KABUT asap yang diduga kiriman asap kebakaran hutan di Kalimantan, mulai menyelimuti Batam dan sekitarnya dan mengganggu jarak pandang.
BMKG Hang Nadim Batam mencatat jarak pandang hanya sekitar 2.000 hingga 2.500 meter.
Dalam keteranganya, Forecaster BMKG Hang Nadim Batam, Rija Juniarti, mengatakan citra satelit Himawari 9 yang dipantau hingga Sabtu sore menunjukkan sebaran asap di sejumlah wilayah Sumatera, Kepulauan Riau, dan Kalimantan.
“Info sebaran asap untuk hari ini, asap di wilayah Batam dan sekitarnya terpantau karena kiriman dari asap Kalimantan,” kata Rija, Sabtu (26/09/2026).
Menurut dia, asap terpantau menyebar di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, serta sejumlah wilayah di Kalimantan.
Sebaran asap bergerak ke arah barat laut hingga utara. Pergerakan ini mengikuti pola angin yang secara umum bertiup dari timur-tenggara menuju barat laut-utara.
BMKG juga mendeteksi fenomena transboundary haze atau kabut asap lintas batas dari Kalimantan menuju Sarawak, Semenanjung Malaysia dan Singapura.
Di Kepulauan Riau, peta sebaran titik panas yang dipantau BMKG pada 26 September pukul 00.00-17.00 WIB menunjukkan dua titik panas, masing-masing di wilayah Batam dan Lingga.
“Untuk sebaran titik panas terpantau terdapat dua titik api di wilayah Batam dan Lingga,” ujar Rija.
Meski terdapat titik panas di Batam, Rija mengatakan kondisi asap yang terpantau di Batam dan sekitarnya juga dipengaruhi kiriman asap dari Kalimantan.
Dampaknya mulai terlihat pada jarak pandang. Pengamatan BMKG Hang Nadim menunjukkan jarak pandang di Batam berada di kisaran 2.000-2.500 meter pada Sabtu sore.
“Untuk saat ini pengamatan jarak pandang sekitar 2.000-2.500 meter,” katanya.
BMKG masih memantau pergerakan asap dan titik panas, terutama karena pola angin berpotensi membawa asap dari wilayah sumber menuju daerah lain.
(*)


