Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Berlaku Setiap Jum’at, ASN Kabupaten Bintan Mulai Laksanakan Kerja WFH
    17 jam lalu
    Puluhan Bangunan Ilegal di Sei Binti Ditertibkan Tim Terpadu Kota Batam
    18 jam lalu
    Pemko Batam Mulai Berlakukan Sistem Kerja WFH Setiap Hari Jum’at
    19 jam lalu
    Akibat Pria Mabuk Bawa Kendaraan, Satu Orang Meninggal Dunia
    21 jam lalu
    Polisi di Batam Tertibkan 102 Sepeda Motor Knalpot “Brong”
    22 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Perayaan 311 Tahun Nguan Thian Sian Tih di Klenteng Senggarang
    23 jam lalu
    “Pulau Minyak dan Karantina; Sambu, 1929”
    2 hari lalu
    Karimon Eilanden; Perjalanan Van Den Berg dan Raja Abdullah, 1854
    5 hari lalu
    Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas Digelar di SMKN 1 Batam
    5 hari lalu
    Berapa Lama Emas Harus Disimpan Agar Menguntungkan?
    1 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    1 bulan lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    2 bulan lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    3 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    3 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    3 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    2 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    2 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    3 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    4 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    9 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

WASPADA FENOMENA GUNUNG ES | Malaysia, Singapura & Jakarta Sumber Utama Transmisi COVID-19 Di Kepri

Editor Admin 6 tahun lalu 1.8k disimak

DUA negara tetangga, Malaysia dan Singapura serta ibukota negara Jakarta menjadi tiga lokasi utama sumber persebaran COVID-19 di propinsi Kepulauan Riau.

Daftar Isi
Fenomena Gunung EsBelum Ada Pasien Positif Yang Sembuh di Batam

Data terbaru yang diterima tim GoWest Indonesia, saat ini sudah ada 23 orang warga di Kepulauan Riau yang dinyatakan positif terpapar virus Corona yang menjadi penyebab penyakit COVID-19 di Kepri hingga jumat (10/4/2020) malam.

Tiga di antara warga positif yang berada di kota Batam, sudah meninggal dalam kurun sebulan ini.

Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Kepulauan Riau, dr Tjetjep Yudiana saat memberi keterangan secara langsung di Batam TV pada jumat (10/4/2020) malam mengatakan pihaknya saat ini sedang menunggu hasil laboratorium dari pasien ke-21 untuk hasil tes 18 orang lainnya.

“Dan ini calon positif kalau sudah keluar hasil PCR tes-nya. Luar biasa ini yang perlu kita waspadai dan pahami bahwa ini begitu ganasnya “, jelas Tjetjep.

Menurut Tjetjep, saat ini yang perlu juga diwaspadai adalah fenomena Orang Tanpa Gejala (OTG) yang sudah dikonfirmasi positif terpapar COVID-19. Saat ini ada 4 warga yang dinyatakan positif tapi tanpa gejala yang dirawat di rumah sakit di Tanjungpinang.

“Ini kita tempatkan di rumah sakit, di rumah singgahnya. Mereka dalam kondisi sehat, luar biasa. Bahkan satu di antaranya menularkan kepada anaknya dan anaknya yang sekarang dalam kondisi kritis”, lanjutnya.

Yang jadi masalah, bila Orang Tanpa Gejala (OTG) yang belum terdeteksi secara pemeriksaan medis dan berada si tengah masyarakat. Kondisi ini bisa berbahaya.

Menurut Tjetjep, menyikapi hal ini, Gubernur Kepri beserta Walikota dan Bupati di Kepulauan Riau sudah menyepakati untuk mengusulkan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Berdasarkan paparan dan penjelasan tentang pasien positif serta pola penyebarannya di Kepri, ia berharap usulan tersebut bisa segera ditanggapi.

Walaupun dalam salah satu item pengusulan PSBB menurutnya, harus ada data yang benar-benar valid dan menunjukkan ada persebaran virus yang massif di masyarakat, baru usulan bisa disetujui, ia berharap status PSBB bisa cepat diterapkan.

Massif di sini menurutnya, ada penularan di masyarakat dari satu ke yang lainnya, bahkan dengan sumber yang tidak diketahui lagi.

Kadis Kesehatan Propinsi Kepri, Tjetjep Yudiana. Foto : © GoWest Indonesia

“Tapi kan, kita nggak perlu menunggu itu lah saya pikir”, katanya.

Karena, jauh sebelum terbitnya aturan tentang PSBB, Kepri  sebenarnya sudah melakukan beberapa antisipasi pembatasan. Seperti meliburkan anak sekolah, menerapkan anjuran bekerja dari rumah (Work From Home) untuk beberapa kalangan serta anjuran physical distancing dalam interaksi sosial warga sehari-hari. Dengan penerapan PSBB, aturan pembatasan bisa lebih efektif diberlakukan.

“Namun, saya sampaikan hasil pantauan gubernur langsung di lapangan di pasar, penjual tidak menggunakan masker, pembeli juga demikian”, terang Tjetjep.

Hal ini bisa berbahaya. Apalagi di kondisi wabah COVID 19 seperti sekarang.

Alasan ada kelangkaan masker menurut Tjetjep, tidak bisa diterima. Kain bekas sebenarnya bisa juga digunakan sebagai pengganti masker dengan sebelumnya dicuci bersih terlebih dahulu.

“Dulu kita berperang pakai bambu runcing bisa kok. Masa sekarang kita tidak mau mengorbankan, menggunting pakaian bekas, ikatkan ke bagian hidung dan mulut. Asal ada kemauan, sekarang masalahnya tidak ada kemauan”, papar Tjetjep lagi.

Fenomena Gunung Es

DALAM beberapa waktu ke depan, diprediksi akan semakin banyak warga Kepri yang divonis terpapar COVID-19. Hal ini seiring dengan keluarnya hasil pengujian laboratorium dari serangkaian tes yang sudah dilakukan sebelumnya.

“Saya khawatir ini fenomena gunung es. Mengapa fenomena gunung es? Karena yang ini (jumlah yang sekarang, pen) terdeteksi saja. Tapi yang di bawah, yang belum kita deteksi walaupun sudah dilakukan pengambilan sampel (tes, pen), tetapi ini (hasil tes, pen) masih terlalu lama”, katanya.

Ia khawatir begitu hasil tes keluar, akan langsung terlihat lonjakan warga yang dinyatakan positif terpapar COVID 19. Seperti yang terjadi dalam beberapa hari ini. Jumlah warga yang dinyatakan positif di Kepri melonjak drastis dari 10 orang menjadi 21 orang dan yang terbaru (hingga jumat 10/4/2020 malam, pen) sudah mencapai 23 orang warga positif terpapar COVID 19.

“Saya khawatir dalam sepuluh hari yang akan datang, tren-nya akan meningkat. Ini yang perlu kita waspadai bersama”, terangnya.

Sementara itu, dari hasil tracing yang dilakukan tim gugus tugas COVID-19 baik yang ada di propinsi Kepri maupun di tingkat Kabupaten/ Kota, saat ini sudah lebih dari dua ribu warga yang dikelompokkan dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Hal itu didapat dari hasil penelusuran 23 warga yang dinyatakan positif terpapar COVID 19.

“Di Batam, walikotanya bahkan sudah meminta agar semua warganya yang masuk dalam ODP agar dilakukan tes Swab”, katanya.

Alat PCR yang akan digunakan di Batam saat ini sudah ada. Itu merupakan bantuan dari Singapura. Tinggal menunggu 8 komponen kelengkapannya lagi. Jika semua sudah tersedia, seluruh ODP di Batam akan menjalani Swab.

Di luar itu, tim gugus tugas juga terus mencari sampel-sampel lain. Termasuk dari mereka yang sebenarnya rentan terpapar, tapi tidak menunjukkan gejala (OTG).

