PENYERAPAN Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, masih tergolong lambat hingga kuartal ketiga tahun ini. Sepanjang Januari hingga September 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang baru merealisasikan Belanja Daerah sebesar Rp453,28 miliar, atau sekitar 43,9% dari total porsi anggaran.
Padahal, total alokasi Belanja Daerah Pemkot Tanjungpinang pada APBD 2026 menyentuh angka Rp1.032,52 miliar. Nilai plafon anggaran tahun ini sendiri mencatatkan penurunan tipis 0,34% jika dibandingkan dengan alokasi belanja pada tahun sebelumnya.
Postur Belanja Daerah Pemkot Tanjungpinang tahun 2026 masih didominasi oleh beban operasional birokrasi. Berdasarkan rincian anggaran, alokasi terbesar dialokasikan untuk sektor pegawai dan operasional harian:
- Belanja Pegawai: Rp315,21 miliar
- Belanja Barang dan Jasa: Rp123,43 miliar
- Belanja Modal: Rp13,56 miliar
- Belanja Lainnya: Rp1,08 miliar
Porsi Belanja Modal yang minim—hanya belasan miliar dari total anggaran satu triliun lebih—serta rendahnya tingkat serapan hingga September menunjukkan tantangan besar bagi Pemkot Tanjungpinang dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur fisik dan pelayanan publik di sisa akhir tahun anggaran.
| Uraian Anggaran | Nilai (Rp Miliar) | Persentase (%) | Catatan / Keterangan |
| Total Anggaran Belanja 2026 | 1.032,52 | 100,00% | Turun 0,34% dibanding tahun sebelumnya |
| Realisasi Belanja (Jan – Sep 2026) | 453,28 | 43,90% | Capaian s.d. September 2026 |
| Sisa Anggaran Belanja | 579,24 | 56,10% | Belum terserap |
Rincian Belanja per Kategori
| Uraian Anggaran | Nilai (Rp Miliar) | Persentase (%) | Catatan / Keterangan |
| Total Anggaran Belanja 2026 | 1.032,52 | 100,00% | Turun 0,34% dibanding tahun sebelumnya |
| Realisasi Belanja (Jan – Sep 2026) | 453,28 | 43,90% | Capaian s.d. September 2026 |
| Sisa Anggaran Belanja | 579,24 | 56,10% | Belum terserap |
(nes/ham/databoks)


