Hubungi kami di

Berita

Tradisi Perang Air Dalam Perayaan Imlek di Meranti

Mike Wibisono

Terbit

|

TRADISI Ciancui atau Pesta Air atau biasa juga disebut juga Perang Air,  mewarnai perayaan Hari Raya Imlek 2568 Tahun 2017 di Selatpanjang Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

“Jumlah masyarakat yang ikut dalam kegiatan tersebut berjumlah 8.000 orang. Pengamanan dilakukan oleh Personil Polres Kepulauan Meranti yang berjumlah 70 Personil,” kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Riau, Kombes Pol Guntur Arya Tejo seperti dikutip dari antara, Sabtu (28/01).

Perang air di Meranti dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dan berakhir Pukul 18.00 WIB. Peserta perang air melewati rute Jalan Kartini, Jalan Imam Binjol, Jalan Ahmad Yani, Jalan Tebing Tinggi, dan Jalan Diponegoro di Selat Panjang.

Warga berkonvoi sambil perang air menggunakan becak motor khas Meranti 300 unit, R-2 50 unit, dan R-4 unit serta ada juga menggunakan Kendaraan Kaisar roda tiga lima unit.

Kegiatan tersebut di dunia ini hanya ada di Selatpanjang, Meranti dan menjadi kalender pariwisata pemerintah setempat. Peserta yang ikut diketahui tidak hanya penduduk lokal ataupun Indonesia saja, tapu juga dari negara lain Etnis Tionghoa.

“Kegiatan berakhir sekira pukul 18.00 WIB situasi aman dan terkendali dan arus lalu lintas kembali lancar di Kota Selat Panjang,” lanjut Guntur.

Sebelumnya pada pagi hari telah berlangsung Kegiatan sembahyang di beberapa kelenteng di Selatpanjang. Diantaranya Kelenteng Catur Maharaja Sakti, Wira Sakti, Vihara Berkat, Dwi Kwan in, Raja Sakti, Dwi Sakti, Mega Sakti, K Dharma Jaya, Setia Sakti, Tri Sakti, Dewi Trieni, Tunggal Sakti, dan Kelenteng Dharma Jaya.

Khusus untuk Kelenteng Sejahtera dan Panca Sakti dijaga oleh empat orang personil polisi. “Dalam pelaksanaannya situasi aman dan terkendali,” demikian Guntur.

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook