SEBUAH mobil menabrak sejumlah lapak pedagang di Pasar Tos 3000, Lubuk Baja, Batam, Minggu (12/7/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Diduga panik karena dikejar massa, pengemudi mobil nekat memacu kendaraannya hingga menabrak puluhan lapak pedagang dan sejumlah kendaraan sebelum akhirnya menjadi sasaran amuk warga.
Menurut kesaksian warga di lokasi, insiden bermula saat mobil tersebut melaju kencang dari arah persimpangan Hotel Four Points menuju area pasar. Kecepatan tinggi kendaraan tersebut langsung memicu kekhawatiran warga dan pedagang barang bekas (seken) di sekitar lokasi.
“Melihat mobil itu sangat membahayakan, beberapa pedagang seken berusaha mengejar dan menghentikannya,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.
Bukannya melambat, pengemudi yang diduga panik justru menambah kecepatan hingga kehilangan kendali. Mobil tersebut menyapu bersih lapak, meja jualan, dan tenda pedagang yang berada di sepanjang jalan. Tak hanya itu, satu unit mobil pikap dan empat sepeda motor yang terparkir turut ringsek dihantam kendaraan tersebut.
Setelah berhasil dihentikan paksa oleh warga, pengemudi sempat menolak keluar dari kabin meski situasi di luar semakin memanas dan petugas keamanan telah tiba.
“Pengemudinya takut keluar. Bahkan saat petugas datang, dia tetap bertahan di dalam,” tambahnya.
Sikap tidak kooperatif tersebut menyulut emosi massa yang kian menyemut. Warga yang telanjur geram mulai melempari kendaraan dengan batu hingga seluruh kaca pecah dan bagian mesin mengeluarkan asap hampir terbakar. Setelah berhasil dievakuasi dari mobil yang ringsek, pengemudi langsung menjadi bulan-bulanan warga yang emosi.
Seorang warga lain bernama Pika Sidauruk, sempat merekam kondisi mobil paska kejadian. Mobil itu terlihat ringsek di banyak bagian setelah menghantam lapak dan kendaraan milik warga sekitarnya. Pengemudinya sudah tidak berada dalam kabin.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait identitas pengemudi, kronologi detail, maupun total kerugian material akibat insiden ini. Sementara itu, kondisi pasar pasca-kejadian masih dipenuhi puing-puing lapak dan kendaraan yang rusak parah.
(dha)


