PEMERINTAH Kota (Pemko) Batam baru mampu menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada 4.000 lanjut usia (lansia) pada tahun 2026. Angka ini masih jauh dari target potensial, di mana Dinas Sosial (Dinsos) Batam mencatat ada sekitar 20 ribu lansia yang sebenarnya memenuhi syarat sebagai penerima manfaat.
Kepala Dinsos Kota Batam, Zulkifli Aman, mengungkapkan bahwa kesenjangan ini terjadi akibat keterbatasan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam. Alhasil, penyaluran bantuan terpaksa dilakukan secara bertahap.
“Saat ini penerima bantuan sosial lansia jumlahnya 4.000 orang. Satu orang mendapatkan Rp400 ribu per bulan,” sebut Zulkifli.
Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batam, total penduduk berusia 60 tahun ke atas di Batam mencapai 60 ribu orang. Setelah dilakukan penyaringan ketat berdasarkan kondisi ekonomi dan kriteria pemerintah, Dinsos menemukan sekitar 20 ribu lansia yang berpotensi menerima bantuan. Namun karena keterbatasan anggaran, Pemko Batam baru bisa mengakomodasi sekitar seperlima dari total kuota potensial tersebut.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Dinsos Batam menerapkan skala prioritas yang ketat. Kriteria penerima bansos ini antara lain:
- Berasal dari keluarga kurang mampu.
- Bukan pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN).
- Masuk dalam kelompok kesejahteraan desil 1 hingga desil 5.
- Tidak sedang menerima bansos pusat, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) atau bantuan sembako.
Selain kondisi ekonomi, faktor usia juga menjadi penentu utama dalam penyaluran bantuan ini.
“Kalau ada lansia berusia mendekati 90 tahun dan memenuhi seluruh persyaratan serta tidak menerima bantuan dari pemerintah pusat, tentu akan kami dahulukan,” tegas Zulkifli.
Dinsos Batam memastikan proses pembaruan data penerima akan dilakukan secara berkala. Jika ada penerima manfaat yang meninggal dunia, kuota yang kosong akan langsung dialihkan kepada lansia lain yang masuk daftar tunggu.
Proses pengalihan anggaran dan kuota tersebut nantinya akan diakomodasi melalui APBD Perubahan maupun perencanaan anggaran tahun berikutnya. Pemko Batam berkomitmen untuk terus menyisir dan menyaring data agar bantuan ini bisa dinikmati oleh mereka yang paling membutuhkan.
(dha)


