Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    RDPU Terkait Lahan KASIBA Mangsang, DPRD Batam Dorong Adanya Kepastian Hukum
    11 jam lalu
    Ada Tugas Baru Untuk RT/RW di Batam, Menadata Warga Nunggak Pajak Kendaraan
    1 hari lalu
    Empat Orang Terlibat Curanmor Diamankan Petugas Polsek Nongsa
    1 hari lalu
    Demi Menjaga Iklim Investasi, Amsakar Meminta Aturan Khusus Adminduk di Batam
    1 hari lalu
    MTQH 2026 Kepri, Kota Batam Kembali Raih Juara Umum
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Kalahkan Belgia, Matador Spanyol Tantang Prancis di Semifinal
    15 jam lalu
    Tundukan Singa Atlas, Ayam Jantan Eropa Melangkah ke Semifinal Piala Dunia
    2 hari lalu
    8 Tim ke Perempat Final Piala Dunia 2026: Peta Kekuatan, Kejutan, dan Duel Klasik
    3 hari lalu
    Argentina Jaga Asa Pertahankan Gelar, Kalahkan Mesir di 16 Besar
    4 hari lalu
    Skor Akhir 1-4, Setan Merah Belgia Sikat Tuan Rumah Amerika Serikat
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    6 hari lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    1 minggu lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    1 minggu lalu
    Analisis Data: Kuota Bansos di Batam dan Efektivitas Sistem Bansos Online
    1 minggu lalu
    Mei 2026: Inflasi Sektor Informasi dan Komunikasi Karimun di Angka 0,1 Persen
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 minggu lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 minggu lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 minggu lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
BenarNews.org

Setelah Hasto ditahan, akankah PDI Perjuangan menjauh dari Prabowo?

Editor Admin 1 tahun lalu 711 disimak
Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Hasto Kristiyanto mengenakan rompi oranye digiring petugas untuk ditahan di rumah tahanan KPK, Jakarta, Kamis, 20 Februari 2025. © Eko Siswono Toyudho/BenarNewsDisediakan oleh GoWest.ID

PENAHANAN Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa menjadi pemicu partai itu untuk semakin menjauh dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan beralih ke jalur oposisi, kata pengamat.

Hasto ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka sejak 23 Desember atas dugaan suap dan perintangan penyidikan dalam kasus yang melibatkan buronan Harun Masiku. PDI Perjuangan menilai langkah KPK ini bermuatan politis karena dinilai mengganggu stabilitas partai menjelang kongres pada April 2025.

“Penahanan ini perkara biasa dalam hukum, apalagi HK (Hasto Kristianto) sudah jadi tersangka. Tapi dalam politik bisa jadi luar biasa, apalagi di PDI Perjuangan karena Sekjen sering dianggap perpanjangan tangan ketua umum,” kata Agung Baskara, pengamat dari lembaga think tank Trias Politica, Jumat (21/2).

Selain Hasto, ada beberapa kader penting PDI Perjuangan yang juga terseret kasus hukum. Di antaranya, mantan Ketua DPP Yasonna Laoly yang dikaitkan dengan kasus Harun Masiku dan Basuki ‘’Ahok’’ Tjahaja Purnama dalam skandal korupsi pengadaan gas alam cair (LNG) di Pertamina.

“Ini sinyal bagi PDI Perjuangan agar lebih berhati-hati dalam merespons tiap kasus hukum yang mengemuka karena bisa menggerus citra positif partai,” ujar Agung.

Tak lama setelah KPK menahan Hasto, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengeluarkan instruksi tegas. Ia meminta seluruh kader partai yang menjabat sebagai kepala daerah untuk menunda keikutsertaan dalam pembekalan kepala daerah di Magelang, Jawa Tengah, yang berlangsung 21-28 Februari.

Pembekalan ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat koordinasi pemerintahan daerah.

“Diinstruksikan kepada seluruh Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah PDI Perjuangan untuk menunda perjalanan yang akan mengikuti retret di Magelang pada tanggal 21 – 28 Februari 2025. Sekiranya telah dalam perjalanan menuju Kota Magelang untuk berhenti dan menunggu arahan lebih lanjut dari Ketua Umum,” tulis Megawati.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengatakan Kamis bahwa pemerintah tidak intervensi dalam kasus Hasto.

”Kita menghormati KPK sebagai suatu lembaga negara penegak hukum yang secara independen menegakkan hukum,” kata Yusril. ”Kita hormati keputusan yang diambil oleh KPK.Jadi kepada orang yang ditahan oleh KPK, kita hormati juga hak-haknya untuk melakukan pembelaan.”

