Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Siswi SMK di Bintan Ditemukan Meninggal Tergantung di Kamarnya
    43 menit lalu
    Udara di Batam Terpantau Kabur dan Berasap, Cuaca Berawan Merata Di Semua Wilayah
    15 jam lalu
    Bentrokan Berdarah di Setokok: 4 Orang Lagi Jadi Tersangka, Total 10 Ditahan
    16 jam lalu
    Proyek Jalan Lingkar Batam: Pengaspalan Bertahap Dimulai Tahun Ini hingga 2029
    1 hari lalu
    Penyelundupan 11,31 Kg Emas ke Singapura Gagal
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Asian Games 2026, Ganda Putra Bulutangkis Sumbangkan Emas Ketiga Untuk Indonesia
    3 jam lalu
    Siswa di Tanjungpinang Diliburkan, Belajar Online
    4 jam lalu
    Disdik Kota Batam Kembali Lakukan Kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR)
    13 jam lalu
    FIFA ASEAN Cup 2026, 10 Pemain Garuda Tahan Imbang Harimau Malaya
    24 jam lalu
    Hujan Belum Cukup Sapu Kabut Asap Karhutla di Batam
    1 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pelawan Merah: Pohon Eksotis yang Menjaga Hutan Kepulauan Riau
    9 jam lalu
    Nazief Soesiladharma (Walikota Batam Ketiga)
    10 jam lalu
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    1 minggu lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    2 minggu lalu
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

“Para Siswa Yang Menyeberangi Sungai Untuk Sampai ke Sekolah”

Editor Admin 10 tahun lalu 3.7k disimak
Foto : © Antara

KONDISI pendidikan di Indonesia masih belum merata. Ada ketimpangan antara kondisi di kota dan desa. Apalagi di daerah tertinggal.

Di daerah terpencil di pelosok Tanah Air, misalnya. Masih banyak dijumpai infastruktur pendidikan yang memprihatinkan. Padahal salah satu kemajuan bangsa bisa dilihat dari kemajuan pendidikannya.

Kondisi memprihatinkan bisa dilihat dari perjuangan para siswa sekolah dasar yang letaknya berada di daerah pegunungan, misalnya. Di SD Negeri 1 Campoan, Desa Campoan, Kecamatan Mlandingan, di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, para siswanya harus gigih untuk bisa mengkuti pelajaran.

Para siswa di sekolah dasar itu harus menempuh jalan setapak dan memutar serta melewati tebing yang curam dan juga menyeberangi sungai dengan arus deras.

Di sekolah dasar yang letaknya antara 35 kilometer hingga 40 kilometer dari Kota Situbondo ini para siswa setiap hari harus berjalan sejauh lebih dari 1 kilometer dari rumah ke sekolah.

Mereka terpaksa menyeberangi sungai selebar sekitar 10 meter dengan arus sangat deras. Sungai merupakan akses jalan satu-satunya menuju sekolah. Sedangkan akses lain harus memutar lebih jauh, yakni sekitar 3 kilometer.

Karena itu perjalanan menuju sekolah yang berbahaya dan bisa mengancam nyawa pelajar SD ini sudah menjadi hal yang biasa demi menuntut ilmu.

“Sebenarnya takut terseret arus sungai, tapi bagaimana lagi tidak ada jalan lain untuk ke sekolah. Teman-teman semua memang berangkat bersama-sama dan saling membantu saat menyeberang sungai,” kata Nur Faizah, salah satu siswa, seperti dikutip dari Antara, Jumat (3/2).

Satu-satunya jembatan untuk menuju sekolah dasar itu tidak bisa digunakan lagi karena sudah putus akibat diterjang banjir bandang pada dua tahun silam (2015). Kendati sempat dibangun jembatan dengan berbahan bambu oleh masyarakat desa setempat, beberapa kali juga hanyut akibat banjir.

Tidak heran, seragam sekolah pelajar SD ini selalu basah karena terkena air saat sampai ke sekolah. Bahkan, seluruh siswa menggunakan sandal jepit pergi ke sekolah karena setiap hari pulang dan pergi menyeberang sungai.

Dari foto yang sempat didokumentasikan, terlihat para pelajar SD tersebut saling membantu ketika menyeberang sungai, beberapa siswa kelas VI berusaha menggendong adik kelasnya menyeberang sungai.

Tak terkecuali guru sekolah. Selain mengajar, mereka juga perlu mengawasi saat anak didiknya menyeberang sungai dan bahkan menggendong siswa yang masih kecil karena khawatir terbawa arus sungai.

Salah seorang guru SDN 1 Campoan, Ahmad Faesoli di laman Antara mengatakan, jumlah siswa sekolah dasar itu keseluruhan 28 orang, mulai kelas I hingga kelas VI.

“Saya kasihan sama anak-anak setiap hari pergi dan pulang sekolah menyeberang sungai, kadang murid-murid saya mengeluh capek setelah sampai di sekolah,” katanya.

Ia bercerita, suatu ketika pernah ada kejadian seorang guru yang sedang menyeberang sungai, terseret air yang tiba-tiba deras dan permukaannya naik, mirip seperti banjir bandang. Untunglah si guru bisa menyelamatkan diri meskipun sempat terseret sekitar 10 meter.

Selama ini, kata dia, para guru pengajar sekolah dasar dan kepala desa setempat sudah mengajukan kepada Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk membangun jembatan sebagai akses jalan anak-anak menuju ke sekolah.

Dengan dibangunnya jembatan, selain memudahkan akses pelajar SD ke sekolah, juga dapat membantu masyarakat satu dusun di desa setempat melakukan aktivitas setiap hari.

Pelajar SD itu tidak cukup berjuang pergi dan pulang sekolah menyeberangi sungai serta melewati jalan setapak di tebing yang curam, konsentrasi belajar siswa juga tidak dapat maksimal selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Sebab, tepat di depan ruang kelas sekolah mereka berhadapan dengan kandang sapi yang mengeluarkan bau tidak sedap.

Letak sekolah yang berada di tengah-tengah pemukiman penduduk ini juga membuat pihak sekolah tidak bisa berbuat banyak terkait kondisi lingkungan sekitar sekolah, dan kandang sapi maupun kandang kambing di depan maupun samping sekolah menjadi pemandangan setiap hari.

Selama ini hanya sebagian kecil wali murid sekolah dasar itu, yang mengantarkan putra dan putrinya ke sekolah, sedangkan sebagian besar wali murid lainnya memasrahkan kepada guru sekolah.

Sehingga beberapa guru sekolah membagi tugas atau piket untuk berjaga di sekitar sungai pada pagi hari saat anak didiknya berangkat ke sekolah dan menyeberang sungai.

Para orang tua (wali murid) sangat berharap kepada pemerintah kabupaten untuk segera membangun jembatan. Selain itu juga akses jalan setapak yang biasa dilewati pelajar SD setempat juga perlu diperbaiki karena licin saat hujan dan khawatir mereka terpeleset dan jatuh ke sungai. ***

Kaitan jawa timur, kondisi pendidikan, siswa, situbondo, sungai
Admin 3 Februari 2017 3 Februari 2017
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Menteri Agama : Jaga Marwah Pemuka Agama
Artikel Selanjutnya Schwarzenegger Tantang Trump

APA YANG BARU?

Siswi SMK di Bintan Ditemukan Meninggal Tergantung di Kamarnya
Artikel 43 menit lalu 95 disimak
Asian Games 2026, Ganda Putra Bulutangkis Sumbangkan Emas Ketiga Untuk Indonesia
Sports 3 jam lalu 153 disimak
Siswa di Tanjungpinang Diliburkan, Belajar Online
Pendidikan 4 jam lalu 224 disimak
Pelawan Merah: Pohon Eksotis yang Menjaga Hutan Kepulauan Riau
Rupa 9 jam lalu 239 disimak
Nazief Soesiladharma (Walikota Batam Ketiga)
Tokoh 10 jam lalu 101 disimak

POPULER PEKAN INI

Iming-Iming “SIM C Tanpa Antre” Berujung Jerat Pidana
Artikel 4 hari lalu 612 disimak
Ancaman Krisis Air, Energi, dan Minimnya Serapan Kerja di Proyek Data Centre Batam
In Depth 5 hari lalu 610 disimak
Perluasan Kolam Retensi Untuk Tekan Titik Banjir di Batam
Lingkungan 4 hari lalu 538 disimak
Mediasi Daerah Dinilai Buntu, Buruh PT Ghim Li Mengadu ke Mabes Polri
Artikel 5 hari lalu 525 disimak
BMKG: Hujan Guyur Batam 3-5 Hari ke Depan, Waspada Cuaca Cepat Berubah
Artikel 7 hari lalu 483 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?