Hubungi kami di

Tanah Air

Sudah 580 ASN Disanksi Atas Pelanggaran Netralitas

ilham kurnia

Terbit

|

Ilustrasi, ist.

BADAN Kepegawaian Negara (BKN) melalui Kedeputian Bidang Pengawasan dan Pengendalian menghimpun data pelanggaran netralitas ASN per Kamis (26/11) mencapai 1.005 orang.

Dari 1.005 yang dilaporkan, 727 di antaranya direkomendasikan telah melakukan pelanggaran.

Plt Kepala Biro Humas Hukum dan Kerja Sama BKN Paryono mengatakan, rekomendasi itu setelah melalui proses sinergi data antara BKN, KemenPANRB, Kemendagri, Bawaslu dan KASN.

“Sampai dengan saat ini, terhitung sudah ada 580 ASN yang dijatuhi sanksi pelanggaran netralitas oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) Instansi,” ujar Paryono dalam siaran pers BKN, yang dikutip pada Minggu (29/11).

Ia mengatakan, sementara ada 147 ASN yang belum mendapat tindak lanjut dari PPK dan 121 lainnya masih dalam proses oleh PPK. Dengan hasil rekonsiliasi dan data yang telah diterima, BKN telah lakukan pemblokiran kepada 26 data kepegawaian dan membuka blokir 8 data kepegawaian.

Untuk sebaran wilayah ASN yang data kepegawaiannya telah diblokir, terbanyak ada pada instansi pusat, yakni 17 data kepegawaian, Kanreg IV BKN Makassar 5 data kepegawaian, Kanreg IX BKN Jayapura 2 data kepegawaian, Kanreg III BKN Bandung 1 data kepegawaian, dan kanreg XII BKN Pekanbaru 1 data kepegawaian. 

BACA JUGA :  Mau Buat SIM Online? Begini Caranya

Deputi Bidang Pengawasan dan Pengendalian BKN Otok Kuswandaru mengatakan tolok ukur keberhasilan dalam menangani pelanggaran netralitas ASN bukan dilihat dari banyaknya temuan jumlah pelanggaran, melainkan upaya pemerintah menekan pelanggaran netralitas seminimal mungkin.

Menurutnya, ada tiga hal penting dalam mengevaluasi penanganan data pelanggaran netralitas ASN.

Pertama, data perkembangan penanganan netralitas ASN akan diupayakan real time per hari. Kedua, update data akan dibantu oleh seluruh Kantor Regional (Kanreg) BKN dan jajarannya dengan melakukan klarifikasi tindak lanjut dari rekomendasi KASN yang sudah dijalankan.

Dalam hal ini, setiap Kanreg BKN secara proaktif akan melakukan klarifikasi data di wilayah kerjanya sehingga data dapat terus diperbarui secara real time. “Ketiga, upaya kolaborasi dan koordinasi terus dilakukan Satgas Netralitas secara intensif,” katanya. 

(*)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook