Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Polisi Razia Knalpot Brong, Balap Liar, dan Kendaraan Tak Laik Jalan
    4 jam lalu
    Naik Moge Tanpa Helm, Ketua DPRD Kepri Akhirnya Ditilang
    7 jam lalu
    Antisipasi Kasus Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Batam Siapkan Ruang Isolasi
    20 jam lalu
    Tuntut Penyesuaian Tarif Sesuai SK Gubernur, Ojol Tanjungpinang Lakukan Aksi Damai
    22 jam lalu
    Pertamax 92 Langka di Batam, Pertamina; Akibat Kendala Sandar Kapal
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    FLS3N dan O2SN untuk Bakat Non-Akademik Siswa Digelar di Batam
    3 jam lalu
    5.120 Pelajar Batam Tampilkan Tari Zapin Massal
    3 jam lalu
    Maung Bandung Come Back, Tekuk Macan Kemayoran 2-1
    2 hari lalu
    “Makam Bukit Batu dan Kehidupan di Alur Sungai Rocoh Bintan”
    2 hari lalu
    Singapura Maju karena Sastra?
    2 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    6 hari lalu
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    1 minggu lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    1 minggu lalu
    Pulau Pecong, Batam
    3 minggu lalu
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    4 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Rusydiah Klub; Perkumpulan Cendekiawan Melayu Sebelum Boedi Oetomo

Editor Admin 2 tahun lalu 1.7k disimak
Tapak Rusydiah Klub di Jl Indra sakti no1 pulau penyengat tanjungpinang. F. Istimewa

RUSYDIAH Klub adalah sebuah organisasi perkumpulan cendekiawan yang didirikan pada tahun 1892 M di Pulau Penyengat. Gagasan untuk mendirikan Rusydiah Klub diutarakan oleh Sultan Abdul Rahman Muazzam Syah (1883–1911) yang berkuasa di Kesultanan Lingga. Para pendiri Rusydiah Klub merupakan bangsawan Riau yang mengabdi kepada Kesultanan Lingga. Organisasi itu berdiri sebelum era perkumpulan Boedi Oetomo yang digagas beberapa tokoh bangsa di Jogjakarta pada 1908.

Daftar Isi
Pendirian Kegiatan dan Penunjang

KEGIATAN utama di Rusydiah Klub meliputi bidang agama dan ilmu pengetahuan, bidang ekonomi dan bidang politik. Penunjang kegiatan penerbitan buku dan karya tulis Islam di Rusydiah Klub berupa dua penerbitan yang terletak di Pulau Penyengat dan Pulau Lingga.

Dua puluh dua tahun sebelum pendieian organisasi Boedi Oetomo, di belahan lain kawasan “Netherlandsch Indie”, di pulau kecil, yang terlihat sangat jelas dari kantor dan rumah Resident Riouw, beberapa orang anak watan Melayu yang dibesarkan dalam asuhan pendidikan non formal di Pulau Penyengat, sudah lebih dulu mendirikan organisasi yang mereka beri nama Rusydiah Club.

Para belia Melayu yang cergas dalam penubuhan awal organisasi itu dapat
disebut diantaranya Raja Ali Kelana, Raja Khalid Hitam, Raja Abdullah. Tentulah pendirian organisasi itu dengan maksud untuk meningkatkan martabat dan memajukan kehidupan pribumi.

Rusydiah Club, bukan hanya sekedar perkumpulan para penulis syair, sejarah, adat, agama, bahasa, sastra, dan aspek budaya Melayu lainnya. Tetapi wadah berhimpunnya para cerdik cendekia, yang sangat ambil berat terhadap masalah sosial, ekonomi, dan bahkan politik.

Hasan Yunus menyebut organisasi para cendekiawan Melayu ini sebagai sebuah “pressure group” terhadap pemerintah kolonial.

UU Hamidi menganalisa bahwa Rusydiah Club mungkin merupakan suatu organisasi para cendekiawan pertama dalam sejarah cendekiawan di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai wadah berserikat yang terbesar dalam abad ke-19, sebab para anggotanya tidak hanya sebatas kaum cendekiawan Melayu yang bermastautin di Riau (Kepulauan Riau) saja, tetapi juga meliputi Minangkabau, Patani di Thailand, Semenanjung Melaka dan pesisir Barat Kalimantan.

Anggotanya meliputi Melayu, keturunan Arab, Minangkabau, Patani dan Bugis serta Banjar.

Jika benar analisa UU Hamidi ini, maka dari segi keanggotaannya, Rusydiah
Club lebih hiterogen bila dibadingkan dengan Boedi Oetomo yang anggotanya hanya dari kalangan priyayi Jawa saja.

