Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Bahas Kebebasan Pers se-Asia Tenggara, Fesmed Selat Malaka AJI 2026 Sukses Digelar di Batam dan Tanjungpinang
    7 jam lalu
    Ancaman Krisis Air, Energi, dan Minimnya Serapan Kerja di Proyek Data Centre Batam
    9 jam lalu
    Mediasi Daerah Dinilai Buntu, Buruh PT Ghim Li Mengadu ke Mabes Polri
    9 jam lalu
    Kejari Batam Tangkap Terpidana Kasus TPPO
    9 jam lalu
    Ribuan Kapal Nelayan Batam Belum Berdokumen, Pemko Bentuk Tim Cakalang
    23 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Indonesia Pecah Telur di Aichi-Nagoya 2026, Tim Beregu Putra Bulutangkis Sumbang Emas Pertama
    6 jam lalu
    Timnas Basket 3×3 Indonesia Kawinkan Gelar Juara SEABA U17 2026 di Batam
    3 hari lalu
    Batam 10K 2026 Diikuti 2.500 Pelari
    4 hari lalu
    Assiamkang; Jejak Komunitas Teochew di Belantara Batam
    5 hari lalu
    143 Siswa SMAN 5 Tanjungpinang Ikut Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan
    6 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    4 hari lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    1 minggu lalu
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    2 minggu lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    3 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Dahlan Iskan Mengingatkan, Nadiem Berpotensi Paling Kisruh

Editor Admin 7 tahun lalu 1.1k disimak

MANTAN Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan kembali menyampaikan pemikirannya soal pentingnya situasi damai dalam menjalankan roda pemerintahan. 

Dahlan kali ini ingin mengingatkan soal ramainya tuntutan dari warga net (netizen) di media sosial kepada Menteri Pendidikan Nasional Nadiem Makarim.

Menurutnya banyak sekali tuntutan yang berlebihan, dan itu punya potensi untuk menciptakan kekisruhan politik.

Kontroversi bisa saja muncul jika Nadiem salah dalam mengambil keputusan dan kebjikan. Namun keputusan yang kontroversial tersebut bisa berujung pada keriuhan yang membuat pembangunan sistem pendidikan nasional berantakan.

“Tukang gebrak saja juga tidak bisa. Kurang gebrak apa Ahok. Sampai saya terkagum-kagum. Sampai saya mengakui kalah berani,” ini salah satu kalimat yang ditulis oleh Dahlan dalam blog pribadinya pagi ini, seperti dilansir dari https://www.disway.id. 

Berikut Ini tulisan lengkap dari Dahlan Iskan: 

Adem Please

Sudah terbukti sejak zaman Romawi. Sampai Dinasti Tang. Pun sampai kekhalifahan Abbasyiah. Dan Orde Baru. Dan banyak contoh lagi.”Kemajuan ekonomi dan kemakmuran rakyat hanya bisa terwujud di masa ketenangan dan kedamaian yang panjang”.Usrek yang terjadi lima tahun terakhir membuat momentum untuk maju hilang.

Terbentuknya kabinet baru –dengan komposisi seperti itu– saya tafsirkan secara khusus: Presiden Jokowi ingin kerukunan. Kedamaian. Agar tidak usrek terus. Selama lima tahun ke depan.Semua dirangkul –yang bisa dirangkul.

Secara kualitas perorangan banyak yang bukan terbaik. Tapi tidak masalah. Asal kompak. Lalu masyarakatnya rukun dan damai.Sudah terbukti pula: terlalu banyak bintang di satu tim justru tidak bisa kerja. Hanya lebih banyak perang bintang –di dalam tim itu sendiri.

So, apa saja sumber yang kira-kira membuat ketidaktenangan ke depan?Saya hanya bisa menilai dari jauh. 10 hari terakhir saya keliling Xinjiang, provinsi Islam di Tiongkok. Lalu ke Hangzhou: mengantar Icha –cucu tersayang. Itulah cucu pertama. Yang ingin masuk SMA di Hangzhou. Atas keinginan sendiri. Setelah SD dan SMP-nya di Al Azhar International Surabaya.Hari ini saya tiba di Hong Kong. Akan beberapa hari di sini. Ketemu beberapa pihak.

Dalam perjalanan itu saya merenungkan: di mana saja kekisruhan akan terjadi. Yang akan bisa membuat heboh-heboh lagi.Nomor urut satu adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Yang menterinya dijabat millennial kondang: Nadiem Makarim.Siswa didik mungkin sangat bangga mendengar nama itu. Bisa sekalian jadi idola mereka. Inspirasi anak muda. Bisa jadi gantungan masa depan yang lebih cerah.Di mana letak potensi keusrekannya?