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Hasto Kristiyanto mengenakan rompi oranye digiring petugas untuk ditahan di rumah tahanan KPK, Jakarta, Kamis, 20 Februari 2025. [Eko Siswono Toyudho/BenarNews]

Pengamat politik Universitas Jenderal Soedirman, Luthfi Makhasin, menilai instruksi Megawati ini sebagai sinyal semakin bertambahnya jarak PDI Perjuangan dengan pemerintahan Prabowo.

“Instruksi Megawati pada para kepala daerah untuk tidak hadir dalam retret di Magelang bisa jadi simbol sikap oposisi pada pemerintah,” ujar Luthfi.

Namun, menurutnya, perlu dilihat langkah politik selanjutnya. Jika sikap ini berlanjut dalam kebijakan fraksi PDI Perjuangan di DPR, maka bisa dipastikan partai ini akan benar-benar menjauh dari kekuasaan. Sebaliknya, jika hanya reaksi sesaat, maka ini lebih bersifat simbolik.

Meski PDI Perjuangan memiliki perolehan suara signifikan, langkah oposisi kemungkinan tidak akan terlalu berpengaruh terhadap kekuatan politik Prabowo di parlemen. Pasalnya, mayoritas kursi DPR dikuasai oleh partai-partai pendukung pemerintah.

Namun, dampaknya bisa terasa pada stabilitas pemerintahan. PDI Perjuangan berpotensi menjadi corong utama kritik masyarakat terhadap kebijakan pemerintah, terutama yang dianggap merugikan rakyat.

Pengamat politik Universitas Multimedia Nusantara, Ambang Priyonggo, menilai boikot kader PDI Perjuangan dalam acara di Magelang bisa menyulitkan koordinasi pemerintahan Prabowo karena ada delapan gubernur dan lebih dari 40 wali kota serta bupati yang berafiliasi dengan partai itu.

Ketidakhadiran mereka dalam pembekalan ini bisa menyulitkan Prabowo dalam menggalang dukungan di daerah, ujar Ambang.

“Banyak program Presiden Prabowo yang membutuhkan koordinasi kuat di daerah. Kejadian ini implikasinya ke arah konsolidasi PDIP sebagai oposisi kemungkinan bakal menguat,” ujar dia.

Selain itu, penahanan Hasto juga bisa memperkecil peluang rekonsiliasi antara Megawati dan Prabowo. Padahal, komunikasi politik antara keduanya sempat dinilai sebagai peluang untuk mendekatkan PDI Perjuangan ke pemerintahan.

Pizaro Gozali Idrus di Jakarta berkontribusi dalam laporan ini.

Kaitan Harun Masiku, Hasto kristiyanto, kpk, PDIP
Admin 23 Februari 2025 23 Februari 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Tren “Kabur Aja Dulu”: Suara Publik atas Ketidakpuasan
Artikel Selanjutnya Apa itu “Indonesia Gelap”, Tajuk Unjuk Rasa Mahasiswa di Beberapa Daerah?

APA YANG BARU?

RDPU Terkait Lahan KASIBA Mangsang, DPRD Batam Dorong Adanya Kepastian Hukum
Artikel 11 jam lalu 66 disimak
Kalahkan Belgia, Matador Spanyol Tantang Prancis di Semifinal
Sports 15 jam lalu 108 disimak
Ada Tugas Baru Untuk RT/RW di Batam, Menadata Warga Nunggak Pajak Kendaraan
Artikel 1 hari lalu 92 disimak
Empat Orang Terlibat Curanmor Diamankan Petugas Polsek Nongsa
Artikel 1 hari lalu 105 disimak
Demi Menjaga Iklim Investasi, Amsakar Meminta Aturan Khusus Adminduk di Batam
Artikel 1 hari lalu 118 disimak

POPULER PEKAN INI

Serindit Food Center di Tepi Laut untuk Dongkrak Ekonomi UMKM
Artikel 6 hari lalu 432 disimak
Tekan Kemiskinan di Pesisir, Batam Jadi Kota Pertama Peluncuran SiTaskin Pesisir
Artikel 4 hari lalu 309 disimak
Perjuangan Kanada Terhenti, Singa Atlas Maroko Melangkah ke Perempat Final
Sports 7 hari lalu 309 disimak
8 Tim ke Perempat Final Piala Dunia 2026: Peta Kekuatan, Kejutan, dan Duel Klasik
Sports 3 hari lalu 304 disimak
Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
Statistik 6 hari lalu 295 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?