Hubungi kami di

Uang

Waspada Lonjakan Inflasi Sebelum Ramadhan, TPID Kepri Perkuat KAD

Terbit

|

Ilustrasi sayur mayur yang juga turut menyumbang kenaikan inflasi di Kepri. F. dok CNN

MEMASUKI Maret 2023, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kepulauan Riau akan melakukan sejumlah upaya mitigasi demi mencegah melonjaknya inflasi menjelang Bulan Ramadhan. Salah satunya yakni dengan penguatan Kerja sama Antar Daerah (KAD) di pulau-pulau yang menghubungkan Kepulauan Riau.

Wakil Ketua TPID Provinsi Kepulauan Riau, Suryono mengatakan lonjakan inflasi bisa terjadi karena sejumlah faktor, yakni potensi peningkatan permintaan menjelang Bulan Ramadhan, serta curah hujan dan gelombang laut yang dapat mempengaruhi tekanan inflasi.

TPID Provinsi Kepulauan Riau serta TPID Kabupaten/kota se-Kepulauan Riau berkomitmen memperkuat upaya pengendalian inflasi untuk mencapai sasaran inflasi sebesar 3±1% (yoy).

“Sejumlah upaya terus TPID lakukan untuk menjaga inflasi agar tetap rendah dan stabil tapi tetap dengan memperhatikan 4K, yakni ketersediaan barang, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif khususnya untuk komoditas bahan pangan yang rentan fluktuasi harga,” katanya, Selasa (2/3/2023) di Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepulauan Riau.

BACA JUGA :  Kejar Target 100% Akhir Agustus | BP Batam Fasilitasi Vaksinasi Massal Kota Batam

Sejalan dengan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), TPID melakukan berbagai kegiatan seperti penguatan KAD antar pulau di Kepulauan Riau, penyelenggaraan capacity building TPID, serta optimalisasi sinergi program TPID melalui pelaksanaan High Level Marketing (HLM) maupun rapat tim teknis.

“TPID juga senantiasa melaksanakan pemantauan perkembangan harga bahan pangan, monitoring ketersediaan pasokan serta memastikan distribsi bahan pangan dapat berjalan secara efektif dan efisien,” papar Suryono yang juga Kepala BI Perwakilan Kepulauan Riau ini.

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau, Indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan 2 kota di Provinsi Kepulauan Riau, Batam dan Tanjung Pinang pada Februari 2023 mengalami inflasi sebesar 0,47% (mtm), setelah bulan sebelumnya mengalami deflasi sebesar 0,24% (mtm).

Inflasi saat itu bersumber dari peningkatan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau, aneka sayuran seperti kangkung dan bayam, serta cabai merah.

BACA JUGA :  Harris Day 2022 Serentak Digelar di 6 Kota di Indonesia

“Saat itu pasokan sayuran menurun sebagai dampai kondisi cuaca yang kurang mendukung hasil panen. Selain itu, terdapat kenaikan cukai rokok pada awal 2023 yang berdampak pada kenaikan harga rokok kretek filter.

Sementara itu, tekanan inflasi juga bersumber dari kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga yang disebabkan oleh kenaikan harga kontrak rumah, yang terkerek penyesuian harga di awal tahun.

Secar spasial, Batam dan Tanjung Pinang mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,50% (mtm) dan 0,32% (mtm). Dengan demikian, secara tahunan inflasi gabungan 2 kota IHK di Kepulauan Riau tercatat sebesar 5,79% (yoy), meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 4,85% (yoy).

Capaian inflasi tahunan tersebut relatif lebih rendah di antara 10 provinsi di Sumatera, dimana Kepulauan Riau berada di posisi ke-2 terendah (leo).

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

[GTranslate]