Hiterogenitas keanggotaan Rusdyah Club sudah melintas geografis, etnis, dan kultur, artinya sudah bersifat terbuka, walaupun persyaratan untuk menjadi anggota sangat selektif, misalnya harus sudah menghasikan karya tulis yang berkualitas.

Rusydiah Club tidak semata-mata berkutat pada hal ihwal tulis menulis, kebudayaan saja, tetapi sesuai dengan semangat zamannya, kesadasaran akan keluar, bebas dari penindasan kolonialisme, kesadaran akan masa lalu tentang kebesaran Kerajaan Melayu, kesejahteraan, mendorong lahirnya kemauan bersama untuk bergerak di bidang politik, ekonomi, melawan hegemoni Belanda.

Pendirian

Ketika Kesultanan Lingga dipimpin oleh Sultan Abdul Rahman Muazzam Syah (1883–1911), Kesultanan Lingga sedang terancam keberadaannya oleh Belanda. Sultan Abdul Rahman Muazzam Syah kemudian memikirkan sebuah cara untuk menentang Belanda secara tidak langsung. Ia kemudian menggagas pendirian sebuah organisasi yang sebagian besar anggotanya terdiri dari para cendekiawan dan bangsawan Riau. Namanya ialah Rusydiah Klub.

Gagasan untuk mendirikan Rusydiah Klub dimulai sejak tahun 1886 M. Rencananya, Rusydiah Klub didirikan sebagai sebuah organisasi perkumpulan cendekiawan muslim di Riau. Tokoh-tokoh pendiri Rusydiah Klub ialah Raja Ali Kelana, Raja Khalid Hitam dan Abu Muhammad Adnan.[2] Rusydiah Klub secara resmi didirikan pada tahun 1892 di Pulau Penyengat.

Kegiatan dan Penunjang

Para cendekiawan yang tergabung dalam Rusydiah Klub mengadakan kegiatan pengembangan ilmu dan kegiatan menulis untuk dijadikan sebagai sebuah tradisi. Selain itu, Rusydiah Klub juga mendirikan sekolah. Pengurus inti dalam Rusydiah Klub ada tiga orang yakni Raja Tengku Kelana, Raja Hitam dan Raja Abdullah. Tiga bidang utama yang diurusi oleh Rusydiah Klub yaitu bidang agama dan ilmu pengetahuan, bidang ekonomi dan bidang politik.

Rusydiah Klub mengadakan kegiatan penerbitan buku-buku dan karya tulis Islami untuk membina masyarakat Kesultanan Lingga melalui ajaran Islam. Penunjang kegiatan ini ialah dua percetakan bernama Rumah Cap Kerajaan Lingga dan Mathbaat al-Riauwiyah. Rumah Cap Kerajaan Lingga didirikan di Pulau Lingga, sedangkan Mathbaat al-Riauwiyah didirikan di Pulau Penyengat.

(*/ham)

Kaitan melayu, Organisasi, Penyengat, Rusydiah klub, Sastra
Admin 5 Maret 2024 5 Maret 2024
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Warga Rempang Terdampak Relokasi Ditargetkan Huni Lokasi Baru di September 2024
Artikel Selanjutnya Harga Beras di Singapura Lebih Murah, Mendagri Tito; Strateginya Beda

APA YANG BARU?

FLS3N dan O2SN untuk Bakat Non-Akademik Siswa Digelar di Batam
Pendidikan 3 jam lalu 114 disimak
5.120 Pelajar Batam Tampilkan Tari Zapin Massal
Pendidikan 3 jam lalu 95 disimak
Polisi Razia Knalpot Brong, Balap Liar, dan Kendaraan Tak Laik Jalan
Artikel 4 jam lalu 69 disimak
Naik Moge Tanpa Helm, Ketua DPRD Kepri Akhirnya Ditilang
Artikel 7 jam lalu 108 disimak
Antisipasi Kasus Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Batam Siapkan Ruang Isolasi
Artikel 20 jam lalu 105 disimak

POPULER PEKAN INI

BUMD Kepri Disorot, Banyak yang Tidak Mencapai Target Kinerja
Artikel 6 hari lalu 717 disimak
Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
Statistik 6 hari lalu 690 disimak
PSG Tantang Arsenal di Partai Puncak Liga Champions Eropa
Sports 5 hari lalu 660 disimak
Ratusan WNA di Apartemen Baloi View Digerebek, Diduga Terlibat Online Scam
Artikel 5 hari lalu 619 disimak
BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem di Kepri
Artikel 5 hari lalu 593 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?