Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    RDPU Terkait Lahan KASIBA Mangsang, DPRD Batam Dorong Adanya Kepastian Hukum
    23 jam lalu
    Ada Tugas Baru Untuk RT/RW di Batam, Menadata Warga Nunggak Pajak Kendaraan
    2 hari lalu
    Empat Orang Terlibat Curanmor Diamankan Petugas Polsek Nongsa
    2 hari lalu
    Demi Menjaga Iklim Investasi, Amsakar Meminta Aturan Khusus Adminduk di Batam
    2 hari lalu
    MTQH 2026 Kepri, Kota Batam Kembali Raih Juara Umum
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Kalahkan Belgia, Matador Spanyol Tantang Prancis di Semifinal
    1 hari lalu
    Tundukan Singa Atlas, Ayam Jantan Eropa Melangkah ke Semifinal Piala Dunia
    2 hari lalu
    8 Tim ke Perempat Final Piala Dunia 2026: Peta Kekuatan, Kejutan, dan Duel Klasik
    4 hari lalu
    Argentina Jaga Asa Pertahankan Gelar, Kalahkan Mesir di 16 Besar
    4 hari lalu
    Skor Akhir 1-4, Setan Merah Belgia Sikat Tuan Rumah Amerika Serikat
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    7 hari lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    1 minggu lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    1 minggu lalu
    Analisis Data: Kuota Bansos di Batam dan Efektivitas Sistem Bansos Online
    1 minggu lalu
    Mei 2026: Inflasi Sektor Informasi dan Komunikasi Karimun di Angka 0,1 Persen
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 minggu lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 minggu lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    4 minggu lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Tips Menyiapkan Dana Pensiun Sejak Dini

Editor Admin 7 tahun lalu 952 disimak

KEBANYAKAN milenial nyaris tak terpikir menyisihkan uang untuk dana pensiun.

Daftar Isi
1. Targetkan umur pensiun2. Bangun kebiasaan3. Kurangi konsumsi dan alihkan ke dana darurat4. Pilih instrumen

Biasanya hal ini memang disebabkan oleh banyak faktor, seperti banyak kebutuhan di masa produktif, memiliki pendapatan kecil, atau bahkan merasa masa pensiun masih lama sehingga kebutuhan dana pensiun tidak mendesak.

Padahal, semua perencana keuangan sepakat mencicil dana pensiun selagi muda dan di masa puncak produktivitas banyak manfaatnya. Utamanya membuat pengeluaran dana pensiun di masa depan jauh lebih ringan.

Apalagi, milenial cenderung tak banyak dibuntuti kebutuhan mendesak, seperti biaya sekolah anak, cicilan kredit pemilikan rumah (KPR), bayar listrik, maupun bayar air setiap bulan.

Paling-paling keuangannya kerap dihabiskan untuk kebutuhan konsumtif, seperti minum kopi di kafe kekinian hingga beli baju yang terlalu sering.

Untuk itu, mulailah mencicil dana pensiun sedini mungkin.

Bila Anda masih bingung soal perencanaannya dan aja saja yang perlu Anda persiapkan untuk menabung dana pensiun, tips-tips di bawah ini mungkin bisa membantu Anda.

1. Targetkan umur pensiun

Perencana keuangan Eko Endarto mengatakan, Anda perlu menargetkan beberapa hal, seperti di usia berapa Anda akan pensiun, berapa angka harapan hidup Anda, dan berapa besaran dana yang diperlukan.

“Tentu harus dihitung dulu kapan pensiunnya, seberapa kebutuhan dia, dan berapa angka harapan hidupnya,” kata Eko Indarto kepada Kompas.com, Senin (19/8/2019).

Misalnya, Anda memiliki target pensiun di usia 55 tahun. Bila saat ini Anda berusia 20-30 tahun, berarti Anda punya waktu sekitar 25-35 tahun ke depan untuk mempersiapkan dana pensiun.

Setelah menghitung target pensiun, Anda juga perlu menghitung dan mengasumsikan angka harapan hidup Anda.

Misalnya, jika Anda akan pensiun di usia 55 tahun dan Anda akan hidup hingga usia 80 tahun, maka dana pensiun yang Anda butuhkan setara dengan 25 tahun hidup.

Dari situ, Anda bisa menghitung besaran dana pensiun yang bisa Anda cicil. Bila kebutuhan bulanan Anda sekitar Rp 5 juta, maka dana pensiun yang Anda butuhkan untuk 25 tahun ke depan sekitar Rp 1,5 miliar.

2. Bangun kebiasaan

Eko menyarankan, milenial perlu membangun kebiasaan untuk menyisihkan dana pensiun dari gajinya maupun pendapatan lain.

Adapun membangun kebiasaan ini membutuhkan komitmen dan kedisiplinan.

“Yang penting adalah disiplin dan komitmen, minimal 10 persen dari penghasilan. Coba untuk disisihkan di awal. Pasti agak susah, namanya juga awal-awal. Tapi ini untuk membangun kebiasaan,” kata Eko.

Bila tiba-tiba Anda mengalami kebutuhan mendesak, Eko pun tak melarang Anda menggunakan dana pensiun terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan itu.

Tapi yang jelas, pastikan Anda memiliki komitmen untuk menambah sedikit demi sedikit pemasukan untuk dana pensiun dan berusaha tak lagi memakainya.

“Boleh diambil lagi tapi enggak semua. Makin lama makin sedikit yang diambil. Jadi memang butuh komitmen sebenarnya, coba dulu di awal. Kalaupun nanti butuh, ya itu urusan nanti,” terang Eko.

3. Kurangi konsumsi dan alihkan ke dana darurat

Bila Anda gemar berbelanja atau sekedar minum kopi di kafe kekinian, ada baiknya kebiasaan itu dikurangi.

Alih-alih minum kopi setiap hari atau seminggu sekali, alokasikanlah dana konsumtif tersebut ke dana darurat.

Tindakan ini, kata Eko, berguna untuk mengamankan dana pensiun bila suatu saat ada kebutuhan mendadak. Anda bisa menggunakan dana darurat ketimbang dana pensiun yang telah Anda kumpulkan.

Adapun idealnya, besaran dana darurat harus setara dengan 3 kali pengeluaran bulanan.

“Dana darurat adalah dana yang dibutuhkan ketika ada masalah di keuangan. Maka, untuk milenial yang masih muda-muda sebenarnya 3 kali pengeluaran bulanan sudah cukup, enggak usah terlalu banyak karena masih muda,” ungkap Eko.

Namun pastikan, jangan satukan simpanan dana darurat dengan simpanan dana pensiun. Dana darurat harus ditaruh di instrumen yang likuid, sementara dana pensiun mesti ditaruh dalam instrumen jangka panjang.

4. Pilih instrumen

Mengingat dana pensiun adalah simpanan jangka panjang, Eko menyarankan Anda untuk mencari produk yang berisiko tinggi dan return yang tinggi.

Pun produk yang minim bahkan tidak bisa tergerus inflasi.

“Bisa taruh di saham, properti, bisa juga ke investasi emas minimal. Tapi harus yang investasi, jangan produk perbankan seperti deposito. Karena produk perbankan itu bukan jangka panjang,” saran Eko.

Jika Anda belum mengerti saham langsung, pelajarilah atau pilihlah instrumen lain yang bisa Anda mengerti, seperti reksa dana saham.

Anda juga bisa memulai bisnis yang keuntungannya bisa digunakan untuk dana pensiun.

“Kalau memang merasa saham terlalu sulit, mungkin milenial bisa mencoba dahulu ke reksadana. Reksadana saham itu kan ada pengelolanya, nah itu lebih aman dibanding saham langsung. Atau bisnis juga bisa. Zaman sekarang bisnis bisa digunakan sebagai dana pensiun,” pungkas Eko.

Sumber : Kompas

Kaitan dana pensiun, tip, top
Admin 20 Agustus 2019 20 Agustus 2019
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Korban Kecelakaan Tunggal Ditanggung BPJS Kesehatan
Artikel Selanjutnya Jaringan 5G Bukan Dikonsumsi Personal

APA YANG BARU?

RDPU Terkait Lahan KASIBA Mangsang, DPRD Batam Dorong Adanya Kepastian Hukum
Artikel 23 jam lalu 128 disimak
Kalahkan Belgia, Matador Spanyol Tantang Prancis di Semifinal
Sports 1 hari lalu 153 disimak
Ada Tugas Baru Untuk RT/RW di Batam, Menadata Warga Nunggak Pajak Kendaraan
Artikel 2 hari lalu 140 disimak
Empat Orang Terlibat Curanmor Diamankan Petugas Polsek Nongsa
Artikel 2 hari lalu 154 disimak
Demi Menjaga Iklim Investasi, Amsakar Meminta Aturan Khusus Adminduk di Batam
Artikel 2 hari lalu 163 disimak

POPULER PEKAN INI

Tekan Kemiskinan di Pesisir, Batam Jadi Kota Pertama Peluncuran SiTaskin Pesisir
Artikel 5 hari lalu 328 disimak
8 Tim ke Perempat Final Piala Dunia 2026: Peta Kekuatan, Kejutan, dan Duel Klasik
Sports 4 hari lalu 314 disimak
Dramatis! Meksiko Disingkirkan Inggris di Azteca
Sports 6 hari lalu 304 disimak
Hentikan Perlawanan Keras Paraguay, Prancis Tantang Maroko di Perempat Final
Sports 7 hari lalu 295 disimak
Tertibkan Parkir Liar, BP Batam Gelar Patroli Gabungan di Jembatan 1 Barelang
Artikel 4 hari lalu 288 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?