Hubungi kami di

Uang

Tarif PPN Naik, Faisal Basri: Tidak Adil untuk Rakyat

Terbit

|

Ekonom senior Faisal Basri. F. Dok. Bisnis.com/JIBI/Abdullah Azzam

EKONOM Senior Faisal Basri mengkritik rencana pemerintah menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada 1 April 2022 mendatang. Menurutnya, keputusan menaikkan tarif PPN dari 11 Persen menjadi 12 persen sangat tidak adil untuk rakyat. Pasalnya untuk pajak perusahaan justru diturunkan ke angka 22% dari sebelumnya 25%.

“Sebelumnya direncanakan turun 20% tapi akhirnya dibatalkan. Sementara untuk rakyat itu dinaikkan. Rasa keadilannya yang utama kan di situ. Tapi untuk rakyat dinaikkan. Ini nggak peduli rakyat kecil atau kaya bayar PPN nya sama,” kata dia dalam wawancara CNN TV, dikutip Jumat (25/3/2022).

BACA JUGA :  Siap-Siap! Kena PPN, Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Bakal Lebih Mahal

Faisal mengungkapkan seharusnya sebelum memutuskan kenaikan tarif PPN ini, sebaiknya pemerintah mengintensifkan penerimaan. Ini artinya produktivitas PPN harus ditingkatkan.

Menurut dia di Indonesia masih banyak ruang yang belum tergali untuk PPN. Misalnya kegiatan ekonomi digital baru sampai sektor lainnya.

Dia mengungkapkan kenaikan PPN ini akan membebani masyarakat, pasalnya konsumsi masyarakat sebelum pandemi rata-rata naik 5%. Sedangkan tahun lalu masih 2%.

BACA JUGA :  Soal PPN Sembako, Komisi XI DPR Minta Tarik dan Revisi Isi RUU KUP

“Kelihatan sekali daya belinya sebagian besar masih rendah, tercermin dari mereka rela bela-belain berjam-jam antre untuk satu liter minyak goreng,” tambah dia.

Faisal menambahkan dengan kenaikan ini daya beli masyarakat atau konsumsi akan terganggu. “Dilihat dari sini rasanya sih kurang bijak untuk menambah tarif PPN, di tengah daya beli masyarakat yang masih lemah,” jelasnya.

(*)

sumber: detik.com

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid