Hubungi kami di

Kota Kita

Tak Pakai Masker, Pengelola Mal di Kepri Diminta Larang Pengunjung Masuk

Terbit

|

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, dr Tjetjep Yudiana. F. Dok. Diskominfo Kepri

JURU Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, dr Tjetjep Yudiana, mengatakan pihaknya masih menemukan pengunjung mal di Tanjungpinang dan Kota Batam yang tidak menggunakan masker. Padahal potensi penularan Covid-19 masih cukup besar di tempat tertutup yang ramai.

Untuk itu, ia meminta kepada pengelola mal baik di Kota Tanjungpinang maupun Kota Batam agar konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan (protkes). Kepada satpam yang bertugas di mal agar tidak mengizinkan pengunjung masuk bagi yang tidak memakai masker.

“Sebagian mal masih konsisten menerapkan protkes untuk kenyamanan pengunjung, namun sebagian lagi masih terdapat pengunjung yang tidak menggunakan masker,” kata Tjetjep, Sabtu (26/11/2022).

BACA JUGA :  Aparat Gabungan Evakuasi Korban Ambruknya Pelantar Pasar KUD

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kepri itu mengatakan banyak karyawan restoran, rumah makan, dan restoran di kabupaten dan kota di Kepri yang tidak menggunakan masker. Padahal karyawan restoran, rumah makan dan kedai kopi harus menjadi contoh menggunakan masker saat melayani tamu-tamunya.

“Itu yang membuat banyak pengunjung restoran, kedai kopi dan rumah makan juga tidak menggunakan masker. Semestinya karyawan dapat meminta pengunjung untuk menggunakan masker,” katanya.

Tjetjep mengungkapkan jumlah kasus aktif Covid-19 di Kepri sebanyak 141 orang, dengan rincian Kota Batam 54 orang, Tanjungpinang 22 orang, Kabupaten Bintan 44 orang, dan Kabupaten Karimun 21 orang. Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Kabupaten nihil kasus aktif.

BACA JUGA :  Pukul Istri Hingga Memar, Seorang Suami Ditangkap Polisi

Kasus aktif di Kepri turun drastis dibanding pekan lalu yang mencapai sekitar 180 orang. Meski demikian warga tidak boleh lengah karena hampir setiap hari ada kasus kematian akibat Covid-19.

Pasien Covid-19 yang meninggal dunia tersebut rata-rata memiliki penyakit penyerta, berusia lansia dan belum vaksinasi dosis booster.

“Banyak ditemukan warga yang tertular Covid-19, namun tidak bergejala. Ini yang dikhawatirkan menyebabkan kasus aktif bertambah banyak bila warga tidak memakai masker,” kata Tjetjep.

(*)

Sumber: Antara

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid