Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Urai Kepadatan di Rute Buton dan Punggur, ASDP Alihkan Sementara KMP Teluk Singkil
    2 hari lalu
    Tiga Hari Hilang di Hutan Bukit Belah, Nenek Nurhayati Ditemukan Selamat
    2 hari lalu
    Mandiri Pangan, Batam Tak Lagi Pasok Ikan Air Tawar dari Luar Daerah
    2 hari lalu
    BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif TPK Batu Ampar hingga Agustus 2026
    2 hari lalu
    Harga Minyak Dunia Merosot Dekati 8% Sepekan
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    “Timah 55 Kaki di Bawah Singkep, Kebaikan Sultan Riau Lingga”
    17 jam lalu
    Sinergi Budaya dan Sport Tourism, Dragon Boat Race 2026 Resmi Digelar di Tanjungpinang
    2 hari lalu
    Akomodasi Keluhan Warga, Pemko Batam Alihkan Proyek TPS ke 140 Bin Kontainer
    2 hari lalu
    Prancis Juara Grup I Piala Dunia 2026, Senegal Jaga Asa Lewat Pesta Gol
    2 hari lalu
    Piala Dunia 2026, Brace Vinicius Jr Pastikan Tim Samba Brasil Lolos Babak 32 Besar
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Kancil/ Pelanduk (Tragulidae) di Kepulauan Riau
    1 hari lalu
    Data Volume Sampah di Kota Batam 2026
    2 hari lalu
    Statistika Harga Makanan dan Rokok Melonjak di Batam
    3 hari lalu
    Ikan Lepu (Lion Fish)
    5 hari lalu
    Pohon Bakau Api Api
    7 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    6 hari lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    1 minggu lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 minggu lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Pilihan gowest.id

9 ‘Mahaguru’ Dimas Kanjeng Direkrut dari Pengemis dan Asongan

Editor Redaksi 10 tahun lalu 2k disimak
Foto "Mahaguru" Dimas Kanjeng : © Radar Surabaya

KEBOHONGAN besar Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng, 47, akhirnya terbongkar setelah Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim mengamankan delapan orang mahaguru palsu dari tersangka penipuan bergelar Sri Raja Prabu Rajasanagara tersebut.

Delapan mahaguru palsu ini ditangkap di kediamannya masing-masing di wilayah Tomang, Jakarta Barat, Sabtu malam (5/11). Sedangkan seorang mahaguru lagi diketahui sudah meninggal dunia.

Penangkapan ini dilakukan setelah polisi mendapat informasi dari kesaksian tersangka SP Maranata alias Vijay. Warga keturunan India ini mengaku mendapat perintah dari pengasuh padepokan Dimas Kanjeng di Dusun Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, itu untuk mencari orang yang bisa dijadikan sebagai mahaguru abal-abal untuk mendukung praktik penipuan bermodus penggandaan uang yang dilakukannya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombespol RP Argo Yuwono menjelaskan bahwa pihaknya telah menangkap delapan mahaguru palsu itu masing-masing atas nama Ratim alias Abah Abdurohman, Abdul Karim alias Abah Sulaiman Agung, Murjang alias Abah Nogososro, dan Marno alias Abah Kholil.

Sedangkan tiga lainnya adalah Asep alias Abah Kalijogo, Sadeli alias Etong, Sutarno alias Abah Sutarno dan seorang lagi bernama Karwawi alias Mahaguru. Sedangkan satu orang mahaguru palsu lagi diketahui sudah meninggal dunia.

“Kedelapan orang ini ditengarai ikut terlibat dalam kasus penipuan bermodus penggandaan uang dengan tersangka utama Taat Pribadi,” kata Argo Yuwono di Mapolda Jatim, Minggu (6/11).

Argo pun membeberkan latar belakang dari delapan orang ini yang ternyata sangat berbeda jauh dengan peran mereka sebagai mahaguru alias penasihat spiritual Dimas Kanjeng.

Mahaguru yang diagung-agungkan oleh Taat Pribadi bahkan fotonya dengan jubah hitam dan sorban putih dipampang dalam pamflet-pamflet foto bersama dengan Dimas Kanjeng yang dibagikan ke para santri itu ternyata hanyalah seorang pengemis dan pedagang topi atau pedagang asongan di daerah Tomang, Jakarta.

Mereka direkrut oleh tersangka Vijay untuk dijadikan mahaguru supaya para pengikut padepokan Dimas Kanjeng percaya dengan kemampuan yang dimiliki Taat Pribadi, pria beristri lima tersebut.

“Jadi para mahaguru ini yang didatangkan ke pertemuan para pengikut Padepokan Dimas Kanjeng di Hotel Merlynn Park, Jakarta. Mereka ini sebelumnya telah di-setting oleh tersangka Vijay. Masing-masing orang mendapat imbalan antara Rp 1 juta sampai Rp 15 juta,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kedelapan mahaguru palsu itu masing-masing Ratim alias Abah Abdurrohman telah dihadirkan dalam istighotsah sebanyak sembilan kali, Abdul Karim alias Abah Sulaiman Agung sebanyak lima belas kali, dan Murjang alias Abah Nagasosro empat kali.

Sedangkan Marno alias Abah Kholil sebanyak sembilan kali, Acep alias Abah Kalijogo tiga kali, Sadeli alias Entong dua kali, dan Sutarno alias abah Sutarno sebanyak tujuh kali.

Argo menambahkan bahwa peran dari mahaguru ini adalah mengaku sebagai guru dari Taat untuk meyakinkan para korban tentang kemampuan spiritualnya. Mahaguru ini juga kerap kali duduk bersanding di kursi yang disiapkan di panggung bersama Taat Pribadi setiap ada pertemuan atau istighotsah.

“Peran Vijay ini bertugas sebagai ketua pelaksana event organizer (EO) untuk pertemuan para pengikut Padepokan Dimas Kanjeng yang dipusatkan di Jakarta. Vijay mendapat bayaran dari Taat yang ditransfer oleh sultan agung Suryono kurang lebih Rp 2 miliar,” beber perwira asal Kota Gudeg ini.

Untuk memuluskan aksi penipuannya itu, Taat menyuruh tersangka Vijay menyewa 155 kamar di Hotel Merlynn Park, Jakarta, pada 14-19 Maret 2016 lalu. Kamar itu dipakai untuk menggelar pertemuan dengan para pengikutnya.

Sebelumnya, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Taufik Herdiansyah mengeler tersangka Vijay ke Jakarta, Sabtu pagi (5/11). Polisi menyuruh Vijay untuk menunjukkan keberadaan dan tempat tinggal sembilan mahaguru ini. Setelah ditangkap satu per satu, mereka segera diterbangkan ke Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan.

Setiba di Bandara Juanda, delapan orang itu dijemput dengan menggunakan lima mobil dan dibawa menuju ke gedung Ditreskrimum Polda Jatim untuk dilakukan pemeriksaan. “Sampai sekarang (tadi malam, Red), delapan orang ini masih dilakukan pemeriksaan intensif terkait keterlibatannya dalam kasus penipuan Dimas Kanjeng,” kata Argo.

Saat disinggung apakah delapan orang ini akan ditetapkan menjadi tersangka, Argo mengaku belum dapat memastikan. Sebab, penetapan tersangka merupakan wewenang dari tim penyidik. “Kita tunggu saja hasil pemeriksaan. Nanti kalau sudah ditetapkan menjadi tersangka, pasti akan kami share ke media,” pungkas alumnus Akpol 1991 ini. ***

Kaitan abal abal, ganda uang, Mahaguru, taat pribadi
Redaksi 8 November 2016 8 November 2016
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Pemko Batam Yakin Serapan DAK Capai 90 Persen
Artikel Selanjutnya Belajar Makna Pahlawan Lewat “Surabaya Heroic Track”

APA YANG BARU?

“Timah 55 Kaki di Bawah Singkep, Kebaikan Sultan Riau Lingga”
Histori 17 jam lalu 130 disimak
Kancil/ Pelanduk (Tragulidae) di Kepulauan Riau
Rupa 1 hari lalu 229 disimak
Urai Kepadatan di Rute Buton dan Punggur, ASDP Alihkan Sementara KMP Teluk Singkil
Artikel 2 hari lalu 182 disimak
Tiga Hari Hilang di Hutan Bukit Belah, Nenek Nurhayati Ditemukan Selamat
Artikel 2 hari lalu 177 disimak
Sinergi Budaya dan Sport Tourism, Dragon Boat Race 2026 Resmi Digelar di Tanjungpinang
Budaya 2 hari lalu 174 disimak

POPULER PEKAN INI

Kunang-Kunang Kian Sulit Ditemui: Bioindikator Lingkungan yang Terancam
Lingkungan 7 hari lalu 436 disimak
Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
Documentary 6 hari lalu 423 disimak
Walikota Batam Enggan Jawab Saat Ditanya Ada Orasi Politik di Pawai MBG Siswa
Artikel 4 hari lalu 409 disimak
Akomodasi Keluhan Warga, Pemko Batam Alihkan Proyek TPS ke 140 Bin Kontainer
Lingkungan 2 hari lalu 378 disimak
Pakar Hak Anak Soroti Pawai Dukungan MBG di Batam
Pendidikan 6 hari lalu 374 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?