Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Bintan Usulkan Perluasan Free Trade Zone ke Seluruh Wilayah
    19 jam lalu
    Untuk Kurangi Kemacetan, Jalan Tengku Sulung Segera Dilebarkan
    20 jam lalu
    BP Batam Perkuat Komunikasi dengan Pelaku Usaha Terkait PTSP dan OSS
    20 jam lalu
    Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan 100 Ribu Benih Lobster ke Luar Negeri
    20 jam lalu
    Belasan Ribu Hewan Kurban Telah Diperiksa Kesehatannya oleh DKPP Batam
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Bawa Inter Milan Raih Double Winner, Cristian Chivu Perpanjang Kontrak dan Naik Gaji
    10 jam lalu
    Tour de Bintan 2026: Kembali Digelar dengan Identitas Baru dan Kategori UCI 1.2 Point Race
    20 jam lalu
    Arsenal Juara Liga Inggris 2025/2026
    2 hari lalu
    Empat Siswa MAN Karimun Lolos Seleksi Dayung Porprov 2026
    3 hari lalu
    100 Siswa Ikut Lomba Bertutur di Tanjungpinang
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pulau Kasu, Batam
    5 hari lalu
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    2 minggu lalu
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    3 minggu lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    3 minggu lalu
    Pulau Pecong, Batam
    4 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Tentang Trofi Jules Rimet yang Hilang

Editor Redaksi 8 tahun lalu 5.1k disimak

TROFI Jules Rimet terakhir kali dipajang Empat bulan menjelang turnamen Piala Dunia Inggris dibuka.

Daftar Isi
Ditemukan oleh Seekor AnjingNyaris Jatuh ke Tangan NAZISampai Kini Tak Ketahuan Rimbanya

Itu pada 20 Maret 1966. Trofi tersebut dipajang dalam sebuah acara pameran kartu pos di Westminster Central Hall, London.

Trofi itu ditempatkan di dalam kotak kaca dan dijaga dua petugas polisi untuk satu hari. 

Sewaktu mereka mengecek pada pukul 11.00, semuanya berada dalam keadaan normal. Tatkala keduanya mengecek satu jam kemudian, kotak kaca itu sudah pecah dan piala yang selalu menjadi rebutan negara-negara di turnamen sepakbola empat tahunan itu pun raib.

Tak ada seorang pun yang tahu siapa yang bertanggung jawab. Namun, tak berapa lama setelah kejadian, Ketua Football Association (FA, asosiasi sepakbola Inggris) Joe Mears menerima paket yang dikirim ke rumahnya. Isi paket itu adalah alas trofi yang dicuri dan catatan berisi permintaan tebusan uang sebesar 15 ribu poundsterling.

Seperti di film-film, Mears menghubungi pihak kepolisian yang lalu menyusun perangkap, lengkap dengan koper berisi koran yang dilapisi lembaran-lembaran uang senilai 5 poundsterling.

Di hari transaksi, polisi berhasil menangkap pengirim paket bernama Jackson, seorang mantan tentara. Namun ketika diinterogasi, Jackson mengaku tak tahu menahu keberadaan Trofi Jules Rimet.

Ditemukan oleh Seekor Anjing

Seminggu setelah pencurian, trofi tersebut akhirnya ditemukan di bawah semak-semak, di depan taman sebuah rumah bertingkat tiga di London selatan dalam keadaan terbungkus kertas koran.

Bukan anggota kepolisian yang punya andil dalam penemuan itu, melainkan seekor anjing bernama Pickles milik lelaki berusia 26 tahun, David Corbett, yang saat itu tengah berjalan-jalan bersama anjing peliharaannya.

Sebagaimana dicatat Martin Atherton dalam The Theft of the Jules Rimet Trophy: The Hidden History of the 1966 World Cup (2008), setelah penemuan itu Corbett dan Pickles menjadi terkenal serta mendapat undangan dari banyak negara untuk menghadiri acara-acara baik sepakbola ataupun yang lain.

“Mereka diundang ke Jerman, Chili, Argentina, dan beberapa negara lain. Mereka diberi tiket-tiket pertandingan oleh Federasi Sepakbola Jerman […] Mereka tampil di beragam acara televisi […] 

Pickles pun menerima beragam penghargaan, termasuk makanan anjing gratis selama setahun dari sebuah perusahaan binatang peliharaan serta beberapa medali, termasuk Dog of the Year dari Britania dan Jerman” (hlm. 74).

Namun, umur Pickles tak panjang. Setahun kemudian, ia tewas tercekik tali lehernya sendiri ketika mengejar seekor kucing.

Ban leher sekarang dipajang di Museum Sepakbola Nasional di Manchester, Inggris.

Pihak FA, yang khawatir Trofi Jules Rimet tidak berhasil ditemukan, sebelumnya sudah meminta George Bird, seorang tukang perhiasan, untuk membuat replikanya.

Menurut Paul Gadsby dalam sebuah kolomnya di Guardian, saat Inggris berhasil keluar sebagai juara, trofi replika itulah yang “digunakan saat pesta perayaan malam hari di Royal Garden Hotel di Kensington dan acara-acara publisitas selanjutnya.”

Nyaris Jatuh ke Tangan NAZI

Trofi yang awalnya bernama Victory ini dibuat pada 1929 atas suruhan Presiden FIFA pertama, Jules Rimet. Mengambil wujud Nike, dewi kemenangan Yunani, piala ini didesain pematung bernama Abel Lafleur. Ia memiliki tinggi 3,8 cm, berat 6,1 kg, dan terbuat dari perak dengan sepuhan emas 18 karat.

Uruguay sebagai juara dunia pada 1930 menjadi negara pertama yang berhak menyimpan trofi ini. Empat tahun kemudian, ia berpindah ke tangan Italia. Di tengah-tengah Perang Dunia II, setelah pasukan Sekutu menjungkalkan rezim fasis Mussolini, NAZI Jerman sempat menduduki bagian utara semenanjung Italia.

Mengetahui niatan rezim NAZI yang menginginkan Trofi Jules Rimet, Ottorino Barassi, Wakil Presiden FIFA sekaligus Presiden Asosiasi Sepakbola Italia saat itu, menyelundupkan piala itu dari sebuah bank di Roma ke apartemennya dan menyembunyikannya ke dalam kotak sepatu yang ditaruh di bawah tempat tidur. Pasukan NAZI mengendus aksi yang dilakukan Barassi. Mereka datang menggeledah apartemennya. Untung saja, NAZI Jerman tak berhasil menemukan trofi itu.

Jerman baru bisa menyentuh trofi itu tatkala mereka (Jerman Barat) berhasil menjadi juara dunia pada 1954 yang, menurut Paul Gadsby, lalu disimpan di Frankfurt.

“Joe Coyle, seorang jurnalis foto mengklaim bahwa setelah mempelajari foto-foto tertentu [dari trofi itu], trofi yang dibawa ke Swedia pada 1958 lebih tinggi 5 cm dan memiliki landasan piala yang berbeda dengan piala versi 1954. Namun hal itu tidak pernah diverifikasi apakah terjadi perubahan sewaktu trofi itu berada dalam kekuasaan Jerman.”

Sampai Kini Tak Ketahuan Rimbanya

SUATU hari, Abrian Tebel, pejabat Asosiasi Sepakbola Brazil (CBD), mengomentari insiden pencurian trofi Jules Rimet yang terjadi di Inggris.

Katanya, seperti dikutip Atherton,

“Kejadian seperti itu tidak akan terjadi di Brazil. Bahkan para pencuri asal Brazil menyukai sepakbola dan tidak akan melakukan aksi tidak terpuji tersebut” (hlm. 99).

Pernyataan itu rupanya menjadi bumerang. Bukan saja aksi pencurian Trofi Jules Rimet terulang ketika tengah berada di tangan CBD, lebih parah lagi sampai kini keberadaannya masih menjadi misteri.

Pada awal-awal konsepsi turnamen Piala Dunia, FIFA sudah memutuskan akan menyerahkan Trofi Jules Rimet selamanya kepada negara yang berhasil menjuarai tiga kali turnamen akbar tersebut. Hal itu baru terlaksana pada Piala Dunia 1970 di Meksiko, setelah Brazil mengalahkan Italia 4-1 di partai puncak.

Trofi Jules Rimet lalu disimpan di kantor pusat CBD yang bertingkat tiga di Rio de Janeiro. Namun, tiga belas tahun kemudian, trofi itu kembali hilang, tepatnya pada malam 19-20 Desember 1983. Sekelompok maling berhasil menggondolnya setelah melumpuhkan petugas keamanan gedung. Penyelidikan yang dilakukan kepolisian Brazil tak berhasil mengungkap siapa dalang di balik pencurian itu.

Insiden ini sempat pula memunculkan rumor bahwa Trofi Jules Rimet yang diserahkan Inggris kepada FIFA pada 1970 adalah replika. Lantaran percaya gosip itu, FIFA berani membayar 254.500 poundsterling saat Inggris melelang trofi replikanya pada 1997.

Lewat bantuan ahli perhiasan, FIFA lantas melakukan serangkaian pemeriksaan. Namun, hasil yang didapat ternyata menunjukkan bahwa trofi yang dilelang Inggris merupakan replika dan trofi yang hilang di Brazil benar-benar trofi asli.

 

Sumber : ft.com / foxnews / cbc.ca / The Guardian / Mirror / Tirto

 

Kaitan Jules rimet, misteri, piala dunia, sepakbola, top
Redaksi 23 Maret 2018 23 Maret 2018
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Pendiri WhatsApp Himbau Pengguna Tinggalkan Facebook
Artikel Selanjutnya Marck Zuckerberg Bicara Tentang Kebocoran Data Pengguna di Facebook

APA YANG BARU?

Bawa Inter Milan Raih Double Winner, Cristian Chivu Perpanjang Kontrak dan Naik Gaji
Sports 10 jam lalu 161 disimak
Bintan Usulkan Perluasan Free Trade Zone ke Seluruh Wilayah
Artikel 19 jam lalu 227 disimak
Tour de Bintan 2026: Kembali Digelar dengan Identitas Baru dan Kategori UCI 1.2 Point Race
Sports 20 jam lalu 196 disimak
Untuk Kurangi Kemacetan, Jalan Tengku Sulung Segera Dilebarkan
Artikel 20 jam lalu 212 disimak
BP Batam Perkuat Komunikasi dengan Pelaku Usaha Terkait PTSP dan OSS
Artikel 20 jam lalu 227 disimak

POPULER PEKAN INI

“Dari Karas Besar ke Sungai Dai, Menyinggahi Sarang Perompak Laut”
Histori 5 hari lalu 723 disimak
Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang Mirip Museum
Catatan Netizen 5 hari lalu 639 disimak
Kepri Butuh 1.500 Guru Baru, Perekrutan Masih Dikaji Jelang Tahun Ajaran 2026
Pendidikan 5 hari lalu 622 disimak
BPBD Tanjungpinang Imbau Warga Waspada Cuaca Hujan dan Kemunculan Buaya di Pesisir
Artikel 5 hari lalu 601 disimak
Polisi Gencarkan Patroli Malam di Coastal Area
Artikel 5 hari lalu 578 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?