AKSI ugal-ugalan sebuah mobil Toyota Rush di kawasan Jodoh, Kecamatan Batu Ampar, berujung pada penangkapan dramatis seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia berinisial AL, Kamis (5/11/2026). Pengemudi asing tersebut tak hanya berupaya melarikan diri dari kejaran aparat, tetapi juga nekat menyenggol petugas hingga menodongkan senjata api.
Peristiwa yang menyita perhatian warga sekitar ini bermula sekitar pukul 14.30 WIB. Anggota patroli Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Barelang yang sedang bertugas di lapangan mencurigai gerak-gerik sebuah mobil Toyota Rush hitam bernomor polisi BP 1180 CC yang melaju secara ugal-ugalan di jalan raya.
Alih-alih menepi saat hendak dihentikan oleh petugas, AL justru memacu kendaraannya kencang untuk kabur. Ketegangan memuncak di tengah jalan ketika mobil yang dikemudikan pelaku sempat menabrak dan menyenggol petugas patroli. Dalam situasi yang membahayakan tersebut, pelaku juga diduga melancarkan perlawanan ekstrem dengan menodongkan pistol ke arah aparat.
Berkat kesigapan petugas di lapangan, pelarian AL akhirnya berhasil dihentikan. Pelaku beserta mobil yang dibawanya langsung diringkus dan diamankan ke Mapolresta Barelang.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di kepolisian, misteri di balik pelarian tersebut mulai terungkap. AL diketahui tidak mampu menunjukkan dokumen kepemilikan kendaraan yang sah. Kuat dugaan, mobil Toyota Rush yang dibawanya merupakan kendaraan milik orang lain yang sengaja dibawa kabur.
Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, saat dikonfirmasi pada Kamis sore, membenarkan adanya penangkapan terhadap WNA asal Negeri Jiran tersebut oleh anggotanya yang sedang melakukan patroli (BM).
“Iya, betul. WNA itu diamankan anggota BM yang sedang patroli,” ujar Kompol Afid.
Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kasus ini secara intensif. Selain menyelidiki dugaan pencurian kendaraan bermotor, penyidik juga memproses hukum tindakan perlawanan terhadap petugas serta dugaan kepemilikan dan penggunaan senjata api yang dilakukan oleh pelaku selama insiden pengejaran berlangsung.
(dha)


