PEMERINTAH Kota (Pemko) Batam menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik 4,82 persen dalam Perubahan APBD 2026. Dari Rp2,581 triliun menjadi Rp2,706 triliun.
Target tersebut disampaikan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Batam, Senin (3/08/2026), yang membahas Rancangan Perubahan KUA dan PPAS APBD 2026.
Menurut Amsakar, total pendapatan daerah dalam Perubahan APBD 2026 ditargetkan naik 1,7 persen. Dari Rp4,184 triliun menjadi Rp4,255 triliun.
Di sisi lain, pendapatan transfer dari pusat dan provinsi justru turun 3,4 persen. Penyebabnya, penyesuaian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan perubahan alokasi bagi hasil pajak daerah dari Pemprov Kepri.
Amsakar membeberkan strategi menggerek PAD. Dua sektor jadi andalan. Pertama, pajak kendaraan bermotor. Pemko Batam akan perkuat sinergi dengan Bapenda Kepri. Fokus pada Opsen PKB dan Opsen BBNKB.
Kedua, videotron. Penambahan titik reklame videotron akan disesuaikan dengan master plan reklame Kota Batam. Selain itu, pemerintah juga akan kejar potensi piutang BPHTB dan tambah objek pajak baru.
Digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi terus diperluas. Pengawasan ditingkatkan. Regulasi diperbarui. Prosedur perizinan disederhanakan. Sosialisasi digencarkan. Target anggaran itu sejalan dengan optimisme pertumbuhan ekonomi.
Batam diproyeksi tumbuh 6,4 hingga 7,4 persen pada 2026. Jauh di atas target nasional yang hanya 5,4 persen.
Amsakar menyebut tren positif investasi jadi penopang. Begitu pula pembangunan infrastruktur, industri pengolahan, dan pemulihan pariwisata. Hotel, restoran, dan transportasi ikut bergeliat.
“Pertumbuhan ini didukung pengembangan Kawasan Pelabuhan Bebas, KEK Nongsa Digital Park, dan Batam Aero Technic,” ujar Amsakar.
Belanja daerah juga naik 4,84 persen. Dari Rp4,299 triliun menjadi Rp4,508 triliun. Tema pembangunan 2026: “Transformasi Ekonomi Berbasis Inovasi dan Investasi”.
Prioritas belanja diarahkan ke infrastruktur dasar, pendidikan, kesehatan, reformasi birokrasi, dan mitigasi bencana.
Belanja modal naik 7,48 persen menjadi Rp905,5 miliar. Anggaran ini untuk kebutuhan langsung masyarakat.
Adapun rinciannya adalah:
- Pembangunan dan peningkatan sarana pendidikan serta kesehatan
- Pengadaan bus sekolah
- Penanganan banjir dan persampahan
- Pemasangan PJU dan marka jalan
- Peningkatan utilitas perumahan warga
Dokumen Rancangan Perubahan KUA dan PPAS APBD 2026 kini dibawa ke pembahasan internal. Badan Anggaran DPRD Kota Batam akan menggodoknya. Setelah itu, disahkan sebagai landasan penyusunan Perubahan APBD 2026.
Rapat Paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Batam, Muhammad Kamaluddin, didampingi Wakil Ketua II Budi Mardiyanto dan Wakil Ketua III Muhammad Yunus Muda. Sekitar 32 anggota dewan hadir turut hadir dalam rapat.
(*)