Jika semakin banyak warga terdeteksi, akan lebih memudahkan para petugas untuk mengambil langkah antisipasi. Tjetjep mengungkapkan, hal lain yang bisa dilakukan warga untuk ikut memerangi virus ini adalah dengan mentaati anjuran pemerintah untuk mengkarantina sendiri di rumah.

“Stay at home, work from home. Itu sudah membantu sekali karena lawan kita ini adalah sesuatu yang tidak nampak”, jelasnya.

Belum Ada Pasien Positif Yang Sembuh di Batam

DARI 10 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Batam, tiga di antaranya sudah meninggal dunia. Sisanya masih menjalani isolasi di rumah sakit dan belum ada pasien yang sembuh.

Kadis Kesehatan kota Batam, Didi Kusmarjadi. Foto © GoWest Indonesia

Belum adanya pasien yang sembuh, padahal sudah menjalani isolasi cukup lama, menjadi kerisauan tersendiri bagi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, drg Didi Kusumarjadi. Hal tersebut diakuinya sudah dibicarakan bersama tenaga kesehatan yang bertugas di rumah sakit tempat di mana pasien positif Covid-19 ini dirawat.

Didi menjelaskan, pihaknya telah memberi masukan kepada rumah sakit rujukan untuk memberi asupan seperti yang dilakukan untuk pasien di Sanghai dan Jakarta.

“Kalau di Sanghai mereka dikasih telur dan susu, kalau di Jakarta dikasih vitamin C dan Vitamin E, kita sudah kasih masukan ke rumah sakit untuk dilakukan evaluasi,” kata Didi pada Jumat (10/4) kemarin di tempat terpisah.

Meskipun demikian, Didi mengatakan kalau kondisi pasien yang diisolasi, berada dalam kondisi baik dan terus dipantau oleh petugas.

Pasien yang saat ini menjalani masa isolasi cukup lama adalah pasien ke-2 yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada 23 Maret 2020 lalu. Pasien laki-laki berusia 32 tahun itu melakukan banyak perjalanan di beberapa negara, di antaranya Malaysia, Singapura dan Prancis.


(yum/bob/GoWestID)

Kaitan batam, Corona virus, Covid-19, kepri, top
Admin 11 April 2020 11 April 2020
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya ROAD TO RSUD Embung Fatimah | IBA Donasikan Bantuan Medis
Artikel Selanjutnya Patroli Gabungan COVID-19 Kota Batam Terus Lakukan Himbauan Persuasif ke Warga

APA YANG BARU?

Berlaku Setiap Jum’at, ASN Kabupaten Bintan Mulai Laksanakan Kerja WFH
Artikel 17 jam lalu 169 disimak
Puluhan Bangunan Ilegal di Sei Binti Ditertibkan Tim Terpadu Kota Batam
Artikel 18 jam lalu 152 disimak
Pemko Batam Mulai Berlakukan Sistem Kerja WFH Setiap Hari Jum’at
Artikel 19 jam lalu 160 disimak
Akibat Pria Mabuk Bawa Kendaraan, Satu Orang Meninggal Dunia
Artikel 21 jam lalu 157 disimak
Polisi di Batam Tertibkan 102 Sepeda Motor Knalpot “Brong”
Artikel 22 jam lalu 169 disimak

POPULER PEKAN INI

BP Batam Segera Bangun Dua Jaringan Pipa Distribusi
Artikel 7 hari lalu 378 disimak
Karimon Eilanden; Perjalanan Van Den Berg dan Raja Abdullah, 1854
Histori 5 hari lalu 344 disimak
Jadikan Batam Destinasi Utama Investasi Digital di Asia Tenggara
Artikel 4 hari lalu 321 disimak
Polda Kepri Pecat Tidak Hormat Empat Bintara Penganiaya Bripda Natanael
Artikel 4 hari lalu 306 disimak
Perkuat Sinergi Lintas Pemerintah, Menkum RI Kunker di Kota Batam
Artikel 7 hari lalu 289 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?