TANJUNGPINANG masih berstatus pusat pemerintahan kolonial Belanda untuk wilayah Karesidenan Riau (Residency of Riouw) pada 1928. Kota ini menjadi simpul penting administrasi laut dan perdagangan di Kepulauan Riau.
Oleh: Bintoro Suryo
SEBUAH kegiatan dokumentasi bandar Tanjungpinang di Riau, dilakukan pada bulan Agustus 1928. Menampilkan banyak sisi kota ini yg masih berperan sebagai pusat karesidenan Riau. Wilayah-wilayah yg terdokumentasi, masih dalam nuansa hitam putih. Banyak sudut-sudut wilayah yang masih bisa kita kenali hingga hari ini.
Karya-karya fotografi ini, sekarang berlisensi domain publik sesuai aturan EU karena telah berusia di atas 70 tahun dan pembuatnya tidak diketahui. Sebagai kredit, foto-foto ini tersimpan di Nationaal Museum Van Wereldculturen, berasal dari koleksi Indische Wetenschappelijk Instituut (Lembaga Ilmu Pengetahuan Hindia).
Berikut gambaran bandar Tanjungpinang pada tahun 1928, saat masih berstatus sebagai ibukota residensi Riau.

Pemandangan pelabuhan dengan kapal jaga di pelabuhan Riau (Tanjungpinang), Agustus 1928. Pelantar masih terbuat dari kayu dengan ujung dermaga sederhana.

Pemandangan pelabuhan dan pantai, Agustus 1928. Gedung residensi Riau (kini gedung Daerah, pen.) terlihat di sisi sebelah kanan dari pelantar pelabuhan.

Pemandangan pelabuhan dan area pesisir, diperkirakan di sekitar pertigaan jalan SM. Amin – jalan Merdeka saat ini. Lokasi sebelah kanan pada foto, merupakan area publik terbuka.

Pemandangan jalan dengan rumah-rumah. Lokasi diperkirakan berada di ruas jalan Diponegoro Tanjungpinang saat ini.

Pemandangan jalan dengan rumah-rumah. Lokasi diperkirakan di sekitar persimpangan jalan Yusuf Kahar – SM. Amin saat ini.

Pemandangan jalan dengan rumah-rumah, diperkirakan di jalan SM. Amin menuju jalan Merdeka. Gedung di sebelah kiri merupakan bagian gedung Daerah Tanjungpinang saat ini.

Pemandangan sebuah gedung bangunan. Diperkirakan di jalan SM. Amin saat ini. Gedung di sisi kiri merupakan bagian dari gedung Daerah di Tanjungpinang saat ini.

Pemandangan sebuah gedung bangunan pada Agustus 1928. Diperkirakan merupakan bagian dalam area gedung residensi Riau masa itu/ gedung Daerah saat ini.

Pemandangan jalan dengan gedung-gedung, diperkirakan berada pada ruas jalan Bintan yang mengarah ke jalan Merdeka saat ini. Foto diambil dari pertigaan jalan Bintan – Jalan Yusuf Kahar.

Pemandangan gedung-gedung, lokasi di jalan Merdeka saat ini, pada ruas jalan yang mengarah ke pertigaan jalan Merdeka – Jalan SM. Amin. Gedung sebelah kanan, saat ini merupakan komplek ruko di seberang hotel Furia Tanjungpinang.

Pemandangan gedung dengan taman. Merupakan gedung residensi Belanda/ gedung Daerah di Tanjungpinang saat ini. Pengambilan gambar dilakukan dari sisi jalan Hang Tuah masa kini.

Pemandangan pulau Penyengat di seberang ibukota residensi Riau di Tanjungpinang pada bulan Agustus 1928.

Pemandangan sebuah perahu dan rumah panggung penduduk di sekitar pelantar Tanjungpinang dengan latar wilayah Senggarang.

Suasana jalan dan gedung di tepi laut Tanjungpinang pada Agustus 1928. Lokasi saat ini berada di sekitar jalan Hang Tuah, Tanjungpinang.

Pemandangan jalan dan gedung di residensi Riau pada 1928. Merupakan gedung Daerah saat ini. Foto diambil dari sekitar ruas jalan Merdeka – jalan SM. Amin – Jalan Hang Tuah saat ini. Pengambilan foto dilakukan dari jalan menuju pelabuhan (lokasi jalur masuk dari pelabuhan Sri Bintan Pura di masa kini, pen.) Lokasi di seberang kiri gedung, diperkirakan merupakan Taman Wilhelmina.
(*)
Bersambung
Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 (Bagian 2)
Penulis/ Videografer: Bintoro Suryo – Ordinary Man. Orang teknik, Mengelola Blog, suka sejarah & Videography.
Artikel ini diterbitkan sebelumnya di: bintorosuryo.com


















