Hubungi kami di

Hidup Sehat

Tren Baru, Kopi Brokoli

iqbal fadillah

Terbit

|

Ilustrasi © The Daily Meal

KAMU kesulitan memenuhi kebutuhan sayur-mayur dalam asupan harian? Ini bisa jadi solusi, bukan hanya bagi kamu pencinta kopi.

The Guardian melansir, di Australia peneliti telah menemukan kopi brokoli. Kopi brokoli tidak dibuat dengan mencelupkan kuntum segar sayuran hijau ini ke dalam cangkir.

Kopi ini dibuat dengan menggunakan bubuk brokoli.

Kopi brokoli dikembangkan oleh CSIRO (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation) Australia dan Hort Innovation. Uji coba rasa dilakukan di kafe Commonfolk di Melbourne.

Menurut Mashable, para barista di kedai kopi tersebut meracik kopi brokoli yang mereka namai broccolattes. Mereka mengamati apakah minuman berkafein dengan unsur sayuran ini akan mengetren di masa yang akan datang.

Ternyata, tanggapan peminum kopi akan kopi bernutrisi ini beragam. Ada yang berkomentar betapa minuman itu menakutkan karena berwarna hijau dan berbau aneh.

Tapi ada juga yang antusias karena sesi minum kopi paginya jadi lebih sehat.

Memang tak semua orang suka brokoli. Salah satu penyebabnya adalah karena bau dan rasanya yang langu.

Meskipun membayangkannya membuat kamu enggan mencoba, kopi ini bisa jadi cara yang layak untuk memenuhi kebutuhan sayuran harian yang direkomendasikan ahli kesehatan.

Menilik kondisi di Indonesia, berdasarkan data BPS hingga 2016, konsumsi sayur dan buah penduduk Indonesia belum memadai. Hal yang sama juga terjadi di belahan negara lain, termasuk Amerika Serikat dan Australia.

Menurut statistik Centers for Disease Control and Prevention tahun 2017, hanya satu dari setiap 10 orang dewasa AS yang memenuhi asupan buah-buahan yang direkomendasikan setiap hari–satu setengah hingga dua cangkir–dan sayuran–dua hingga tiga cangkir.

Hal yang sama juga terjadi di benua kanguru.

Menurut John Lloyd, kepala eksekutif dari Hort Innovation, rata-rata orang Australia belum mencukupi kebutuhan asupan sayuran harian yang direkomendasikan setiap hari. Di sinilah peran suplemen seperti bubuk brokoli dapat bermanfaat.

Jadi, walaupun kopi brokoli kedengaran sangat tidak enak untuk Anda, mungkin ada baiknya menambahkan bubuk brokoli ke beberapa sajian dan minuman favorit Anda lainnya.

BACA JUGA :  Resiko Penyakit Jantung Untuk si "Kurus"

Laporan CSIRO mencatat, bubuk brokoli terbuat dari 100 persen brokoli utuh. Sebelumnya telah diolah dan dikeringkan untuk memastikan segala warna, rasa, dan nutrisi alaminya terkandung dalam bentuk bubuk.

Peneliti utama, Mary Ann Augustin dari CSIRO, bahkan menegaskan bubuk itu tinggi protein, serat. Dua sendok makan bubuk brokoli setara dengan satu porsi brokoli.

ScienceAlert melaporkan poin tambahan untuk bubuk brokoli ini. Pasalnya, setiap paket bubuk brokoli terbuat dari sayuran yang dianggap terlalu “jelek” untuk dijual.

Alih-alih dibuang, brokoli tersebut kemudian diolah menjadi bubuk yang bernutrisi dan bermanfaat bagi kesehatan.

Ini kabar baik sebab seperti dilaporkan CSIRO, lebih dari sepertiga dari semua makanan yang diproduksi secara global hilang atau terbuang. Di Australia saja, lebih dari empat juta ton makanan terbuang setiap tahun.

Angka ini lebih tinggi lagi di AS. Menurut The Atlantic, lebih dari 60 juta ton limbah makanan diproduksi setiap tahun di negara tersebut.

Dengan kata lain, sepertiga dari semua produk makanan terbuang sia-sia di AS. Padahal menurut hitungan, limbah itu bisa diolah menjadi makanan senilai 160 miliar Dolar AS.

“Bubuk brokoli sedang dikembangkan sebagai bagian dari proyek penelitian dan pengembangan yang lebih besar yang bertujuan untuk mengurangi terbuangnya sayuran dengan menciptakan produk makanan sehat dari produk ‘jelek’ atau produk yang tidak lolos untuk dijual ke pasar.”

Langkah selanjutnya, bubuk brokoli akan melalui pengujian lebih lanjut. Harapannya, konsumen dapat segera mendapatkannya di toko-toko dan pasar swalayan.

Brokoli adalah sayuran yang sangat kaya nutrisi. Di dalamnya terkandung vitamin B6, C, E, K, folat, dan mangan.

Jika tak selera mencampurnya ke dalam kopi atau smoothie, Anda bisa menambahkannya ke dalam makanan seperti sup atau salad. Bahkan menggunakannya sebagai bahan dalam membuat kue.

 

 

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook