Hubungi kami di

Pilihan gowest.id

Upayakan Perbaikan Drainase dan Tata Infrastruktur, Medan Masuk Nominasi PUPR

iqbal fadillah

Terbit

|

UPAYA Pemko Medan memperbaiki  dan menata infrastruktur jalan serta drainase ternyata mendapat apresiasi.

Medan terpilih sebagai salah satu kota di Provinsi Sumatera Utara yang mewakili kota bagian Barat yang akan dinilai untuk mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia.

Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution dilansir laman pemkomedan.go.id mengatakan tim penilai akan berada di Kota Medan selama 3 hari untuk melakukan penilaian.

Sementara Kadis Tata Ruang Tata Bangunan (TRTB), Sampurno pohan dan Kadis Pertamanan, Zulkifli Sitepu, menjelaskan penilaian yang dilakukan menyangkut enam bidang di bawah Kementerian PUPR. Di antaranya bidang Sumber Daya Air, Bina Marga, Cipta Karya, Penyediaan Perumahan, Konstruksi dan Pembiayaan Perumahan.

Penilaian ini akan kita lakukan selama 3 hari. Jika memenuhi kriteria penilaian, maka Kementrian PUPR akan memberikan penghargaan berupa tropi serta program-program kegiatan yang akan dilakukan Kementerian PUPR di tahun berikutnya.

Wakil Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution MSi mengaku sangat gembira dan mengucapkan terima kasih dipilihnya Kota Medan untuk  dinilai Tim Penilaian Kementerian PUPR. Saat ini Kota Medan terus melakukan perbaikan maupun pembenahan, khususnya di bidang infrastruktur.

Walaupun demikian Akhyar tak menutupi masih ada kekurangan-kekurangan yang harus dilakukan agar infrastruktur bisa lebih baik lagi. Misalnya saja sejumlah sungai yang melintasi Kota Medan sudah mengalami pendangkalan, sehingga jika hujan deras turun,  jalanan akan tergenang air. Terjadi backwater yang diakibatkan sungai tidak dapat menampung debit air. Selain itu frekuensi banjir rob di wilayah Belawan yang kini semakin sering terjadi.

Selain permasalahan infrastruktur, tambahnya, pemukiman penduduk juga menjadi kendala Pemko Medan saat ini.

Banyak masyarakat yang tinggal di bantaran sungai. Apabila mereka dipindahkan, Pemko Medan belum memiliki lahan yang memadai. Belum lagi soal pemukiman penduduk di di pinggran rel kereta api. ***

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook