KETEGANGAN yang terjadi di Timur Tengah pasca meletusnya perang yang melibatkan AS-Israel dan Iran, belum berdampak pada rencana keberangkatan jamaah umrah dari Batam. Pemberangkatan tetap berjalan sesuai jadwal hingga April 2026.
Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Batam memastikan tidak ada pembatalan keberangkatan jamaah umrah dalam waktu dekat, meski perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah sempat memunculkan kekhawatiran terkait penerbangan internasional.
Kepala Kemenhaj Batam Syahbudi mengatakan jamaah umrah asal Batam tetap berangkat sesuai jadwal yang telah disusun oleh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
“Tidak ada pembatalan. Karena dari Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi pada tanggal 2 Maret menegaskan bahwa kehidupan di Kerajaan Arab Saudi berjalan secara normal di seluruh wilayah,” kata Syahbudi, Rabu (4/03/2026).
Menurut dia, pemerintah Arab Saudi juga menegaskan keamanan kerajaan, pengunjung, serta seluruh penduduk menjadi prioritas utama negara tersebut.
Dengan kondisi itu, jamaah umrah dari Batam masih dapat melaksanakan perjalanan ibadah tanpa perubahan jadwal.
Syahbudi menyebutkan dalam waktu dekat beberapa rombongan akan diberangkatkan dari Batam.
“Insya Allah besok tanggal 7 dan tanggal 9 Maret ada yang berangkat umrah,” ujarnya.
Dalam satu rombongan umrah biasanya terdapat sekitar 45 jamaah, meski jumlah tersebut dapat berbeda bergantung pada masing-masing PPIU.
Sementara itu, Kemenhaj RI melalui imbauan resmi pada 28 Februari 2026 mengingatkan perkembangan situasi di Timur Tengah tetap berpotensi memengaruhi operasional penerbangan menuju dan dari Arab Saudi.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan penjadwalan ulang, penundaan, atau pembatalan penerbangan oleh maskapai.
Karena itu jamaah diminta memeriksa status penerbangan secara berkala sebelum berangkat ke bandara dan mengikuti arahan maskapai maupun PPIU.
Kemenhaj RI bersama Perwakilan Republik Indonesia di Arab Saudi juga terus berkoordinasi untuk memastikan jamaah Indonesia tetap aman serta memperoleh pelayanan yang baik selama menjalankan ibadah.
Keluarga jamaah di Tanah Air diminta tetap tenang dan memperoleh informasi melalui PPIU masing-masing agar setiap perkembangan dapat dipastikan kebenarannya.
Kemenhaj Batam berharap jamaah tetap fokus mempersiapkan ibadah dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. (*)


