AWAL pekan ini warga Kota Batam harus menjalani aktifitas 15 jam tanpa aliran listrik PLN. Pemadaman massal terjadi sejak Senin (12/10/2026) pagi hingga malam hari, membuat aktifitas warga, pelaku usaha, hingga layanan publik betul-betul terganggu.
Pemadaman mulai dirasakan warga sejak pukul 06.30 WIB hingga pukul 22.30 WIB di sebagian wilayah, bahkan ada juga yang sampai dini hari Selasa (13/10/2026).
Sejumlah kawasan padat penduduk di Batam seperti Batam Center, Nagoya, Batu Aji, Sagulung, Tiban, Bengkong hingga Nongsa serentak padam.
Tak hanya aktifitas di rumah warga, pusat perbelanjaan, kantor, dan layanan internet juga ikut terganggu.
“Dari jam enam tiga puluh pagi tadi sampai jam sepuluh malam, baru nyala. HP mati semua, anak-anak rewel kepanasan, warung terpaksa tutup karena tidak bisa transaksi QRIS,” kata Rina (34), warga Bengkong.
Di media sosial, keluhan warga Batam memuncak. Tagar #BatamMatiLampu, #BatamBlackOut dan #PLN Batam banyak beredar sejak Senin siang.
“Saat ini terjadi gangguan sistem kelistrikan yang menyebabkan pemadaman di sebagian besar wilayah Kota Batam dan sekitarnya. Tim PLN Batam sedang melakukan penanganan dan pemulihan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan serta keandalan sistem kelistrikan. Secara paralel, investigasi penyebab gangguan juga terus dilakukan. Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan terus berupaya agar pasokan listrik dapat segera kembali normal” demikian tulisan yang diterima redaksi GoWest.Id saat mengkonfirmasi ke staf Humas PLN Batam via chat Whatsapp.
Saat ditanya penyebab utama adanya gangguan, pihak PLN Batam belum memberikan jawaban atau informasi.
Pemadaman 15 jam atau bahkan lebih ini, terjadi untuk yang pertama kalinya. Sebelumnya, pernah terjadi Blackout (pemadaman total) untuk wilayah Batam dan Bintan pada awal tahun 2023 lalu, akan tetapi tidak sampai 15 jam atau lebih.
“Ya terlepas itu ada gangguan mendadak atau tidak, kami trauma bang dengan kejadian seperti ini. Dulu pernah juga mendadak mati lampu dan lama, tapi tidak separah seperti sekarang, ini sudah 10 jam lebih nih, susah juga kami dapat penumpang” ungkap Roy, seorang pengemudi ojek online.
Warga mengaku trauma karena pemadaman panjang kerap terjadi secara mendadak. Mereka meminta PLN Batam tidak hanya meminta maaf, tapi memberikan kompensasi dan perbaikan sistem yang permanen.
“Kami pelanggan bayar tepat waktu. Kalau padam 15 jam begini, siapa yang ganti rugi isi kulkas yang busuk, atau usaha yang tutup? Kami butuh kepastian, bukan hanya alasan gangguan,” ujar Andi, pelaku UMKM di Batam Center.
Matinya aliran listrik ini juga berimbas kepada hal lainya. Hampir seluruh kawasan di Kota Batam terganggu distribusi air bersihnya alias mati total secara massal.
“Kami informasikan bahwa saat ini sedang terjadi pemadaman listrik (PLN Off) yang berdampak pada operasional Water Treatment Plant (WTP) di beberapa lokasi, yaitu Ladi, Harapan, MK, Piayu, Tembesi, Nongsa, dan DK 1–5. Sehubungan dengan kondisi tersebut, proses produksi dan distribusi air berpotensi mengalami gangguan atau penurunan tekanan untuk sementara waktu, hingga pasokan listrik kembali normal dan operasional WTP pulih” tulis pihak ABH Batam yang beredar ke masyarakat melalui aplikasi pesan Whatsapp.
“Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk dapat mengantisipasi kondisi ini dengan menyiapkan cadangan air secukupnya sesuai kebutuhan. Kami akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyampaikan informasi terbaru apabila terdapat perkembangan lebih lanjut. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengucapkan terima kasih atas pengertian serta kerja sama seluruh pelanggan ABH” pungkas pesan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, PLN Batam berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh dan memperkuat sistem cadangan agar kejadian serupa tidak terulang.
Warga diimbau melaporkan gangguan lanjutan melalui aplikasi PLN Mobile atau call center 123.
“Informasi terkini mengenai perkembangan pemulihan sistem kelistrikan akan disampaikan secara berkala melalui kanal komunikasi resmi PLN Batam, yaitu Instagram (@ptplnbatam), Facebook (PT PLN Batam), serta Contact Center PLN Batam (0778 5702 123)” pungkas bagian Humas PLN Batam.
(zah)


