KOTA Batam masih jadi magnet pencari kerja. Dinas Tenaga Kerja Kota Batam mencatat 15.189 orang mendaftarkan diri sebagai pencari kerja selama Januari – Juni 2026.
Dari jumlah itu, 5.242 orang sudah berhasil disalurkan ke perusahaan. Sementara kebutuhan tenaga kerja yang dilaporkan perusahaan ke Disnaker mencapai 6.215 lowongan.
Arus Pencari Kerja Terus Mengalir
Kepala Disnaker Kota Batam Yudi Suprapto menyebut angka tersebut menunjukkan pasar kerja di Batam masih dinamis. Daya tarik kawasan industri membuat warga dari berbagai daerah datang ke Batam.
“Batam tetap menjadi tujuan utama pencari kerja. Karena itu kami terus memperkuat kolaborasi dengan perusahaan agar lowongan cepat terisi dan masyarakat bisa segera bekerja,” ujar Yudi, Rabu (22/07/2026).
Data Disnaker menunjukkan fluktuasi pendaftar tiap bulan:
- Januari: 1.842 orang
- Februari: 2.612 orang
- Maret: 1.709 orang
- April: 2.646 orang
- Mei: 3.475 orang
- Juni: 2.905 orang
Bulan Mei mengalami puncaknya, dengan jumlah 3.475 orang pendaftar.
Penempatan dan Lowongan Jalan Terus
Proses penempatan juga berjalan. Total 5.242 orang sudah bekerja dengan rincian:
Januari 1.303 orang, Februari 688 orang, Maret 483 orang, April 931 orang, Mei 1.062 orang, dan Juni 775 orang.
Di sisi lain, perusahaan melaporkan 6.215 lowongan ke Disnaker sepanjang semester I. Rinciannya: Januari 1.417, Februari 1.208, Maret 576, April 1.139, Mei 1.068, dan Juni 807 lowongan.
Mayoritas kebutuhan masih datang dari sektor manufaktur.
Disnaker Genjot Job Fair dan Pelatihan
Untuk mempercepat pertemuan pencari kerja dan perusahaan, Disnaker mendorong pelaku usaha aktif lapor kebutuhan tenaga kerja. Jalurnya lewat sistem informasi pasar kerja, job fair, hingga walk in interview.
Tak hanya menyalurkan, Disnaker juga fokus meningkatkan kompetensi. Program pelatihan berbasis keahlian dan sertifikasi terus digencarkan agar lulusan sesuai dengan kebutuhan industri Batam.
“Target kami semester II penempatan bisa terus naik. Apalagi investasi baru dan ekspansi perusahaan diprediksi menambah kebutuhan tenaga kerja,” tutup Yudi.
(*)


