

KEGIATAN utama di Rusydiah Klub meliputi bidang agama dan ilmu pengetahuan, bidang ekonomi dan bidang politik. Penunjang kegiatan penerbitan buku dan karya tulis Islam di Rusydiah Klub berupa dua penerbitan yang terletak di Pulau Penyengat dan Pulau Lingga.

Dua puluh dua tahun sebelum pendieian organisasi Boedi Oetomo, di belahan lain kawasan “Netherlandsch Indie”, di pulau kecil, yang terlihat sangat jelas dari kantor dan rumah Resident Riouw, beberapa orang anak watan Melayu yang dibesarkan dalam asuhan pendidikan non formal di Pulau Penyengat, sudah lebih dulu mendirikan organisasi yang mereka beri nama Rusydiah Club.

Para belia Melayu yang cergas dalam penubuhan awal organisasi itu dapat
disebut diantaranya Raja Ali Kelana, Raja Khalid Hitam, Raja Abdullah. Tentulah pendirian organisasi itu dengan maksud untuk meningkatkan martabat dan memajukan kehidupan pribumi.

Rusydiah Club, bukan hanya sekedar perkumpulan para penulis syair, sejarah, adat, agama, bahasa, sastra, dan aspek budaya Melayu lainnya. Tetapi wadah berhimpunnya para cerdik cendekia, yang sangat ambil berat terhadap masalah sosial, ekonomi, dan bahkan politik.

Hasan Yunus menyebut organisasi para cendekiawan Melayu ini sebagai sebuah “pressure group” terhadap pemerintah kolonial.

UU Hamidi menganalisa bahwa Rusydiah Club mungkin merupakan suatu organisasi para cendekiawan pertama dalam sejarah cendekiawan di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai wadah berserikat yang terbesar dalam abad ke-19, sebab para anggotanya tidak hanya sebatas kaum cendekiawan Melayu yang bermastautin di Riau (Kepulauan Riau) saja, tetapi juga meliputi Minangkabau, Patani di Thailand, Semenanjung Melaka dan pesisir Barat Kalimantan.

Anggotanya meliputi Melayu, keturunan Arab, Minangkabau, Patani dan Bugis serta Banjar.

Jika benar analisa UU Hamidi ini, maka dari segi keanggotaannya, Rusydiah
Club lebih hiterogen bila dibadingkan dengan Boedi Oetomo yang anggotanya hanya dari kalangan priyayi Jawa saja.

Hiterogenitas keanggotaan Rusdyah Club sudah melintas geografis, etnis, dan kultur, artinya sudah bersifat terbuka, walaupun persyaratan untuk menjadi anggota sangat selektif, misalnya harus sudah menghasikan karya tulis yang berkualitas.

Rusydiah Club tidak semata-mata berkutat pada hal ihwal tulis menulis, kebudayaan saja, tetapi sesuai dengan semangat zamannya, kesadasaran akan keluar, bebas dari penindasan kolonialisme, kesadaran akan masa lalu tentang kebesaran Kerajaan Melayu, kesejahteraan, mendorong lahirnya kemauan bersama untuk bergerak di bidang politik, ekonomi, melawan hegemoni Belanda.

Pendirian

Ketika Kesultanan Lingga dipimpin oleh Sultan Abdul Rahman Muazzam Syah (1883–1911), Kesultanan Lingga sedang terancam keberadaannya oleh Belanda. Sultan Abdul Rahman Muazzam Syah kemudian memikirkan sebuah cara untuk menentang Belanda secara tidak langsung. Ia kemudian menggagas pendirian sebuah organisasi yang sebagian besar anggotanya terdiri dari para cendekiawan dan bangsawan Riau. Namanya ialah Rusydiah Klub.

Gagasan untuk mendirikan Rusydiah Klub dimulai sejak tahun 1886 M. Rencananya, Rusydiah Klub didirikan sebagai sebuah organisasi perkumpulan cendekiawan muslim di Riau. Tokoh-tokoh pendiri Rusydiah Klub ialah Raja Ali Kelana, Raja Khalid Hitam dan Abu Muhammad Adnan.[2] Rusydiah Klub secara resmi didirikan pada tahun 1892 di Pulau Penyengat.

Kegiatan dan Penunjang

Para cendekiawan yang tergabung dalam Rusydiah Klub mengadakan kegiatan pengembangan ilmu dan kegiatan menulis untuk dijadikan sebagai sebuah tradisi. Selain itu, Rusydiah Klub juga mendirikan sekolah. Pengurus inti dalam Rusydiah Klub ada tiga orang yakni Raja Tengku Kelana, Raja Hitam dan Raja Abdullah. Tiga bidang utama yang diurusi oleh Rusydiah Klub yaitu bidang agama dan ilmu pengetahuan, bidang ekonomi dan bidang politik.

Rusydiah Klub mengadakan kegiatan penerbitan buku-buku dan karya tulis Islami untuk membina masyarakat Kesultanan Lingga melalui ajaran Islam. Penunjang kegiatan ini ialah dua percetakan bernama Rumah Cap Kerajaan Lingga dan Mathbaat al-Riauwiyah. Rumah Cap Kerajaan Lingga didirikan di Pulau Lingga, sedangkan Mathbaat al-Riauwiyah didirikan di Pulau Penyengat.

(*/ham)

Kaitan melayu, Organisasi, Penyengat, Rusydiah klub, Sastra
Admin 5 Maret 2024 5 Maret 2024
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Warga Rempang Terdampak Relokasi Ditargetkan Huni Lokasi Baru di September 2024
Artikel Selanjutnya Harga Beras di Singapura Lebih Murah, Mendagri Tito; Strateginya Beda

APA YANG BARU?

Kalahkan Belgia, Matador Spanyol Tantang Prancis di Semifinal
Sports 8 jam lalu 73 disimak
Ada Tugas Baru Untuk RT/RW di Batam, Menadata Warga Nunggak Pajak Kendaraan
Artikel 21 jam lalu 57 disimak
Empat Orang Terlibat Curanmor Diamankan Petugas Polsek Nongsa
Artikel 1 hari lalu 74 disimak
Demi Menjaga Iklim Investasi, Amsakar Meminta Aturan Khusus Adminduk di Batam
Artikel 1 hari lalu 82 disimak
MTQH 2026 Kepri, Kota Batam Kembali Raih Juara Umum
Artikel 1 hari lalu 77 disimak

POPULER PEKAN INI

Serindit Food Center di Tepi Laut untuk Dongkrak Ekonomi UMKM
Artikel 6 hari lalu 427 disimak
Perjuangan Kanada Terhenti, Singa Atlas Maroko Melangkah ke Perempat Final
Sports 6 hari lalu 303 disimak
8 Tim ke Perempat Final Piala Dunia 2026: Peta Kekuatan, Kejutan, dan Duel Klasik
Sports 3 hari lalu 300 disimak
Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
Statistik 6 hari lalu 294 disimak
Tekan Kemiskinan di Pesisir, Batam Jadi Kota Pertama Peluncuran SiTaskin Pesisir
Artikel 4 hari lalu 293 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?