PT PLN Batam berencana akan melakukan pengaturan pasokan listrik melalui pemeliharaan terencana secara bergilir di sebagian wilayah Kota Batam.
Kebijakan ini diambil sehubungan dengan proses persiapan co-firing pada PLTU Tanjung Kasam yang memerlukan waktu sebelum kembali beroperasi secara optimal.
Manajemen PLN Batam dalam keterangan resminya menyampaikan, proses persiapan co-firing merupakan bagian dari program transisi energi dan upaya peningkatan keandalan pembangkit jangka panjang.
“Iya, itu rencana, kita utaman masyarakat dulu, karena kondisi kabut jadi sebagian anak-anak juga sekolah akan belajar dari rumah. Pemadaman akan dilakukan jika daya kurang, saat ini kami sedang mencoba men sinkronkan PLTU Tajung Kasam, targetnya jam 12 ini. Kalau PLTU masuk bisa jadi padam berkurang atau bahkan tidak ada pemadaman terencana nya” ujar staf Humas PLN Batam saat redaksi GoWest.ID mengkonfirmasi rencana pemadaman bergilir tersebut, Selasa (13/10/2026) pagi.
PLTU Tanjung Kasam Belum Optimal
PLTU Tanjung Kasam yang menjadi salah satu tulang punggung kelistrikan Batam saat ini sedang dalam tahap persiapan implementasi teknologi co-firing, yaitu pencampuran batubara dengan biomassa untuk menekan emisi karbon.
Selama masa persiapan dan penyesuaian teknis tersebut, daya mampu pasok dari PLTU Tanjung Kasam belum dapat beroperasi secara maksimal, sehingga terjadi defisit pasokan di beberapa jam beban puncak.
Untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan Batam agar tidak terjadi pemadaman meluas secara tiba-tiba (blackout), PLN Batam memilih opsi manajemen beban terencana.
Akan Ada Pemadaman Bergilir
Pemeliharaan terencana akan dilakukan secara bergilir dan terjadwal. Artinya, tidak semua wilayah Batam akan padam dalam waktu bersamaan.
Setiap wilayah akan mengalami pemadaman selama beberapa jam sesuai jadwal yang ditetapkan.
PLN Batam mengklaim telah memetakan wilayah prioritas yang tetap menyala seperti rumah sakit, pusat layanan publik vital, dan objek vital nasional.
“Kami memahami ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan pelanggan. Langkah ini bersifat sementara dan diperlukan untuk menjaga keandalan sistem jangka panjang serta mendukung program energi bersih pemerintah,” lanjut pernyataan tersebut.
Imbauan untuk Pelanggan
PLN Batam mengimbau pelanggan untuk:
- Mengatur pemakaian listrik dengan bijak, terutama di jam beban puncak (18.00 – 22.00 WIB)
- Mencabut peralatan elektronik yang tidak perlu saat terjadi pemadaman
- Memantau informasi jadwal pemadaman bergilir melalui akun Instagram resmi @plnbatam dan aplikasi PLN Mobile
PLN Batam juga memastikan akan menginformasikan perkembangan persiapan co-firing PLTU Tanjung Kasam secara berkala hingga pembangkit tersebut kembali beroperasi optimal dan pasokan listrik Kota Batam kembali normal 100 persen.
Warga diminta tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang tidak bersumber dari kanal resmi PLN Batam termasuk Contact Center 0778 5702 123.
(zah)


