MISTERI penyebab pemadaman listrik total atau blackout massal yang melumpuhkan wilayah Batam, Bintan, dan Kota Tanjungpinang pada Senin (12/10/2026) menurut PT.PLN Batam; bersumber dari faktor eksternal tak terduga sebagai pemicu awal jatuhnya sistem interkoneksi utama.
Sekretaris Perusahaan PLN Batam, Rudi Antono, mengungkapkan bahwa indikasi awal investigasi di lapangan mengarah pada masuknya hewan liar ke area Gardu Induk (GI) Sungai Harapan. Kejadian tak terduga ini seketika memicu gangguan korsleting parah pada komponen instalasi kelistrikan utama.
Gangguan akibat hewan liar di GI Sungai Harapan berdampak pada pasokan listrik, dan tim teknis terus melakukan investigasi lanjutan.
Pemadaman yang dimulai pukul 06.30 WIB, Senin (12/10/2026) itu menurut PLN Batam memicu efek domino karena sistem interkoneksi Batam-Bintan secara otomatis memutus aliran demi melindungi infrastruktur pembangkit. Hal ini menyebabkan kelumpuhan fasilitas publik dan layanan air serta internet.
PLN Batam menjelaskan telah menormalkan 11 gardu induk dan jaringan transmisi utama, serta memberikan kompensasi otomatis berupa:
- Pelanggan Reguler: Potongan 10 persen dari biaya beban bulanan.
- Pelanggan Layanan Keandalan: Potongan 15 persen hingga 25 persen dari RPTL.
Kompensasi ini langsung memotong tagihan bulan berikutnya secara otomatis.
(dha)


