Hubungi kami di

Tanjung Pinang

Wali Kota Tanjungpinang: Pedagang Segera Direlokasi ke Batu 7

Terbit

|

Wali Kota Tanjungpinang, Rahma, meninjau Pasar Baru 1 dan 2 Tanjungpinang, Minggu (12/6). F. Dok. ANTARA/HO-Humas Pemkot Tanjungpinang

WALI Kota Tanjungpinang, Rahma, memastikan relokasi pedagang akan dilakukan setelah pasar sementara di Batu 7 selesai dibangun dan paling lambat dua bulan mendatang.

Para pedagang pedagang tradisional akan relokasi ke Jalan Kijang Lama, tepatnya di belakang kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tanjungpinang.

“Hari ini saya bersama jajaran langsung turun ke lapangan untuk memastikan persiapan pedagang yang akan direlokasi ke Batu 7,” kata Rahma usai meninjau Pasar Baru 1 dan 2 Tanjungpinang.

Menurut Rahma, saat ini, pihaknya masih melengkapi administrasi semua pedagang terutama terkait surat perjanjian (SP).

Ia menegaskan relokasi dilakukan kepada seluruh pedagang, bagi yang menolak akan menerima konsekuensi tidak mendapatkan lapak setelah Pasar Baru 1 dan 2 Tanjungpinang selesai direvitalisasi.

BACA JUGA :  Masih di Atas Seribu, Hari Ini Positif Covid-19 Tambah 1.180, Kepri Nihil Kasus

“Karena ini juga merupakan syarat yang harus kita penuhi untuk kelancaran pembangunan revitalisasi pasar yang akan dibangun oleh Kementerian PUPR. Insya Allah hari ini terus bergerak, sesegera mungkin akan kita mulai progres pembangunannya,” ucap Rahma.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Tanjungpinang, Riany, mengatakan dari data sementara jumlah pedagang di Pasar Baru 1 dan 2 Tanjungpinang sekitar 700 orang.

“Ini baru perkiraan kita. Kami akan mendata dengan mendokumentasi mereka (pedagang) dan kami minta bawa KTP serta surat perjanjiannya,” ujar Riany

Sesuai dengan arahan Wali Kota Rahma, lanjut Riany, pihaknya memprioritaskan pedagang yang benar berjualan di Pasar Baru 1 dan 2. Bukan pemilik lapak disewakan kepada pedagang lainnya.

BACA JUGA :  Kondisi Pasien COVID-19 Di Tanjungpinang Mulai Membaik

Para pedagang diakomodir yang akan direlokasi, termasuk yang akan menempati gedung yang akan dibangun oleh pemerintah ini adalah pedagang yang berjualan.

“Artinya, kami mengakomodir surat perjanjian ini sesuai dengan fakta di lapangan,” jelasnya.

Ia menyampaikan satu pedagang hanya mendapat satu lapak, meskipun saat ini pedagang ada mendapatkan lapak lebih dari satu. Kendati hanya satu, ukuran lapak akan lebih besar sesuai standar nasional yakni 1,5×1,5 meter, sedangkan kios 2×2 meter.

“Jadi tidak bisa lebih, hanya diberikan satu lapak per orang,” tegas Riany.

(*)

sumber: Antaranews.com

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid