Hubungi kami di

Ini Batam

Yuk, Lihat Cara Warga Sambau Atasi Sampah Secara Swakelola

Mike Wibisono

Terbit

|

AGAR maksimal, pengelolaan sampah di suatu daerah memang tidak bisa sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah. keterlibatan masyarakat juga sangat diperlukan. contohnya seperti yang dilakukan oleh pihak kelurahan Sambau di Batam ini. Pihak kelurahan bersama masyarakat membentuk Lembaga Pengelola Sampah Kelurahan Sambau yang diberi nama Kelompok Penggiat Sampah.

Kelompok ini bertugas mengangkut sampah dari rumah warga ke bin container. Wilayah kerjanya mencakup 16 RT di empat RW Kelurahan Sambau, tepatnya di Kavling Nongsa. Terdapat sekira 1000 rumah tangga yang dilayani Kelompok Penggiat Sampah ini.

“Sebelum ada lembaga ini, warga buang sampah sembarangan saja, ada yang di pinggir jalan raya, ada yang dibakar. Hal ini tentu sangat disayangkan, karena Nongsa merupakan kawasan pariwisata. Dengan sampah yang berserak di jalan tentu akan merusak keindahan. Mudah-mudahan ke depan lalulintas pariwisata itu bersih,” kata Ketua Kelompok Penggiat Sampah, Raja Alip di Kantor Lurah Sambau, seperti dikutip dari mediacenter.batam.go.id.

Sejak adanya kelompok ini akhir Juli 2016 lalu, kesadaran masyarakat Kavling Nongsa terhadap kebersihan sudah lebih baik. Meski masih ada sebagian warga yang belum mengubah kebiasaannya buang sampah di sembarang tempat.

Oleh karena itu Raja Alip berharap para Ketua RT bisa membantu sosialisasikan kepada masyarakat wilayah kerjanya. Warga diminta membuang sampah di depan rumahnya. Kelompok Penggiat Sampah yang akan berkeliling gunakan mobil pick up mengangkut sampah dari rumah ke bin container.

“Harapan kami kepada warga, kami kan sudah ada. Sampah sudah ada yang mengelola, jadi jangan buang masing-masing lagi,” kata dia.

Selain mengangkut sampah, kelompok ini juga mengupayakan agar tiap rumah memiliki tong sampah. Tahun lalu lembaga ini sudah menyebarkan proposal bantuan tong sampah ke perusahaan-perusahaan khususnya yang ada di kawasan Sambau Nongsa. Dan saat ini sudah terkumpul 80 tong sampah dari empat perusahaan yaitu ATB, Montigo Resort, Batam View, dan Tering Bay Resort. Bantuan tersebut disalurkan melalui program tanggungjawab sosial perusahaan di bidang kepedulian terhadap lingkungan.

“Target kami bisa mengumpulkan 1000 tong sampah, agar setiap rumah memiliki tong sampah sendiri. 80 tong sampah yang ada sekarang akan dibagi rata di 16 RT. Tujuannya untuk memberi semangat, stimulan, kepada masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya,” kata Raja Alip.

Tong sampah yang ada sekarang akan dibagikan ke warga dengan ongkos transportasi Rp 30.000. Uang yang terkumpul akan digunakan sebagai tambahan biaya operasional Kelompok Penggiat Sampah, serta persiapan pembentukan Bank Sampah.

“Harapannya ke depan perusahaan-perusahaan lain yang belum beri bantuan, bisa bantu di tahun 2017 ini. Seperti Citra Group, Palm Spring, Ecogreen, dan perusahaan lain khususnya yang ada di wilayah Sambau,” ujarnya.

Daniel, perwakilan Humas ATB, menyampaikan apresiasi perusahaan terhadap kegiatan yang dilakukan masyarakat Kavling Nongsa secara swadaya.

“Kita sangat mendukung. Mudah-mudahan berguna untuk masyarakat. Agar lingkungan bisa dikelola lebih baik lagi,” kata Daniel.

Apresiasi senada diungkapkan Lurah Sambau, Anwar. Menurutnya lembaga swadaya masyarakat seperti ini sangat dibutuhkan untuk membantu kerja pemerintah. Apalagi mulai tahun ini, pengelolaan sampah khususnya pengangkutan dari rumah warga diserahkan tanggungjawabnya kepada pihak kecamatan.

“Kami berharap RW lain di Sambau bisa ter-cover dan bekerjasama dengan lembaga pengelola sampah ini. Sosialisasi akan terus kami lakukan supaya wilayah Sambau ini bersih dari sampah,” sebut Anwar.

(dha/int)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook