DI tengah masifnya pertumbuhan ekonomi dan investasi, sepertiga wilayah berstatus stress area di Batam masih harus bersabar hingga 2027 untuk bisa menikmati pasokan air bersih secara normal. Dari total 18 titik pemukiman yang selama ini hanya menerima aliran air kurang dari delapan jam sehari, sebanyak 6 wilayah belum tersentuh penanganan penuh.
Informasi tersebut disampaikan Direktur Perencanaan Infrastruktur Badan Pengusahaan (BP) Batam, Fesly Abadi Paranoan, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI pada 17 September 2026.
BP Batam membagi strategi penanganan 18 stress area tersebut ke dalam dua tahap utama:
- Tahap I (2025–2026): Penanganan pada 12 wilayah (66,7% dari total titik krisis) melalui pengerjaan proyek infrastruktur independen maupun kerja sama mitra.
- Tahap II (2027): Penyelesaian pada 6 wilayah tersisa (33,3% dari total titik krisis) untuk menuntaskan masalah krisis distribusi air secara menyeluruh.
Meskipun 66% stress area telah masuk dalam program penanganan hingga 2026, tantangan utama penyelesaian sisa wilayah berakar pada kompleksnya rantai pengolahan air baku menuju instalasi distribusi (District Metered Area/DMZ).
Total daya dukung air baku yang teridentifikasi sebenarnya mencapai 5.152 liter per detik (lps)—terdiri dari 4.520 lps di Batam dan 632 lps di wilayah Rempang-Galang. Namun, besarnya cadangan di waduk tidak otomatis menyelesaikan masalah di keran warga. Air harus melewati proses pengolahan di Instalasi Pengolahan Air (IPA), penampungan, hingga pipa transmisi yang jalurnya sangat terfragmentasi.
| Fasilitas Pengolahan (IPA) | Kapasitas Terpasang | Wilayah Distribusi (DMZ) Terlayani |
| IPA Duriangkang (DK 1 & 2) | 2.200 lps | Tulang punggung penyangga utama |
| IPA Duriangkang (DK 3 & 4) | (Integrasi) | Sebagian besar DMZ 7, serta DMZ 8, 10, 11, dan 19 |
| IPA Muka Kuning | 960 lps | DMZ 9, 22, 23, dan sebagian kecil DMZ 7 |
| IPA Sei Ladi | 240 lps | Sebagian besar DMZ 1, DMZ 4, dan 18 |
| IPA Sei Harapan | 230 lps | DMZ 2, 3, dan 17 |
| IPA Sei Nongsa | 110 lps | DMZ 5 dan sebagian kecil DMZ 6 |
Solusi Darurat Menjelang Penuntasan 2027
GUNA menyokong wilayah-wilayah yang masih mengalami defisit air sebelum target 2027 tercapai, BP Batam menerapkan sejumlah langkah intervensi teknis pada instalasi yang tertekan:
- Penambahan IPA Modular: Tambahan kapasitas 50 lps dipasang di IPA Sei Ladi pada tahun 2026 untuk menutup defisit pasokan lokal.
- Interkoneksi Antar-Waduk: Penguatan pasokan untuk IPA Muka Kuning yang dipasok langsung dari pasokan IPA Sei Tembesi.
Dengan rampungnya 12 wilayah pada rentang 2025–2026, keberhasilan penuntasan 6 stress area terakhir pada tahun 2027 akan menjadi penentu apakah seluruh warga Batam bisa terbebas dari krisis air bersih.
(dha)