Saya melakukan apa yang biasa dilakukan sebuah tim manajemen: analisa persoalan potensial.Gunanya untuk mengetahui persoalan masa depan. Sejak masih dalam bentuk potensi. Potensi persoalan itu bukan soal istrinya yang Katolik taat. Sampai anak-anaknya ikut agama ibunya. Bukan juga soal bahwa Nadiem adalah berdarah Arab. Anak dari Nono Anwar Makarim. Salah satu mentor saya di awal karir menjadi wartawan. Nono ikut menyiapkan masa depan saya. Persoalan itu akan datang dari tuntutan yang berlebihan. Dari keinginan yang terlalu cepat. Untuk melakukan perombakan yang drastis. Di bidang pendidikan.

Ketika muda dulu saya juga selalu jengkel dengan perubahan yang lambat. Saya rombak apa pun dengan cepat: hasilnya luar biasa. Korbannya juga banyak.Tapi perahu yang saya kemudikan saat itu perahu kecil. Ibarat mobil kelas Hyundai Elantra. Mudah diajak belok-belok. Kadang harus mendadak balik arah. Kesalahan pun segera bisa diketahui. Untuk dibuat keputusan baru –yang berlawanan arah sekali pun.Tapi Kemendikbud adalah perahu yang amat besar. Barangkali terbesar dalam birokrasi Indonesia. Ia adalah kelas Titanic. Yang kalau dibelokkan mendadak bisa oleng. Penumpangnya bisa mabuk semua.Mengemudikan kapal raksasa seperti itu kepintaran saja tidak cukup. Populer saja belum bisa. Ia perlu kebijakan. Perlu kematangan.Tukang gebrak saja juga tidak bisa.

Kurang gebrak apa Ahok. Sampai saya terkagum-kagum. Sampai saya mengakui kalah berani.Tapi perahu yang dikemudikannya tidak bisa dibelokkan dengan gebrakan kemudi. Itulah realitas masyarakat kita.Karena itu baiknya kita memberi waktu padanya. Jangan terlalu cepat memberikan tuntutan.

‘Kita’ yang saya maksud adalah kelompok-kelompok masyarakat.Saya ikuti di medsos. Banyak tuntutan yang berlebihan. Bahkan bernada ekstrem.Itu bisa membuatnya tertekan. Bisa merangsangnya membuat putusan yang potensial oleng.Misalnya: ada tuntutan agar Nadiem berani menghapus masjid-masjid di lingkungan sekolah negeri.Mungkin maunya tuntutan itu seperti di Amerika. Atau negara maju lainnya.

Agama dan simbol agama tidak boleh masuk lembaga negara.Tuntutan seperti itu bagus saja. Tapi berlebihan. Punya potensi usreg yang tidak habis-habisnya.Terlalu cepat: minggu pertama kerja Nadiem sudah menghadapi dua tuntutan yang serba ekstrem.Tapi Nadiem pasti tahu bagaimana harus bersikap. Ia sudah sangat matang. Sudah biasa mendapat tekanan besar –dalam menjadikan perusahaan baru menjadi yang terbesar di Indonesia.Tapi Indonesia bukan sebuah perusahaan. Kita perlu tenang –untuk bisa berdagang, untuk bisa membangun. (Dahlan Iskan)

Sumber : CNBC INDONESIA / Disway

Kaitan dahlan iskan, Nadiem makarim, top, tulisan
Admin 27 Oktober 2019 27 Oktober 2019
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Konsulat RI Johor Bahru Bersama INTI Kepri Kunjungi BP Batam
Artikel Selanjutnya Pesona Goh Liu Ying, Pebulutangkis Malaysia

APA YANG BARU?

Indonesia Pecah Telur di Aichi-Nagoya 2026, Tim Beregu Putra Bulutangkis Sumbang Emas Pertama
Sports 6 jam lalu 84 disimak
Bahas Kebebasan Pers se-Asia Tenggara, Fesmed Selat Malaka AJI 2026 Sukses Digelar di Batam dan Tanjungpinang
Artikel 7 jam lalu 106 disimak
Ancaman Krisis Air, Energi, dan Minimnya Serapan Kerja di Proyek Data Centre Batam
In Depth 9 jam lalu 394 disimak
Mediasi Daerah Dinilai Buntu, Buruh PT Ghim Li Mengadu ke Mabes Polri
Artikel 9 jam lalu 296 disimak
Kejari Batam Tangkap Terpidana Kasus TPPO
Artikel 9 jam lalu 104 disimak

POPULER PEKAN INI

Hujan Sebentar; Batam Banjir, Mobil Warga Hanyut
Artikel 3 hari lalu 616 disimak
BMKG: Hujan Guyur Batam 3-5 Hari ke Depan, Waspada Cuaca Cepat Berubah
Artikel 2 hari lalu 400 disimak
Ancaman Krisis Air, Energi, dan Minimnya Serapan Kerja di Proyek Data Centre Batam
In Depth 9 jam lalu 394 disimak
Assiamkang; Jejak Komunitas Teochew di Belantara Batam
Histori 5 hari lalu 386 disimak
Awal Musim Hujan Bergeser, BMKG Imbau Kesiapsiagaan Lintas Sektor
Artikel 3 hari lalu 368 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?