PEMERINTAH Kota (Pemko) Batam mengubah strategi pengelolaan sampah di kawasan permukiman. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam batal membangun Tempat Penampungan Sementara (TPS) permanen dan mengalihkannya ke pengadaan 140 unit bin kontainer portabel.
Kepala DLH Kota Batam, Dohar Mangalondo Hasibuan, menjelaskan bahwa perubahan kebijakan ini diambil demi mengakomodasi langsung aspirasi dan masukan dari masyarakat.
”Rupanya masyarakat lebih menginginkan bin kontainer, bukan bak TPS seperti yang kami rencanakan sebelumnya,” ujar Dohar, Jumat (26/6).
Saat ini, DLH Batam sedang mematangkan proses pengadaan 140 unit bin kontainer tersebut untuk segera didistribusikan ke berbagai kompleks perumahan. Fasilitas ini nantinya akan menjadi titik penampungan sentral sebelum sampah diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Meski memastikan realisasi proyek berjalan dalam waktu dekat, Dohar belum bisa merinci jadwal pasti maupun total anggaran yang digelontorkan.
- Status Proyek: Tahap negosiasi dengan produsen/penyedia.
- Nilai Kontrak: Belum dipublikasikan karena proses pembahasan belum final.
- Kesiapan Dana: Anggaran dipastikan sudah tersedia.
Frekuensi Pengangkutan Sampah Diklaim Meningkat
Di sisi lain, DLH mengklaim performa armada pengangkut sampah di lapangan kini mulai menunjukkan tren positif. Jadwal ritase pengangkutan di area perumahan kini diperketat guna mencegah penumpukan.
| Kondisi Sebelumnya | Kondisi Saat Ini |
| Diangkut 2 kali seminggu | Diangkut 3 hingga 4 kali seminggu |
Meski ada peningkatan intensitas, Dohar tidak menampik adanya potensi keterlambatan di lapangan yang dipicu oleh faktor eksternal.
“Kalau hujan terus-menerus memang cukup menyulitkan petugas. Tetapi kalau kondisi cuaca mendukung, kami berupaya pengangkutan tetap berjalan sesuai jadwal,” tambahnya.
Masalah sampah sempat menjadi sorotan tajam di Batam dalam beberapa bulan terakhir. Banyaknya titik tumpukan sampah yang tak tertangani di ruang publik kerap memicu protes warga akibat bau menyengat dan buruknya estetika lingkungan.
Melalui kombinasi penyediaan bin kontainer baru dan penambahan jadwal angkut ini, Pemko Batam berharap tata kelola kebersihan di tingkat hilir dapat berjalan jauh lebih efektif.
(dha)


