Hubungi kami di

Berita

Sistem “Smart Light” Membuat Kabupaten Ini Hemat Listrik

Mike Wibisono

Terbit

|

KEBUTUHAN daya listrik yang terus meningkat, membuat manusia perlu berinovasi. Selain upaya penambahan kebutuhan daya listrik, orang juga brrpikir kreatif melakukan terobosan upaya penghematan.

Penggunaan lampu jalan, contohnya. Semakin besar suatu daerah dengan tingkat kepadatan dan aktifitas warganya yang tinggi, tentu dibutuhkan fadilitas penerangan jalan yang banyak. Khususnya di malam hari.

Contohnya di kota Cilacap, Jawa Tengah. Pemerintah Kabupaten di sana berupaya menghemat penggunaan listrik agar dampak krisis listrik di Kabupaten itu dapat diminimalisir.

Kepala Bidang Ketenagalistrikan dan Penerangan Jalan Umum Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Cilacap, Bambang Tujiatno dikutip dari laman Cilacapkab.go.id menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan digunakannya lampu hemat energi pada lampu penerangan jalan umum.

“Dari sekitar 950 lampu PJU yang dipasang oleh Pemkab Cilacap, saat ini 95 persen di antaranya telah menggunakan lampu hemat energi,” kata Bambang dikutip dari laman itu.

Pihaknya selalu berupaya melakukan terobosan agar konsumsi listrik untuk penerangan jalan umum dapat lebih efektif. Rencananya, seluruh PJU di wilayah kota Cilacap akan menggunakan smart light.

Menurut Bambang, smart light merupakan sistem penerangan jalan umum yang dapat disesuaikan penggunaannya.

Alat ini dilengkapi sensor yang dapat mendeteksi keberadaan pengguna jalan di kawasan itu. Lampu tersebut akan padam dengan sendirinya saat tidak ada pengguna jalan.

Sistem penerangan ini sangat cocok digunakan di ruas jalan lingkar, dengan volume kendaraan yang tidak begitu padat. Untuk mengantisipasi pemadaman listrik, Dinas Bina Marga SDA dan ESDM juga akan mengembangkan sistem hybrid untuk PJU.

“Sistem penerangan ini akan dilengkapi dengan battery lithium, untuk menyimpan energi listrik yang berasal dari sel tenaga surya,” ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini pengembangan konsep energi terbarukan juga terus diupayakan, yakni dengan memanfaatkan tenaga surya untuk mencukupi kebutuhan listrik PJU dan perkantoran.

“Konsep ini sangat dibutuhkan untuk menekan anggaran rekening listrik perkantoran dan PJU, yang jumlahnya mencapai Rp10 miliar per bulan,” ucap dia. ***

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook