Hubungi kami di

Ini Batam

Pemko Batam Yakin Serapan DAK Capai 90 Persen

nien bagaskara

Terbit

|

PEMERINTAH Kota Batam optimis serapan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2016 tahun ini bisa mencapai 90 persen, meski hingga termin pertama berakhir, serapan DAK relatif rendah.

Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad berharap agar satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang menerima DAK dari pusat bisa mempercepat kegiatannya sehingga tingkatkan serapan DAK tahun ini.

“Serapan DAK masih cukup kecil. Kalau tidak terserap, konsekuensinya tahun berikutnya akan berkurang. Meski dimungkinkan luncuran,” kata Amsakar dilansir laman mediacenter.batam.go.id.

Serapan yang rendah terjadi hampir di seluruh DAK yang diterima Pemko Batam. Seperti DAK fisik reguler, dari Rp 97 miliar baru terealisasi Rp 32 miliar.

Kemudian DAK fisik afirmasi dari Rp 6,8 miliar terserap 45 persen, DAK infrastruktur pembangunan daerah (IPD) dari Rp 27,9 miliar terserap 34,3 persen, dan DAK fisik kesehatan serapannya 11,6 persen dari pagu Rp 7 miliar.

Sedangkan DAK non fisik kesehatan dari Rp 415 juta baru diserap Rp 103,99 juta. Dan DAK non fisik bidang pendidikan dari pagu Rp 78,9 persen realisasi keuangannya baru 1,9 persen.

“Itu baru permintaan termin satu. Sebentar lagi pengajuan termin dua. Seperti Dinas PU, pembangunan jalan, akan sampai 85 persen di termin dua. Kesehatan juga ada beberapa Puskesmas sedang pengajuan kedua. Pada intinya Desember insya Allah realisasinya bisa 85-90 persen,” ujarnya lagi.

Berdasarkan laporan yang diterima Amsakar, ada beberapa kegiatan di bidang kesehatan yang tidak bisa direalisasikan. Seperti pelayanan ibu hamil, karena hanya ada beberapa orang saja jumlahnya di wilayah penyangga (hinterland).

“Ini kemungkinan serapannya rendah, karena orang yang gunakan jampersal (jaminan persalinan) memang hanya sedikit,” kata dia.

Selain itu juga ada dana Rp 200 juta yang harus dikembalikan karena tidak terpakai. Dana ini rencananya akan digunakan untuk pembangunan bank darah rumah sakit di RSUD Embung Fatimah. Rencana pembangunannya sudah sampai proses tender, tapi dibatalkan atas saran dari spesialis rumah sakit.

“Bank darah ini harus dekat UGD. Sementara di dekat UGD RSUD itu sudah ada kantin, dan kantin ini sudah terdata di aset kita, jadi tidak bisa diubah peruntukannya. Karena itu PPK tak lanjutkan pembangunannya,” terang Amsakar.

Tak hanya bank darah, rencana pembangunan instalasi pembuangan air limbah (IPAL) pun tidak jadi dilaksanakan. Namun alasannya karena waktu yang sudah tidak memungkinkan untuk laksanakan proses tender.

“Itu beberapa hal yang sudah positif tidak bisa dilakukan,” sebutnya.

Amsakar mengatakan meski saat ini capaiannya rendah, Pemko Batam optimis capaian bisa di atas 70 persen. Karena DAK cukup besar ada di Dinas PU.

“Kalau dia (PU) berubah, itu signifikan pengaruhi. Kita khawatir capaian di bawah 70 persen. Tapi dari rapat, capaiannya di atas 70 persen bisa tercapai,” ujarnya.

Ia juga memberi batas waktu kepada SKPD terkait. Ia berharap di akhir November pengajuan termin kedua dan ketiga sudah dilakukan.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Batam, Yumasnur mengatakan untuk serapan DAK di Dinas PU cukup beragam. Ada kegiatan yang sudah 100 persen berjalan, namun ada juga yang masih 50 persen.

“Air bersih di pulau itu sudah 100 persen. Jalan 50 persen. Jalan itu di mainland, ada 18 paket, salah satunya simpang BNI. Jadi kalau di rata-rata 60 persen,” kata Yumasnur. ***

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook